Arthur Ashe adalah petenis kulit hitam dari Amerika yang memenangkan tiga
gelar juara Grand Slam; US Open (1968), Australia Open (1970), dan Wimbledon (75).
Pada tahun 1979 ia terkena serangan jantung yang mengharuskannya menjalani
operasi bypass. Setelah dua kali operasi, bukannya sembuh ia malah harus
menghadapi kenyataan pahit, terinfeksi HIV melalui transfusi darah yang ia terima.
Seorang penggemarnya menulis surat kepadanya,"Mengapa Tuhan memilihmu
untuk menderita penyakit itu?"
Ashe menjawab,"Di dunia ini ada 50 juta anak yang ingin bermain tenis,
diantaranya 5 juta orang yang bisa belajar bermain tenis,
500 ribu orang belajar menjadi pemain tenis profesional,
50 ribu datang ke arena untuk bertanding,
5000 mencapai turnamen grandslam,
50 orang berhasil sampai ke Wimbledon,
empat orang di semifinal, dua orang berlaga di final.
Dan ketika saya mengangkat trofi Wimbledon, saya tidak pernah bertanya
kepada Tuhan,"Mengapa saya?", Jadi ketika sekarang saya dalam kesakitan, tidak
seharusnya juga saya bertanya kepada Tuhan,
"Mengapa saya?"
Sadar atau tidak, kerap kali kita merasa hanya pantas menerima hal-hal
baik dalam hidup ini; kesuksesan, karier yang mulus, kesehatan. Ketika
yang kita terima justru sebaliknya; penyakit, kesulitan, kegagalan, kita
menganggap Tuhan tidak adil. Sehingga kita merasa berhak untuk menggugat Tuhan.
Tetapi tidak demikian. Ia berbeda dengan kebanyakan orang. Itulah cerminan
hidup beriman; tetap teguh dalam pengharapan, pun bila beban hidup yang
menekan berat.
Ketika menerima sesuatu yang buruk, ingatlah saat - saat ketika kita
menerima yang baik...
Kuda pemenang tidak tahu mengapa dia harus lari dan memenangkan perlombaan.
Yg dia tau, dia harus berlari krn dipukul dan sakit..!!
Hidup ini seperti sebuah perlombaan. Dan Tuhan adalah komandonya atau
ibarat jokinya.. Jika engkau mengalami sakit, dihajar, menerima yg tidak enak,
berpikirlah : Tuhan ingin engkau menang.
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”.
1 comments
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Showing posts with label Inspirasi. Show all posts
Menari di tengah hujan
Seperti pujian "PenyertaanMu sempurna , rancanganMu penuh damai, aman dan sejahtera walau ditengah badai.... "
Hanya orang yang percaya kepada segala rencana Tuhan yang bisa menikmati dan tetap menari dalam setiap badai kehidupannya dengan sukacita, tanpa ada complain terhadap Tuhan.
seperti kesaksian dibawah yg saya dapat dr email, semoga memjadikan inspirasi buat kita semua.
Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-andatang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik kejam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalusulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri..
Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, ? Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?? Dia tersenyum ketikatangannya menepuk tanganku sambil berkata, ?Dia memang tidak mengenali saya,tapi saya masih mengenali dia, kan?
Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku ?
Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting : Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki
Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.?
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan ( Yakobus 1: 2 ) 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 11:08 AM
Hanya orang yang percaya kepada segala rencana Tuhan yang bisa menikmati dan tetap menari dalam setiap badai kehidupannya dengan sukacita, tanpa ada complain terhadap Tuhan.
seperti kesaksian dibawah yg saya dapat dr email, semoga memjadikan inspirasi buat kita semua.
Pagi itu klinik sangat sibuk. Sekitar jam 9:30 seorang pria berusia 70-andatang untuk membuka jahitan pada luka di ibu-jarinya. Aku menyiapkan berkasnya dan memintanya menunggu, sebab semua dokter masih sibuk, mungkin dia baru dapat ditangani setidaknya 1 jam lagi.
Sewaktu menunggu, pria tua itu nampak gelisah, sebentar-sebentar melirik kejam tangannya. Aku merasa kasihan. Jadi ketika sedang luang aku sempatkan untuk memeriksa lukanya, dan nampaknya cukup baik dan kering, tinggal membuka jahitan dan memasang perban baru. Pekerjaan yang tidak terlalusulit, sehingga atas persetujuan dokter, aku putuskan untuk melakukannya sendiri..
Sambil menangani lukanya, aku bertanya apakah dia punya janji lain hingga tampak terburu-buru. Lelaki tua itu menjawab tidak, dia hendak ke rumah jompo untu makan siang bersama istrinya, seperti yang dilakukannya sehari-hari. Dia menceritakan bahwa istrinya sudah dirawat di sana sejak beberapa waktu dan istrinya mengidap penyakit Alzheimer.
Lalu kutanya apakah istrinya akan marah kalau dia datang terlambat. Dia menjawab bahwa istrinya sudah tidak lagi dapat mengenalinya sejak 5 tahun terakhir. Aku sangat terkejut dan berkata, ? Dan Bapak masih pergi ke sana setiap hari walaupun istri Bapak tidak kenal lagi?? Dia tersenyum ketikatangannya menepuk tanganku sambil berkata, ?Dia memang tidak mengenali saya,tapi saya masih mengenali dia, kan?
Aku terus menahan air mata sampai kakek itu pergi, tanganku masih tetap merinding. Cinta kasih seperti itulah yang aku mau dalam hidupku ?
Cinta sesungguhnya tidak bersifat fisik atau romantis. Cinta sejati adalah menerima apa adanya yang terjadi saat ini, yang sudah terjadi, yang akan terjadi, dan yang tidak akan pernah terjadi.
Bagiku pengalaman ini menyampaikan satu pesan penting : Orang yang paling berbahagia tidaklah harus memiliki segala sesuatu yang terbaik, mereka hanya berbuat yang terbaik dengan apa yang mereka miliki
Hidup bukanlah perjuangan menghadapi badai, tapi bagaimana tetap menari di tengah hujan.?
Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan ( Yakobus 1: 2 ) 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 11:08 AM
I'm gonna be like you, Dad
Suatu hari suami saya rapat dengan beberapa rekan bisnisnya yang kebetulan mereka sudah mendekati usia 60 tahun dan dikaruniai beberapa orang cucu. Di sela-sela pembicaraan serius tentang bisnis, para kakek yang masih aktif itu sempat juga berbagi pengalaman tentang kehidupan keluarga di masa senja usia.
Suami saya yang kebetulan paling muda dan masih mempunyai anak balita, mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, dan untuk itu saya merasa berterima kasih kepada rekan-rekan bisnisnya tersebut. Mengapa? Inilah kira-kira kisah mereka.
