Sesungguhnya Aku Percaya Akan Melihat Kebaikan Tuhan Di Negeri Orang Orang Yang Hidup
RSS

LIMA JARI BERDOA

Setiap jari kita dapat menunjukan Doa doa kita untuk orang orang yang ada di kehidupan kita.


JARI JEMPOL

Jari ini adalah jari yang paling dekat dengan anda, ketika anda sedang melipat tangan dan berdoa bagi orang-orang yang sangat akrab dengan anda. Sebutkan nama-nama mereka yang anda kenal dengan baik. bagi CS. Lewis, mendoakan orang-orang yang kita kasihi adalah "A SWEET DUTY".



JARI TELUNJUK

Jari berikut adalah si telunjuk. Doakan bagi mereka yang mengajar. ini termasuk hamba-hamba Tuhan, dosen, dokter dan para pendidik lainnya. mereka butuh dukungan dan hikmat agar dapat menunjukan arah yang tepat bagi mereka yang membutuhkan jasa mereka. Doakanlah mereka selalu.



JARI TENGAH

Ini jari yang paling tinggi, berarti kita harus ingat pada para pemimpin bangsa. doakan presiden hingga para pejabat dibawahnya. doakan para pemimpin organisasi sosial maupun bisnis. Mereka sering mempengaruhi bangsa kita dan membimbing opini publik. mereka sangat butuh bantuan dari-Nya.



JARI MANIS

Jari keempat adalah jari yang paling lemah. nah, guru piano pun biasanya cukup kebingungan ketika berhadapan dengan si jari yang lemah ini. oleh karena itu, mari kita doakan bagi saudara-saudara kita yang lemah, yang sedang terkena musibah dan lain-lain. kita doakan bagi mereka yang dianggap sebagai sampah masyarakat . mereka sangat butuh bantuan dan doa dari anda.



JARI KELINGKING

Jari terakhir ini paling kecil di antara jari -jari manusia. Inilah yang menggambarkan sikap kita yang seharusnya rendah hati saat berhubungan dengan Tuhan dan sesama. jadi, jangan lupakan berdoa bagi diri sendiri agar memiliki buah roh dan meneladani kehidupan YESUS KRISTUS, Tuhan kita. 0 comments

I'm gonna be like you, Dad

Suatu hari suami saya rapat dengan beberapa rekan bisnisnya yang kebetulan mereka sudah mendekati usia 60 tahun dan dikaruniai beberapa orang cucu. Di sela-sela pembicaraan serius tentang bisnis, para kakek yang masih aktif itu sempat juga berbagi pengalaman tentang kehidupan keluarga di masa senja usia.

Suami saya yang kebetulan paling muda dan masih mempunyai anak balita, mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, dan untuk itu saya merasa berterima kasih kepada rekan-rekan bisnisnya tersebut. Mengapa? Inilah kira-kira kisah mereka.

Salah satu dari mereka kebetulan akan ke Bali untuk urusan bisnis, dan minta tolong diatur tiket kepulangannya melalui Surabaya karena akan singgah kerumah anaknya yang bekerja di sana .

Di situlah awal pembicaraan "menyimpang" dimulai. Ia mengeluh,

" Susah anak saya ini, masak sih untuk bertemu bapaknya saja sulitnya bukan main."
"Kalau saya telepon dulu, pasti nanti dia akan berkata jangan datang sekarang karena masih banyak urusan. Lebih baik datang saja tiba-tiba, yang penting saya bisa lihat cucu.

"Kemudian itu ditimpali oleh rekan yang lain.

"Kalau Anda jarang bertemu dengan anak karena beda kota , itu masih dapat dimengerti," katanya.
"Anak saya yang tinggal satu kota saja, harus pakai perjanjian segala kalau ingin bertemu."
"Saya dan istri kadang-kadang merasa begitu kesepian, karena kedua anak saya jarang berkunjung, paling-paling hanya telepon.