Salah satu dari mereka kebetulan akan ke Bali untuk urusan bisnis, dan minta tolong diatur tiket kepulangannya melalui Surabaya karena akan singgah kerumah anaknya yang bekerja di sana .
Di situlah awal pembicaraan "menyimpang" dimulai. Ia mengeluh,
" Susah anak saya ini, masak sih untuk bertemu bapaknya saja sulitnya bukan main."
"Kalau saya telepon dulu, pasti nanti dia akan berkata jangan datang sekarang karena masih banyak urusan. Lebih baik datang saja tiba-tiba, yang penting saya bisa lihat cucu.
"Kemudian itu ditimpali oleh rekan yang lain.
"Kalau Anda jarang bertemu dengan anak karena beda kota , itu masih dapat dimengerti," katanya.
"Anak saya yang tinggal satu kota saja, harus pakai perjanjian segala kalau ingin bertemu."
"Saya dan istri kadang-kadang merasa begitu kesepian, karena kedua anak saya jarang berkunjung, paling-paling hanya telepon.
"Ada lagi yang berbagi kesedihannya, ketika ia dan istrinya mengengok anak laki-lakinya, yang istrinya baru melahirkan di salah satu kota di Amerika. Ketika sampai dan baru saja memasuki rumah anaknya, sang anak sudah bertanya,"Kapan Ayah dan Ibu kembali ke Indonesia ?"
"Bayangkan! Kami menempuh perjalanan hampir dua hari, belum sempat istirahat sudah ditanya kapan pulang."
Apa yang digambarkan suami saya tentang mereka, adalah rasa kegetiran dan kesepian yang tengah melanda mereka di hari tua. Padahal mereka adalah para profesional yang begitu berhasil dalam kariernya.
Suami saya bertanya,"Apakah suatu saat kita juga akan mengalami hidup seperti mereka?" Untuk menjawab itu, saya sodorkan kepada suami saya sebuah syair lagu berjudul Cat's In the Cradle karya Harry Chapin. Beberapa cuplikan syair tersebut saya terjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia agar relevan untuk konteks Indonesia .
Serasa kemarin ketika anakku lahir dengan penuh berkah. Aku harus siap untuknya, sehingga sibuk aku mencari nafkah sampai 'tak ingat kapan pertama kali ia belajar melangkah. Pun kapan ia belajar bicara dan mulai lucu bertingkah.
Namun aku tahu betul ia pernah berkata,"Aku akan menjadi seperti Ayah kelak"
"Ya betul aku ingin seperti Ayah kelak"
"Ayah, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama
"Ketika saat anakku ulang tahun yang kesepuluh; Ia berkata,"Terima kasih atas hadiah bolanya Ayah, wah ... kita bisa main bola bersama. Ajari aku bagaimana cara melempar bola"
"Tentu saja 'Nak, tetapi jangan sekarang, Ayah banyak pekerjaan sekarang"
Ia hanya berkata, "Oh ...."Ia melangkah pergi, tetapi senyumnya tidak hilang, seraya berkata,"Aku akan seperti ayahku. Ya, betul aku akan sepertinya"
"Ayah, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan tentu aja kita akan mempunyai waktu indah bersama"
Suatu saat anakku pulang ke rumah dari kuliah; Begitu gagahnya ia, dan aku memanggilnya,"Nak, aku bangga sekali denganmu, duduklah sebentar dengan Ayah"
Dia menengok sebentar sambil tersenyum,"Ayah, yang aku perlu sekarang adalah meminjam mobil, mana kuncinya?"
"Sampai bertemu nanti Ayah, aku ada janji dengan kawan"
"Nak, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Yah, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama"
Aku sudah lama pensiun, dan anakku sudah lama pergi dari rumah;Suatu saat aku meneleponnya."Aku ingin bertemu denganmu, Nak"
Ia bilang,"Tentu saja aku senang bertemu Ayah, tetapi sekarang aku tidak ada waktu. Ayah tahu, pekerjaanku begitu menyita waktu, dan anak-anak sekarang sedang flu. Tetapi senang bisa berbicara dengan Ayah, betul aku senang mendengar suara Ayah"
Ketika ia menutup teleponnya, aku sekarang menyadari; Dia tumbuh besar persis seperti aku;Ya betul, ternyata anakku "aku banget".
Rupanya prinsip investasi berlaku pula pada keluarga dan anak. Seorang investor yang berhasil mendapatkan return yang tinggi, adalah yang selalu peduli dan menjaga apa yang diinvestasikannya. Mulailah belajar inveastasikan waktu kita bersama keluarga kita, sekalipun kita mungkin sulit utk berbaginya, suatu saat kita akan menuai hasilnya.
Sumber: Anonymous 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:23 AM
Suami saya yang kebetulan paling muda dan masih mempunyai anak balita, mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, dan untuk itu saya merasa berterima kasih kepada rekan-rekan bisnisnya tersebut. Mengapa? Inilah kira-kira kisah mereka.
Salah satu dari mereka kebetulan akan ke Bali untuk urusan bisnis, dan minta tolong diatur tiket kepulangannya melalui Surabaya karena akan singgah kerumah anaknya yang bekerja di sana .
Di situlah awal pembicaraan "menyimpang" dimulai. Ia mengeluh,
" Susah anak saya ini, masak sih untuk bertemu bapaknya saja sulitnya bukan main."
"Kalau saya telepon dulu, pasti nanti dia akan berkata jangan datang sekarang karena masih banyak urusan. Lebih baik datang saja tiba-tiba, yang penting saya bisa lihat cucu.
"Kemudian itu ditimpali oleh rekan yang lain.
"Kalau Anda jarang bertemu dengan anak karena beda kota , itu masih dapat dimengerti," katanya.
"Anak saya yang tinggal satu kota saja, harus pakai perjanjian segala kalau ingin bertemu."
"Saya dan istri kadang-kadang merasa begitu kesepian, karena kedua anak saya jarang berkunjung, paling-paling hanya telepon.
"Ada lagi yang berbagi kesedihannya, ketika ia dan istrinya mengengok anak laki-lakinya, yang istrinya baru melahirkan di salah satu kota di Amerika. Ketika sampai dan baru saja memasuki rumah anaknya, sang anak sudah bertanya,"Kapan Ayah dan Ibu kembali ke Indonesia ?"
"Bayangkan! Kami menempuh perjalanan hampir dua hari, belum sempat istirahat sudah ditanya kapan pulang."
Apa yang digambarkan suami saya tentang mereka, adalah rasa kegetiran dan kesepian yang tengah melanda mereka di hari tua. Padahal mereka adalah para profesional yang begitu berhasil dalam kariernya.
Suami saya bertanya,"Apakah suatu saat kita juga akan mengalami hidup seperti mereka?" Untuk menjawab itu, saya sodorkan kepada suami saya sebuah syair lagu berjudul Cat's In the Cradle karya Harry Chapin. Beberapa cuplikan syair tersebut saya terjemahkan secara bebas ke dalam bahasa Indonesia agar relevan untuk konteks Indonesia .
Serasa kemarin ketika anakku lahir dengan penuh berkah. Aku harus siap untuknya, sehingga sibuk aku mencari nafkah sampai 'tak ingat kapan pertama kali ia belajar melangkah. Pun kapan ia belajar bicara dan mulai lucu bertingkah.
Namun aku tahu betul ia pernah berkata,"Aku akan menjadi seperti Ayah kelak"
"Ya betul aku ingin seperti Ayah kelak"
"Ayah, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama
"Ketika saat anakku ulang tahun yang kesepuluh; Ia berkata,"Terima kasih atas hadiah bolanya Ayah, wah ... kita bisa main bola bersama. Ajari aku bagaimana cara melempar bola"
"Tentu saja 'Nak, tetapi jangan sekarang, Ayah banyak pekerjaan sekarang"
Ia hanya berkata, "Oh ...."Ia melangkah pergi, tetapi senyumnya tidak hilang, seraya berkata,"Aku akan seperti ayahku. Ya, betul aku akan sepertinya"
"Ayah, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Nak, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti, dan tentu aja kita akan mempunyai waktu indah bersama"
Suatu saat anakku pulang ke rumah dari kuliah; Begitu gagahnya ia, dan aku memanggilnya,"Nak, aku bangga sekali denganmu, duduklah sebentar dengan Ayah"
Dia menengok sebentar sambil tersenyum,"Ayah, yang aku perlu sekarang adalah meminjam mobil, mana kuncinya?"
"Sampai bertemu nanti Ayah, aku ada janji dengan kawan"
"Nak, jam berapa nanti pulang?"
"Aku tak tahu 'Yah, tetapi kita akan punya waktu bersama nanti dan tentu saja kita akan mempunyai waktu indah bersama"
Aku sudah lama pensiun, dan anakku sudah lama pergi dari rumah;Suatu saat aku meneleponnya."Aku ingin bertemu denganmu, Nak"
Ia bilang,"Tentu saja aku senang bertemu Ayah, tetapi sekarang aku tidak ada waktu. Ayah tahu, pekerjaanku begitu menyita waktu, dan anak-anak sekarang sedang flu. Tetapi senang bisa berbicara dengan Ayah, betul aku senang mendengar suara Ayah"
Ketika ia menutup teleponnya, aku sekarang menyadari; Dia tumbuh besar persis seperti aku;Ya betul, ternyata anakku "aku banget".
Rupanya prinsip investasi berlaku pula pada keluarga dan anak. Seorang investor yang berhasil mendapatkan return yang tinggi, adalah yang selalu peduli dan menjaga apa yang diinvestasikannya. Mulailah belajar inveastasikan waktu kita bersama keluarga kita, sekalipun kita mungkin sulit utk berbaginya, suatu saat kita akan menuai hasilnya.
Sumber: Anonymous 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:23 AM
Buku Harian Ellen
Tidak tahu pasti penulisnya siapa, karena dapatnya dr email, tapi artikel ini sangat menginspirasi saya sehingga saya salin di blog ini. harapan nya setiap pembaca blog ini juga terinspirasi.
Sering kali rasa cinta kita dan respek kita baru muncul saat kita sudah kehilangan segalanya dari orang yg kita kasihi, tapi biarlah melalui artikel ini mengajarkan kita betapa berharga nya cinta kasih dari orang yang kita kasihi, belajar menilai dan menerima cinta pasangan kita bukan dari sudut pandang kita saja.
Lima tahun sudah aku menikah dengan Ellen, hari-hari kami diselingi ketidakcocokan. Kami sering bertengkar karena hal-hal kecil. Hari ini ulang tahun Ellen dan kami bertengkar lagi karena aku bangun kesiangan. Rasa kesal membuatku tidak mengucapkan selamat ulang tahun ataupun mengecup keningnya Sore ini sudah tiga kali Ellen memintaku segera pulang untuk makan malam dengannya, tetapi permintaannya tidak kuhiraukan. Aku tiba di rumah pukul dua belas malam, dan kulihat Ellen tertidur di sofa. Aku berhenti di hadapannya. “Ia memang cantik,” kataku dalam hati. Aku menghela nafas dan masuk ke kamar Di meja rias kulihat buku harian Ellen. Bertahun-tahun ia menulis cerita hatinya di buku coklat itu dan ia tidak pernah mengizinkanku untuk membukanya.
Kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.
14 Februari 1996.
“Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku. Vincent, pacar pertama yang sekaligus menjadi pacar terakhirku.
”Hmm… aku tersenyum, Ellen begitu yakin kalau aku yang akan menjadi pendamping hidupnya.
6 September 2001.
“Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.”
23 Oktober 2001.
”Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita bernama Melly. Siapa dia Tuhan? Bukalah mataku untuk melihat apa yang Kau kehendaki. ”
4 Januari 2002.
”Aku dihampiri wanita bernama Melly. Ia menghinaku dan mengatakan bahwa Vincent selingkuh dengannya. Tuhan, berilah aku kekuatan.”Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu? Ia tidak pernah mengatakan apa pun atau menangis di hadapanku, setelah mengetahui aku telah mengkhianatinya.
Nafasku sesak, aku tak mampu membayangkan perasaan Ellen saat itu.
14 Februari 2003.
“Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya A. Vincent W. Terima kasih Tuhan!”
7 April 2006.
“Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Aku lelah karena seharian di mal mencari jam idaman Vincent. Aku ingin membelikan hadiah di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku…."
Air mata penyesalan tak berhenti mengalir. Ellen mencoba membahagiakanku, tapi aku malah memarahinya.
15 November 2007.
“Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuknya."
Ellen tak pernah mengatakan meja itu sebagai hadiah Natal dan aku kembali memarahinya tanpa pernah memberinya kesempatan untuk menjelaskan.
Rasanya aku sudah tak sanggup lagi membuka lembaran berikutnya. Aku berlari ke luar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun. “Maafkan aku Ellen, aku mencintaimu. Selamat ulang tahun,” kataku penuh cinta.
Cinta selalu mampu mengajar kita berkorban demi kebahagiaan orang yang kita cintai.
0 comments Posted by Susanti Khosya jam 11:28 AM
Sering kali rasa cinta kita dan respek kita baru muncul saat kita sudah kehilangan segalanya dari orang yg kita kasihi, tapi biarlah melalui artikel ini mengajarkan kita betapa berharga nya cinta kasih dari orang yang kita kasihi, belajar menilai dan menerima cinta pasangan kita bukan dari sudut pandang kita saja.