"Ada lagi yang berbagi kesedihannya, ketika ia dan istrinya mengengok anak laki-lakinya, yang istrinya baru melahirkan di salah satu kota di Amerika. Ketika sampai dan baru saja memasuki rumah anaknya, sang anak sudah bertanya,"Kapan Ayah dan Ibu kembali ke Indonesia ?"
"Bayangkan! Kami menempuh perjalanan hampir dua hari, belum sempat istirahat sudah ditanya kapan pulang."

Apa yang digambarkan suami saya tentang mereka, adalah rasa kegetiran dan kesepian yang tengah melanda mereka di hari tua. Padahal mereka adalah para profesional yang begitu berhasil dalam kariernya.

Suami saya bertanya,"Apakah suatu saat kita juga akan mengalami hidup seperti mereka?" Untuk menjawab itu, saya sodorkan kepada suami saya sebuah syair lagu berjudul Cat's In the Cradle karya Harry Chapin. Beberapa cuplikan syair tersebut saya terjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia agar relevan untuk konteks Indonesia .

Serasa kemarin ketika anakku lahir dengan penuh berkah. Aku harus siap untuknya, sehingga sibuk aku mencari nafkah sampai 'tak ingat kapan pertama kali ia belajar melangkah. Pun kapan ia belajar bicara dan mulai lucu bertingkah.

Namun aku tahu betul ia pernah berkata,"Aku akan menjadi seperti Ayah kelak"
"Ya betul aku ingin seperti Ayah kelak"
"Ayah, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama
"Ketika saat anakku ulang tahun yang kesepuluh; Ia berkata,"Terima kasih atas hadiah bolanya Ayah, wah ... kita bisa main bola bersama. Ajari aku bagaimana cara melempar bola"
"Tentu saja 'Nak, tetapi jangan sekarang, Ayah banyak pekerjaan sekarang"
Ia hanya berkata, "Oh ...."Ia melangkah pergi, tetapi senyumnya tidak hilang, seraya berkata,"Aku akan seperti ayahku. Ya, betul aku akan sepertinya"
"Ayah, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan tentu aja kita akan mempunyai waktu indah bersama"
Suatu saat anakku pulang ke rumah dari kuliah; Begitu gagahnya ia, dan aku memanggilnya,"Nak, aku bangga sekali denganmu, duduklah sebentar dengan Ayah"
Dia menengok sebentar sambil tersenyum,"Ayah, yang aku perlu sekarang adalah meminjam mobil, mana kuncinya?"
"Sampai bertemu nanti Ayah, aku ada janji dengan kawan"
"Nak, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Yah, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama"
Aku sudah lama pensiun, dan anakku sudah lama pergi dari rumah;Suatu saat aku meneleponnya."Aku ingin bertemu denganmu, Nak"
Ia bilang,"Tentu saja aku senang bertemu Ayah, tetapi sekarang aku tidak ada waktu. Ayah tahu, pekerjaanku begitu menyita waktu, dan anak-anak sekarang sedang flu. Tetapi senang bisa berbicara dengan Ayah, betul aku senang mendengar suara Ayah"
Ketika ia menutup teleponnya, aku sekarang menyadari; Dia tumbuh besar persis seperti aku;Ya betul, ternyata anakku "aku banget".

Rupanya prinsip investasi berlaku pula pada keluarga dan anak. Seorang investor yang berhasil mendapatkan return yang tinggi, adalah yang selalu peduli dan menjaga apa yang diinvestasikannya. Mulailah belajar inveastasikan waktu kita bersama keluarga kita, sekalipun kita mungkin sulit utk berbaginya, suatu saat kita akan menuai hasilnya.

Sumber: Anonymous 0 comments

Buku Harian Ellen

Tidak tahu pasti penulisnya siapa, karena dapatnya dr email, tapi artikel ini sangat menginspirasi saya sehingga saya salin di blog ini. harapan nya setiap pembaca blog ini juga terinspirasi.