Lima tahun sudah aku menikah dengan Ellen, hari-hari kami diselingi ketidakcocokan. Kami sering bertengkar karena hal-hal kecil. Hari ini ulang tahun Ellen dan kami bertengkar lagi karena aku bangun kesiangan. Rasa kesal membuatku tidak mengucapkan selamat ulang tahun ataupun mengecup keningnya Sore ini sudah tiga kali Ellen memintaku segera pulang untuk makan malam dengannya, tetapi permintaannya tidak kuhiraukan. Aku tiba di rumah pukul dua belas malam, dan kulihat Ellen tertidur di sofa. Aku berhenti di hadapannya. “Ia memang cantik,” kataku dalam hati. Aku menghela nafas dan masuk ke kamar Di meja rias kulihat buku harian Ellen. Bertahun-tahun ia menulis cerita hatinya di buku coklat itu dan ia tidak pernah mengizinkanku untuk membukanya.
Kuraih buku coklat itu dan kubuka halaman demi halaman secara acak.
14 Februari 1996.
“Terima kasih Tuhan atas pemberianMu yang berarti bagiku. Vincent, pacar pertama yang sekaligus menjadi pacar terakhirku.
”Hmm… aku tersenyum, Ellen begitu yakin kalau aku yang akan menjadi pendamping hidupnya.
6 September 2001.
“Tak sengaja kulihat Vincent makan malam dengan wanita lain sambil tertawa mesra. Tuhan, aku mohon agar Vincent tidak pindah ke lain hati.”
23 Oktober 2001.
”Aku menemukan surat ucapan terima kasih untuk Vincent, atas candle light dinner di hari ulang tahun seorang wanita bernama Melly. Siapa dia Tuhan? Bukalah mataku untuk melihat apa yang Kau kehendaki. ”
4 Januari 2002.
”Aku dihampiri wanita bernama Melly. Ia menghinaku dan mengatakan bahwa Vincent selingkuh dengannya. Tuhan, berilah aku kekuatan.”Bagaimana mungkin Ellen sekuat itu? Ia tidak pernah mengatakan apa pun atau menangis di hadapanku, setelah mengetahui aku telah mengkhianatinya.
Nafasku sesak, aku tak mampu membayangkan perasaan Ellen saat itu.
14 Februari 2003.
“Hari minggu yang luar biasa, aku telah menjadi Nyonya A. Vincent W. Terima kasih Tuhan!”
7 April 2006.
“Vincent marah padaku, aku tertidur pulas saat ia pulang sehingga ia menunggu di depan rumah agak lama. Aku lelah karena seharian di mal mencari jam idaman Vincent. Aku ingin membelikan hadiah di hari ulang tahunnya yang tinggal 2 hari lagi. Tuhan, beri kedamaian di hati Vincent agar ia tidak marah lagi padaku…."
Air mata penyesalan tak berhenti mengalir. Ellen mencoba membahagiakanku, tapi aku malah memarahinya.
15 November 2007.
“Vincent butuh meja untuk menaruh kopi di ruang keluarga, dia sangat suka membaca di sudut ruang itu. Tuhan, bantu aku menabung agar aku dapat membelikan sebuah meja, hadiah Natal untuknya."
Ellen tak pernah mengatakan meja itu sebagai hadiah Natal dan aku kembali memarahinya tanpa pernah memberinya kesempatan untuk menjelaskan.
Rasanya aku sudah tak sanggup lagi membuka lembaran berikutnya. Aku berlari ke luar kamar, kukecup kening Ellen dan ia terbangun. “Maafkan aku Ellen, aku mencintaimu. Selamat ulang tahun,” kataku penuh cinta.
Cinta selalu mampu mengajar kita berkorban demi kebahagiaan orang yang kita cintai.
0 comments Posted by Susanti Khosya jam 11:28 AM
Bagai Tempayan Yang Retak

sudah lama nggak update artikel di blog ini, tiba2 waktu baca sebuah artikel lama yang pernah disimpan ada sesuatu yang Tuhan taruh dihatiku , ingin aku bagikan, tentang tempayan yang retak, seringkali kita merasa diri kita kurang berguna dibanding orang lain, termasuk aku juga...hehe, seperti tempayan yang retak yang seakan-akan berfungsi tidak maksimal, tapi biarlah melalui artikel ini kita sama2 mengerti setiap kita berharga dan Tuhan sanggup pakai ketidak sempurnaan kita menjadi tepat pada fungsinya dan berharga untuk menolong sesama, seperti firmanNya di efesus2:10 ( " Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya, Ia mau supaya kita hidup didalamnya " )
Kisah Tempayan Retak :
Seorang ibu Cina yang sudah tua memiliki dua buah tempayan, yang dipikul di pundaknya dengan menggunakan sebatang bambu.
Salah satu dari tempayan itu retak, sedangkan yang satunya tak bercela dan selalu memuat air hingga penuh.
Setibanya di rumah setelah menempuh perjalanan panjang dari sungai, air di tempayan yang retak tinggal separuh.
Selama dua tahun hal ini berlangsung setiap hari, dimana ibu itu membawa pulang air hanya satu setengah tempayan.
Tentunya si tempayan yang utuh sangat bangga akan pencapaiannya.
Namun tempayan yang retak merasa malu akan kekurangannya dan sedih sebab hanya bisa memenuhi setengah dari kewajibannya.
Setelah 2 tahun yang dianggapnya sebagai kegagalan, akhirnya dia berbicara kepada ibu tua di dekat sungai.
“Aku malu, sebab air bocor mela-lui bagian tu-buhku yang retak di sepanjang jalan menuju ke rumahmu.”
Ibu itu tersenyum, “Tidakkah kau lihat bunga beraneka warna di jalur yang kau lalui, namun tidak ada di jalur yang satunya?
Aku sudah tahu kekurang-anmu, jadi aku menabur benih bunga di jalurmu dan setiap hari dalam perjalan-an pulang kau menyirami benih-benih itu.
Selama dua tahun aku bisa memetik bunga-bunga cantik untuk menghias meja.
Kalau kau tidak seperti itu, maka rumah ini tidak seasri seperti ini sebab tidak ada bunga.”
Kita semua mempunyai kekurangan masing-masing …
Namun keretakan dan kekurangan itulah yang menjadikan hidup
kita bersama menyenang-kan dan memuaskan.
kita bersama menyenang-kan dan memuaskan.
Kita harus menerima setiap orang apa adanya dan mencari yang terbaik dalam diri mereka.
Rekan-rekan sesama tempayan yang retak, semoga hari kalian menyenangkan. Jangan lupa mencium wanginya bunga-bunga di jalur kalian.