Sering kali rasa cinta kita dan respek kita baru muncul saat kita sudah kehilangan segalanya dari orang yg kita kasihi, tapi biarlah melalui artikel ini mengajarkan kita betapa berharga nya cinta kasih dari orang yang kita kasihi, belajar menilai dan menerima cinta pasangan kita bukan dari sudut pandang kita saja.


Lima tahun sudah aku menikah dengan Ellen, hari-hari kami diselingi ketidakcocokan. Kami sering bertengkar karena hal-hal kecil. Hari ini ulang tahun Ellen dan kami bertengkar lagi karena aku bangun kesiangan. Rasa kesal membuatku tidak mengucapkan selamat ulang tahun ataupun mengecup keningnya Sore ini sudah tiga kali Ellen memintaku segera pulang untuk makan malam dengannya, tetapi permintaannya tidak kuhiraukan. Aku tiba di rumah pukul dua belas malam, dan kulihat Ellen tertidur di sofa. Aku berhenti di hadapannya. “Ia memang cantik,” kataku dalam hati. Aku menghela nafas dan masuk ke kamar Di meja rias kulihat buku harian Ellen. Bertahun-tahun ia menulis cerita hatinya di buku coklat itu dan ia tidak pernah mengizinkanku untuk membukanya.

Kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.

14 Februari 1996.

“Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku. Vincent, pacar pertama yang sekaligus menjadi pacar terakhirku.
”Hmm… aku tersenyum, Ellen begitu yakin kalau aku yang akan menjadi pendamping hidupnya.

6 September 2001.
“Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.”

23 Oktober 2001.
”Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita bernama Melly. Siapa dia Tuhan? Bukalah mataku untuk melihat apa yang Kau kehendaki. ”

4 Januari 2002.
”Aku dihampiri wanita bernama Melly. Ia menghinaku dan mengatakan bahwa Vincent selingkuh dengannya. Tuhan, berilah aku kekuatan.”Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu? Ia tidak pernah mengatakan apa pun atau menangis di hadapanku, setelah mengetahui aku telah mengkhianatinya.
Nafasku sesak, aku tak mampu membayangkan perasaan Ellen saat itu.

14 Februari 2003.

“Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya A. Vincent W. Terima kasih Tuhan!”

7 April 2006.

“Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Aku lelah karena seharian di mal mencari jam idaman Vincent. Aku ingin membelikan hadiah di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku…."
Air mata penyesalan tak berhenti mengalir. Ellen mencoba membahagiakanku, tapi aku malah memarahinya.

15 November 2007.

“Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuknya."
Ellen tak pernah mengatakan meja itu sebagai hadiah Natal dan aku kembali memarahinya tanpa pernah memberinya kesempatan untuk menjelaskan.

Rasanya aku sudah tak sanggup lagi membuka lembaran berikutnya. Aku berlari ke luar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun. “Maafkan aku Ellen, aku mencintaimu. Selamat ulang tahun,” kataku penuh cinta.

Cinta selalu mampu mengajar kita berkorban demi kebahagiaan orang yang kita cintai.


0 comments

Melihat kebaikan Tuhan

keadaan hidup yang sering kali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan membuat kita meragukan kebaikan Tuhan dalam hidup ini. Kita selalu melihat sisi buruk dari setiap peristiwa yang membuat kita mulai ragu2 bahwa Tuhan akan campur tangan dalam hidup kita.


Dalam setiap peristiwa selalu ada yang namanya kebaikan Tuhan buat kita anak2Nya. Belajarlah untuk bisa melihat kebaikan Tuhan, Percayalah bahwa Tuhan sanggup memakai apapun juga di sekitar kita untuk menyatakan kebaikanNya. waktu kita bisa mengenal kebaikanNya dalam hidup kita, maka kita pasti akan bisa mempercayaiNya. kalau kita percaya maka kita bisa menikmati semua kebaikan Tuhan itu.