1 comments Posted by Susanti Khosya jam 2:44 PM
A Story of a dog named Faith
Seekor anjing ini berjalan dengan hanya menggunakan 2 kaki saja, namanya adalah Faith (Keyakinan). Faith lahir pada tahun 2002, sehari sebelum hari Natal . Pada waktu baru dilahirkan, Faith memiliki 3 kaki, yaitu 2 kaki belakang, dan 1 kaki depan. Satu kaki depannya akhirnya diamputasi karena bentuknya kecil dan tidak berkembang. Sejak dilahirkan, Faith tidak dapat berjalan selayaknya anjing yang normal, dia hanya bisa terbaring dengan lemah diatas lantai, dan menggerakkan tubuhnya dengan cara mengayuh dengan kedua kaki belakangnya. Bahkan induknya sendiripun ingin membunuh anaknya dikarenakan merasa anaknya tidak dapat berkembang seperti anjing yang normal.Majikannya berpikir kalau Faith tidak akan bisa bertahan hidup, bahkan merencanakan untuk membiarkannya mati. Untungnya, ada sebuah keluarga Stringfellow (yang juga akhirnya menjadi majikan baru Faith sampai sekarang ini) menemukan Faith dan rela untuk merawatnya. Mereka bertekad untuk melatih Faith menjadi seekor anjing yang dapat berjalan. Keluarga ini memberinya nama Faith (Keyakinan). Mereka yakin akan ada suatu hari dimana Faith dapat berjalan!

Pertama-tama mereka meletakkan Faith diatas sebuah skateboard agar Faith dapat merasakan badannya bergerak. Kemudian mereka menggunakan selai kacang yang diletakkan di sebuah sendok untuk memancingnya agar mau melompat dan merebut selai kacang tersebut. Di keluarga itu juga terdapat seekor anjing lain yang memaksa Faith untuk mau bergerak. Keajaiban pun terjadi, Faith perlahan-lahan akhirnya dapat menggunakan kedua kaki belakangnya dengan gerakan melompat untuk bergerak maju ke depan. Dengan latihan yang terus menerus, Faith akhirnya dapat berjalan dengan kedua kaki selayaknya seorang manusia, dan proses latihan ini hanya membutuhkan waktu tidak sampai 6 bulan.

Faith sangat suka sekali berlari kemana saja, kemana saja dia pergi selalu menarik perhatian orang-orang di sekitarnya. Sebenarnya, Faith sudah mulai dikenal oleh orang-orang di berbagai belahan dunia. Pernah juga diliput oleh berbagai acara di televisi dan juga surat kabar, dan juga telah terbit sebuah buku berjudul "With a little Faith" yang menceritakan kisahnya. Bahkan sempat direncanakan untuk tampil sebagai bintang tamu di salah satu episode film Harry Potter.
Sekarang Jude Stringfellow (majikan Faith) tidak perlu lagi melatih Faith, karena telah merencanakan untuk membawa Faith pergi ke seluruh dunia untuk menyebarkan pesan "Tidak memiliki tubuh yang sempurna, juga dapat memiliki jiwa yang sempurna".


Manusia kadang mengalami hal-hal di dalam hidupnya yang tidak sesuai harapannya. Kadang, kita perlu merubah pikiran kita agar dapat merubah suasana hati kita.
Semoga artikel cerita ini dapat membawa suasana hati yang baru kepada teman-teman semuanya, menggunakan hati yang bersyukur dan puas untuk melewati setiap hari yang kita lewati dengan indah. Jangan pernah berhenti untuk mengembangkan kemampuan diri kita, barulah dikatakan manusia yang memiliki semangat. GBU
Salam Penuh Smangat...!!!!
Versi aslinya di : www.faiththedog.net
Cerita Kebosanan
Seorang tua yang bijak ditanya oleh tamunya.
Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."
Tamu : "Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."
Tamu : "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."
Tamu : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Pak Tua: "Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"
Tamu : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."
Pak Tua : "Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."
Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"
Pak Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"
Pak Tua : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."
Tamu : "Contohnya? "
Pak Tua : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu : "Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"
Sambil tersenyum Pak Tua berkata:
"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria." 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 8:40 AM
Tamu : "Sebenarnya apa itu perasaan 'bosan', pak tua?"
Pak Tua : "Bosan adalah keadaan dimana pikiran menginginkan perubahan, mendambakan sesuatu yang baru, dan menginginkan berhentinya rutinitas hidup dan keadaan yang monoton dari waktu ke waktu."
Tamu : "Kenapa kita merasa bosan?"
Pak Tua : "Karena kita tidak pernah merasa puas dengan apa yang kita miliki."
Tamu : "Bagaimana menghilangkan kebosanan?"
Pak Tua : "Hanya ada satu cara, nikmatilah kebosanan itu, maka kita pun akan terbebas darinya."
Tamu : "Bagaimana mungkin bisa menikmati kebosanan?"
Pak Tua: "Bertanyalah pada dirimu sendiri: mengapa kamu tidak pernah bosan makan nasi yang sama rasanya setiap hari?"
Tamu : "Karena kita makan nasi dengan lauk dan sayur yang berbeda, Pak Tua."
Pak Tua : "Benar sekali, anakku, tambahkan sesuatu yang baru dalam rutinitasmu maka kebosanan pun akan hilang."
Tamu: "Bagaimana menambahkan hal baru dalam rutinitas?"
Pak Tua : "Ubahlah caramu melakukan rutinitas itu. Kalau biasanya menulis sambil duduk, cobalah menulis sambil jongkok atau berbaring. Kalau biasanya membaca di kursi, cobalah membaca sambil berjalan-jalan atau meloncat-loncat. Kalau biasanya menelpon dengan tangan kanan, cobalah dengan tangan kiri atau dengan kaki kalau bisa. Dan seterusnya."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa hari kemudian Tamu itu mengunjungi Pak Tua lagi.
Tamu : "Pak tua, saya sudah melakukan apa yang Anda sarankan, kenapa saya masih merasa bosan juga?"
Pak Tua : "Coba lakukan sesuatu yang bersifat kekanak-kanakan."
Tamu : "Contohnya? "
Pak Tua : "Mainkan permainan yang paling kamu senangi di waktu kecil dulu."
Lalu Tamu itu pun pergi.
Beberapa minggu kemudian, Tamu itu datang lagi ke rumah Pak Tua.
Tamu : "Pak tua, saya melakukan apa yang Anda sarankan. Di setiap waktu senggang saya bermain sepuas-puasnya semua permainan anak-anak yang saya senangi dulu. Dan keajaibanpun terjadi. Sampai sekarang saya tidak pernah merasa bosan lagi, meskipun di saat saya melakukan hal-hal yang dulu pernah saya anggap membosankan. Kenapa bisa demikian, Pak Tua?"