Dalam mazmur 23 Daud menggambarkan kebaikan Tuhan buat dirinya. Daud sangat mengerti kebaikan Tuhan karena dia belajar sejak dari mudanya waktu dia mulai mengembalakan domba2, dia banyak berhadapan dengan musuh2 yang selalu siap berhadapan dengannya, dan dari sana dia belajar mengenal kebaikan Tuhan dalam setiap peristiwa yg dia lalui , hal itu juga yang menuntunnya untuk selalu berani dalam menghadapi lawan2nya, termasuk goliat si raksasa, karena daud sadar selalu ada kebaikan Tuhan.


Ada sebuah artikel yang menggambarkan kebaikan Tuhan buat kita


Ada dua orang bepergian bersama. Mereka membawa seekor keledai untuk membawa barang-barangnya, obor untuk menerangi jalan di malam hari, dan seekor ayam yang merupakan kawan si keledai.


Satu dari pria itu sangat beriman, sedang yang satunya seorang atheis. Sepanjang jalan mereka berbicara mengenai Tuhan. "Tuhan itu baik", kata si pria beriman itu. "Oke kita lihat apakah selama perjalanan ini kau masih dapat berpikir seperti itu", jawab si pria atheis.


Ketika malam tiba, mereka sampai di sebuah desa kecil dan mencari suatu tempat untuk tidur. Mereka mencari ke semua tempat, ternyata tidak seorangpun yang mengijinkan mereka untuk bermalam di rumahnya. Jadi, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya keluar dari desa, dan memutuskan untuk tidur di luar desa.


"Aku berpikir kau akan berkata bahwa Tuhan itu baik", kata si pria atheis sinis. "Tuhan membuat hal tersebut, karena tempat ini adalah tempat terbaik untuk kita tidur", si pria beriman menjelaskan.


Mereka membangun tenda di sebuah pohon besar, di samping jalan masuk menuju desa dan mengikat keledai mereka dengan jarak sekitar 5 meter dari tenda mereka. Ketika mereka mulai menyalakan obor, mereka mendengar sebuah suara. Seekor singa menyerang keledai mereka, mencabik dan memakannya, lalu mereka memanjat pohon untuk berlindung.


"Kau masih berpikir Tuhan itu baik ?", tanya si pria atheis dengan marah. "Jika singa itu tidak membunuh keledai, kita yang akan dimakan oleh singa itu. Tuhan itu baik", jawab pria beriman.


Kemudian mereka mendengar suara ayam mereka. Dari atas pohon, mereka dapat melihat seekor kucing besar menyerang ayam mereka dan mencabiknya. Sebelum pria atheis itu berkata, pria beriman itu berkata, "ayam itu menyelematkan kita sekali lagi, Tuhan itu baik".


Beberapa menit kemudian, angin besar membuat obor mereka mati, obor satu-satunya yang dapat menghangatkan mereka. Sekali lagi, pria atheis itu mengejek sahabatnya, "rupanya kebaikan Tuhan bekerja untuk kita sepanjang malam", pria beriman tidak berkata apa-apa.


Pagi berikutnya, mereka sampai ke desa untuk membeli makanan. Sesampainya di sana, segera mereka mengetahui bahwa pada kemarin malam segerombolan perampok menyerang desa tersebut dan merampok semua yang ada di desa itu.


Mengetahui hal tersebut, pria beriman berkata, "sekarang sudah jelas. Tuhan itu sungguh baik. Jika kita bermalam di sini, kita akan dirampok seperti orang desa lainnya. Jika angin tidak memadamkan obor kita, gerombolan perampok yang berjalan di dekat kita akan melihat kita dan merampok kita juga. Sangat jelas bukan, bahwa Tuhan itu baik".



"Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! " (Mazmur 27 : 13 ) 0 comments

Menilai Jaman

Akhir2 ini Tuhan banyak mengutus hamba2Nya pergi ke bangsa2 untuk memberitakan bahwa kedatangan Tuhan sudah dekat. Setiap kita anak2 Tuhan harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi generasi yang menyambut kedatangan Tuhan seperti yang dikatakan Rev Moris Cerullo pada KKR di Graha bethany surabaya kemarin tgl 11 juni.

Merupakan suatu yang special buat kita bangsa Indonesia dimana Tuhan utus NabiNya ke Indonesia, tepatnya di 4 kota yg didatangi di negara ini. Beliau sendiri mengatakan bahwa kedatangannya kali ini bukan sebagai hamba Tuhan untuk berkotbah menyampaikan Firman Tuhan , tapi lebih tepatnya beliau datang sebagai Nabi Tuhan untuk menyampaikan apa yg Tuhan suruh katakan kepada Bangsa ini. Pada awal th kemarin Tuhan berkata untuk pergi ke indonesia, padahal beliau sudah pernah berkata bahwa th 2008 terakhir kali kedatangannya di indonesia, tapi Tuhan berkata lain , Tuhan berkata "Aku tdk ingin membiarkan Iblis melihat Aku kalah" .

Ada pesan Tuhan yang khusus tepatnya utk kita anak2 Tuhan di indonesia, Dimana Tuhan ingin setiap kita mempunyai karunia special agar kita bisa melewati masa2 ini. Karunia tsb ada didalam Lukas 12:56, yaitu karunia "Menilai jaman", kita harus tahu kita hidup disaat apa ini, beliau menjelaskan bahwa setiap angka dalam alkitab itu semuanya mempunyai arti, kalo th 2008 merupakan "New beginning" , maka th 2009 , angka 9 berbicara "completeness", th 2009 merupakan tahun kelengkapan tepatnya adalah tahun penggenapan. Tuhan rindu mengenapi semua janji untuk umatNya, semua janji2 yang pernah dijanjikan dan selama ini belum tergenapi, ditahun ini Tuhan berjanji akan menggenapi.

krisis melanda semua penjuru dunia, dan beliau berkata bahwa ini bukan krisis natural, tapi merupakan tanda bahwa Tuhan Yesus akan segera datang. kita akan menjadi generasi yang ditetapkan untuk menyongsong kedatanganNya. Tuhan berkata jgn pernah menjadi kuatir akan keadaan jaman yg sudah berubah, karena Tuhan tetap sediakan mujizat buat umatNya dalam krisis keuangan ini, "Financial Anounting" , pengurapan dalam financial yg sesuai dengan thema KKR yg diadakan.

Pada akhir KKR beliau mengurapi jemaat yg datang dengan 4 mujizat yang akan diterima ,

pertama : "Seratus kali lipat yang pernah diberikan untuk ishak, akan diberikan untuk kita juga, dimana keuangan kita tidak akan pernah sama lagi"

kedua : "Aku akan meningkatkan tingkat iman sampai pada tingkatan tidak akan ragu2 lagi, tapi mereka percaya bahwa bersama dengan Aku segala sesuatu mungkin"

ketiga : "Engkau akan menanam dan menunggu utk penuaian, setiap benih yg diberikan utk Tuhan akan menghasilkan buah"

keempat : " Setiap orang yang pernah gagal, Tuhan akan membalikkan kegagalannya menjadi kemenangan "

Percaya dalam nama Yesus pasti terjadi dalam kehidupan kita, amien.

"Pada masa kelaparan engkau dibebaskan-Nya dari maut, dan pada masa perang dari kuasa pedang. Dari cemeti lidah engkau terlindung, dan engkau tidak usah takut, bila kemusnahan datang. Kemusnahan dan kelaparan akan kautertawakan dan binatang liar tidak akan kautakuti." (Ayub 5 : 20-22) 1 comments