Sambil tersenyum Pak Tua berkata:
"Karena segala sesuatu sebenarnya berasal dari pikiranmu sendiri, anakku. Kebosanan itu pun berasal dari pikiranmu yang berpikir tentang kebosanan. Saya menyuruhmu bermain seperti anak kecil agar pikiranmu menjadi ceria. Sekarang kamu tidak merasa bosan lagi karena pikiranmu tentang keceriaan berhasil mengalahkan pikiranmu tentang kebosanan. Segala sesuatu berasal dari pikiran. Berpikir bosan menyebabkan kau bosan. Berpikir ceria menjadikan kamu ceria." 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 8:40 AM
Ada Tetesan Setelah Tetesan Terakhir
Pasar malam dibuka di sebuah kota . Penduduk menyambutnya dengan gembira. Berbagai macam permainan, stand makanan dan pertunjukan diadakan. Salah satu yang paling istimewa adalah atraksi manusia kuat.
Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.
Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.
'Hingga tetes terakhir', pikirnya.
Manusia kuat lalu menantang para penonton: "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!
"Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?
"Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton. Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.
Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.
Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.
Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?
"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.
Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".
Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan.
Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.
"Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak.
Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. (Bits & Pieces, The Economics Press) 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 4:30 PM
Begitu banyak orang setiap malam menyaksikan unjuk kekuatan otot manusia kuat ini.
Manusia kuat ini mampu melengkungkan baja tebal hanya dengan tangan telanjang. Tinjunya dapat menghancurkan batu bata tebal hingga berkeping-keping.
Ia mengalahkan semua pria di kota itu dalam lomba panco. Namun setiap kali menutup pertunjukkannya ia hanya memeras sebuah jeruk dengan genggamannya. Ia memeras jeruk tersebut hingga ke tetes terakhir.
'Hingga tetes terakhir', pikirnya.
Manusia kuat lalu menantang para penonton: "Hadiah yang besar kami sediakan kepada barang siapa yang bisa memeras hingga keluar satu tetes saja air jeruk dari buah jeruk ini!
"Kemudian naiklah seorang lelaki, seorang yang atletis, ke atas panggung. Tangannya kekar. Ia memeras dan memeras... dan menekan sisa jeruk... tapi tak setetespun air jeruk keluar. Sepertinya seluruh isi jeruk itu sudah terperas habis. Ia gagal. Beberapa pria kuat lainnya turut mencoba, tapi tak ada yang berhasil. Manusia kuat itu tersenyum-senyum sambil berkata : "Aku berikan satu kesempatan terakhir, siapa yang mau mencoba?
"Seorang wanita kurus setengah baya mengacungkan tangan dan meminta agar ia boleh mencoba. "Tentu saja boleh nyonya. Mari naik ke panggung." Walau dibayangi kegelian di hatinya, manusia kuat itu membimbing wanita itu naik ke atas pentas. Beberapa orang tergelak-gelak mengolok-olok wanita itu. Pria kuat lainnya saja gagal meneteskan setetes air dari potongan jeruk itu apalagi ibu kurus tua ini. Itulah yang ada di pikiran penonton. Wanita itu lalu mengambil jeruk dan menggenggamnya. Semakin banyak penonton yang menertawakannya. Lalu wanita itu mencoba memegang sisa jeruk itu dengan penuh konsentrasi. Ia memegang sebelah pinggirnya, mengarahkan ampas jeruk ke arah tengah, demikian terus ia ulangi dengan sisi jeruk yang lain. Ia terus menekan serta memijit jeruk itu, hingga akhirnya memeras... dan "ting!" setetes air jeruk muncul terperas dan jatuh di atas meja panggung.
Penonton terdiam terperangah. Lalu cemoohan segera berubah menjadi tepuk tangan riuh.
Manusia kuat lalu memeluk wanita kurus itu, katanya, "Nyonya, aku sudah melakukan pertunjukkan semacam ini ratusan kali. Dan, banyak orang pernah mencobanya agar bisa membawa pulang hadiah uang yang aku tawarkan, tapi mereka semua gagal. Hanya Anda satu-satunya yang berhasil memenangkan hadiah itu.
Boleh aku tahu, bagaimana Anda bisa melakukan hal itu?
"Begini," jawab wanita itu, "Aku adalah seorang janda yang ditinggal mati suamiku. Aku harus bekerja keras untuk mencari nafkah bagi hidup kelima anakku.
Jika engkau memiliki tanggungan beban seperti itu, engkau akan mengetahui bahwa selalu ada tetesan air walau itu di padang gurun sekalipun. Engkau juga akan mengetahui jalan untuk menemukan tetesan itu. Jika hanya memeras setetes air jeruk dari ampas yang engkau buat, bukanlah hal yang sulit bagiku".
Selalu ada tetesan setelah tetesan terakhir. Aku telah ratusan kali mengalami jalan buntu untuk semua masalah serta kebutuhan yang keluargaku perlukan.
Namun hingga saat ini aku selalu menerima tetes berkat untuk hidup keluargaku. Aku percaya Tuhanku hidup dan aku percaya tetesan berkat-Nya tidak pernah kering, walau mata jasmaniku melihat semuanya telah kering. Aku punya alasan untuk menerima jalan keluar dari masalahku. Saat aku mencari, aku menerimanya karena ada pribadi yang mengasihiku.
"Bila Anda memiliki alasan yang cukup kuat, Anda akan menemukan jalannya", demikian kata seorang bijak.
Seringkali kita tak kuat melakukan sesuatu karena tak memiliki alasan yang cukup kuat untuk menerima hal tersebut. (Bits & Pieces, The Economics Press) 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 4:30 PM
Beauty Tips
Berikut ini adalah kutipan dari Audrey Hepburn ketika ia diminta menceritakan rahasia kecantikannya.

Ingatlah, setiap kali anda memerlukan pertolongan, itu sudah tersedia di ujung tangan anda.
Dengan bertambahnya usia, ingatlah bahwa anda memiliki tangan kedua: Yang pertama untuk menolong diri sendiri dan yang kedua untuk menolong sesama.

0
comments
Posted by
Susanti Khosya
jam
10:40 AM

Untuk bibir yang indah, ucapkanlah hanya perkataan yang baik.
Untuk mata yang indah, biasakan hanya melihat kebaikan dalam diri orang lain.
Untuk tubuh yang langsing, selalu mau berbagi makanan dengan yang kelaparan.
Untuk memiliki rambut yang indah, ijinkanlah anak-anak anda menyentuh rambut anda sedikitnya sekali sehari.
Untuk ketenangan, berjalanlah dengan keyakinan bahwa anda tak pernah sendiri.
Orang, melebihi barang, harus disayangi, diperbaharui, disegarkan, diteguhkan, dibela, diselamatkan… jangan pernah membuang seorangpun.
Untuk tubuh yang langsing, selalu mau berbagi makanan dengan yang kelaparan.
Untuk memiliki rambut yang indah, ijinkanlah anak-anak anda menyentuh rambut anda sedikitnya sekali sehari.
Untuk ketenangan, berjalanlah dengan keyakinan bahwa anda tak pernah sendiri.Orang, melebihi barang, harus disayangi, diperbaharui, disegarkan, diteguhkan, dibela, diselamatkan… jangan pernah membuang seorangpun.
Ingatlah, setiap kali anda memerlukan pertolongan, itu sudah tersedia di ujung tangan anda.
Dengan bertambahnya usia, ingatlah bahwa anda memiliki tangan kedua: Yang pertama untuk menolong diri sendiri dan yang kedua untuk menolong sesama.
“Nasihat kuno masih berlaku – orang lain perlu didahulukan dan baru kemudian diri sendiri … Inilah etika yang mendidik dan membesarkan saya. Orang lain lebih penting dari pada diri sendiri, jadi jangan rewel / menggerutu, tapi majulah terus.”
Kecantikan sejati seorang wanita bukan terletak pada penampilannya, cara berpakaiannya, kualitas baju yang dipakainya, atau caranya menata rambut. Kecantikan wanita terlihat dimatanya, karena itulah jendela jiwa dimana kasih berada.
Kecantikan sejati seorang wanita bukan terletak pada penampilannya, cara berpakaiannya, kualitas baju yang dipakainya, atau caranya menata rambut. Kecantikan wanita terlihat dimatanya, karena itulah jendela jiwa dimana kasih berada.
Kecantikan sejati seorang wanita bertambah seiring bertambahnya usia.

Kecantikan seorang wanita bukan pada penampakan luarnya.
Kecantikan sejati seorang wanita dipantulkan jiwanya. Dalam kebaikan hati, kepedulian dan kasih sayang yang dinyatakan pada sekitarnya

Kecantikan sejati seorang wanita dipantulkan jiwanya. Dalam kebaikan hati, kepedulian dan kasih sayang yang dinyatakan pada sekitarnya

Anda seorang yang unik
Allah mengasihi anda sebagaimana dijadikan-Nya, dan anda indah, cantik di pemandangan-Nya.
Kita semua adalah unik dan spesial. Di pemandang Allah tak ada yang jelek, bagaimanapun wujud kita…
“Tuhan Yesus, Kau dapat menjadikanku sempurna menurut standarku atau orang lain.
Allah mengasihi anda sebagaimana dijadikan-Nya, dan anda indah, cantik di pemandangan-Nya.
Kita semua adalah unik dan spesial. Di pemandang Allah tak ada yang jelek, bagaimanapun wujud kita…
“Tuhan Yesus, Kau dapat menjadikanku sempurna menurut standarku atau orang lain.
Tapi kau tidak melakukannya. Melainkan kau menjadikanku menurut cara-Mu – sempurna menurut standar-Mu. Meragukan hal ini artinya meragukan kasih-Mu. Tapi menyadari hal ini membuat kami menemukan damai, rasa aman dan kasih yang sempurna dalam kasih-Mu. Terimalah aku saat ini, sebagaimana adanya ke dalam hati-Mu yang terdalam. Amin”
Where there is a Will, There are lot of Ways "
This is What Attitude Really Means .....!!!!! ..... ?
Tuhan selalu perlengkapi setiap anak2nya dengan talenta yg dari Dia, kalau kita lihat foto diatas , belum tentu kita sebagai orang yg Tuhan ciptakan dengan keadaan normal bisa melakukan hal tsb diatas hanya dengan mengandalkan kaki yg cacat, Betapa ajaib karya Allah dalam hidup orang tsb, karena itu biarlah kita tidak bersungut sungut atau putus asa saat semuanya tidak seperti yg kita harapkan dalam hidup ini, karena Allah selalu punya karya yg indah dalam hidup kita, Dia selalu sanggup membuat hidup kita berharga bagi orang lain ....
You Can't Fail If You Never Give up
Belajar dari kesalahan
Bila anda melakukan sesuatu, ada kemungkinana anda membuat suatu kesalahan. Bila anda membuat kesalahan itu adalah hal yang hebaty. Karena anda berkesempatan belajar sesuatu.
Akui kesalahan anda, teliti dan pelajari secara mendalam, Jawablah kesalahan anda tersebut. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yg salah, anda dibantu untuk menemukan apa yg benar.
Tom watson, pendiri IBM tahu persis nilai sebuah kesalahan. Suatu saat seorang pegawai membuat kesalahan besar yg merugikan IBM senilai jutaan dolar. Sang pegawai yang dipanggil ke akntor watson berkata " "Anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri." Jawab Watson " Anda pasti bercanda, saya baru menghabiskan 10 juta dolar untuk mendidik anda...."
Orang yg berbakat sukses, akan belajar dari apa yg terjadi, termasuk kesalahan. Bila anda membuat sebuah kesalahan, hal yg terbaik adalah mengumpulkan kembali keping2 yg terserak, dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.
Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan, selanjutnya manfaatkan pengetahuan baru anda itu.
Jadikan kegagalan sebagai kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih baik. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:58 AM
Akui kesalahan anda, teliti dan pelajari secara mendalam, Jawablah kesalahan anda tersebut. Kesalahan adalah guru yang luar biasa. Dengan mengenal apa yg salah, anda dibantu untuk menemukan apa yg benar.
Tom watson, pendiri IBM tahu persis nilai sebuah kesalahan. Suatu saat seorang pegawai membuat kesalahan besar yg merugikan IBM senilai jutaan dolar. Sang pegawai yang dipanggil ke akntor watson berkata " "Anda pasti menghendaki saya mengundurkan diri." Jawab Watson " Anda pasti bercanda, saya baru menghabiskan 10 juta dolar untuk mendidik anda...."
Orang yg berbakat sukses, akan belajar dari apa yg terjadi, termasuk kesalahan. Bila anda membuat sebuah kesalahan, hal yg terbaik adalah mengumpulkan kembali keping2 yg terserak, dan memperhatikan bagaimana hal itu bisa terjadi.
Jangan menangisi kesalahan. Periksa dan pelajari kesalahan, selanjutnya manfaatkan pengetahuan baru anda itu.
Jadikan kegagalan sebagai kesempatan untuk memulai lagi dengan lebih baik. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:58 AM
The Winner and the Looser
Seekor kelinci sedang duduk santai ditepi pantai, tiba tiba datanglah seekor rubah jantan besar yg hendak memangsanya, Lalu kelinci itu berkata " Kalau kamu berani, hayo kita berkelahi didalam lubang kelinci yg kalah akan menjadi santapan yg menang, dan saya yakin akan menang".
Sang rubah jantan merasa tertantang, "dimanapun jadi, masa kelinci bisa memang melawan aku ?" Mereka pun masuk kedalam sarang kelinci, sepuluh menit kemudian kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai, sambil memakai kacamata hitam dan topi pantai tiba2 datang seekor serigala besar yg hendak memangsanya, lalu kelinci berkata " Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi didalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yg menang, dan saya yakin saya akan menang. "Serigala merasa tertantang. dimanapun jadi masakan kelinci bisa menang melawan aku ?"
Mereka pun masuk kedalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha serigala dan melahapnya
Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung pantai, tiba tiba seekor beruang besar datang dan hendak memangsahnya, Lalu kelinci berkata " Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di lubang kelinci, yg kalah akan jadi santapan yg menang, dan saya yakin saya akan menang. sang beruang merasa tertantang, "dimanapun jadi, masa kelinci bisa menang melawan aku ?" merekapun masuk kedalam sarang kelinci, tiga puluh menit kemudian kelinci keluar sambil mengenggam setangkai beruang dan melahapnya dengan nikmat.
Pohon kelapa melambai lambai, lembayung senja sudah tiba habis sudah waktu bersantai, Sang kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai " Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan !!"
Keluarlah seekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau dari lubang itu, sambil menguap harimau berkata " kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang
The winner selalu berpikir mengenai kerja sama, sementara The looser selalu berpikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:47 AM
Sang rubah jantan merasa tertantang, "dimanapun jadi, masa kelinci bisa memang melawan aku ?" Mereka pun masuk kedalam sarang kelinci, sepuluh menit kemudian kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha rubah dan melahapnya dengan nikmat.
Sang kelinci kembali bersantai, sambil memakai kacamata hitam dan topi pantai tiba2 datang seekor serigala besar yg hendak memangsanya, lalu kelinci berkata " Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi didalam lubang kelinci, yang kalah akan jadi santapan yg menang, dan saya yakin saya akan menang. "Serigala merasa tertantang. dimanapun jadi masakan kelinci bisa menang melawan aku ?"
Mereka pun masuk kedalam sarang kelinci, Lima belas menit kemudian sang kelinci keluar sambil menggenggam setangkai paha serigala dan melahapnya
Sang kelinci kembali bersantai, sambil memasang payung pantai, tiba tiba seekor beruang besar datang dan hendak memangsahnya, Lalu kelinci berkata " Kalau memang kamu berani, hayo kita berkelahi di lubang kelinci, yg kalah akan jadi santapan yg menang, dan saya yakin saya akan menang. sang beruang merasa tertantang, "dimanapun jadi, masa kelinci bisa menang melawan aku ?" merekapun masuk kedalam sarang kelinci, tiga puluh menit kemudian kelinci keluar sambil mengenggam setangkai beruang dan melahapnya dengan nikmat.
Pohon kelapa melambai lambai, lembayung senja sudah tiba habis sudah waktu bersantai, Sang kelinci melongok kedalam lubang kelinci, sambil melambai " Hai, keluar, sudah sore, besok kita teruskan !!"
Keluarlah seekor harimau dari lubang itu, sangat besar badannya. Sambil menguap Harimau dari lubang itu, sambil menguap harimau berkata " kerjasama kita sukses hari ini, kita makan kenyang dan saya tidak perlu berlari mengejar kencang
The winner selalu berpikir mengenai kerja sama, sementara The looser selalu berpikir bagaimana menjadi tokoh yang paling berjaya. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:47 AM
Kehidupan Elang
Elang merupakan jenis unggas yang mempunyai umur paling panjang didunia. Umurnya dapat mencapai 70 tahun. Tetapi untuk mencapai umur sepanjang itu seekor elang harus membuat suatu keputusan yang sangat berat pada umurnya yang ke 40.
Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!
Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!
God Bless You !. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 2:08 PM
Ketika elang berumur 40 tahun, cakarnya mulai menua, paruhnya menjadi panjang dan membengkok hingga hampir menyentuh dadanya. Sayapnya menjadi sangat berat karena bulunya telah tumbuh lebat dan tebal,sehingga sangat menyulitkan waktu terbang. Pada saat itu, elang hanya mempunyai dua pilihan: Menunggu kematian, atau Mengalami suatu proses transformasi yang sangat menyakitkan --- suatu proses transformasi yang panjang selama 150 hari.
Untuk melakukan transformasi itu, elang harus berusaha keras terbang keatas puncak gunung untuk kemudian membuat sarang ditepi jurang , berhenti dan tinggal disana selama proses transformasi berlangsung.
Pertama-tama, elang harus mematukkan paruhnya pada batu karang sampai paruh tersebut terlepas dari mulutnya, kemudian berdiam beberapa lama menunggu tumbuhnya paruh baru. Dengan paruh yang baru tumbuh itu, ia harus mencabut satu persatu cakar-cakarnya dan ketika cakar yang baru sudah tumbuh, ia akan mencabut bulu badannya satu demi satu. Suatu proses yang panjang dan menyakitkan. Lima bulan kemudian, bulu-bulu elang yang baru sudah tumbuh. Elang mulai dapat terbang kembali. Dengan paruh dan cakar baru, elang tersebut mulai menjalani 30 tahun kehidupan barunya dengan penuh energi!
Dalam kehidupan kita ini, kadang kita juga harus melakukan suatu keputusan yang sangat berat untuk memulai sesuatu proses pembaharuan. Kita harus berani dan mau membuang semua kebiasaan lama yang mengikat, meskipun kebiasaan lama itu adalah sesuatu yang menyenangkan dan melenakan.
Kita harus rela untuk meninggalkan perilaku lama kita agar kita dapat mulai terbang lagi menggapai tujuan yang lebih baik di masa depan. Hanya bila kita bersedia melepaskan beban lama, membuka diri untuk belajar hal-hal yang baru, kita baru mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kita yang terpendam, mengasah keahlian baru dan menatap masa depan dengan penuh keyakinan.
Halangan terbesar untuk berubah terletak di dalam diri sendiri dan andalah sang penguasa atas diri anda. Jangan biarkan masa lalu menumpulkan asa dan melayukan semangat kita. Anda adalah elang-elang itu.Perubahan pasti terjadi. Maka itu, kita harus berubah!
God Bless You !. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 2:08 PM
JAM TANGAN
Seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya.
"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"
"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?" "Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.
"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"
"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.
Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.
0 comments Posted by Susanti Khosya jam 11:31 AM
"Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31,104,000 kali selama setahun?"
"Ha?," kata jam terperanjat, "Mana sanggup saya?" "Bagaimana kalau 86,400 kali dalam sehari?" "Delapan puluh ribu empat ratus kali? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini?" jawab jam penuh keraguan.
"Bagaimana kalau 3,600 kali dalam satu jam?" "Dalam satu jam harus berdetak 3,600 kali? Banyak sekali itu" tetap saja jam ragu-ragu dengan kemampuan dirinya.
Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian bicara kepada si jam. "Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik?"
"Naaaa, kalau begitu, aku sanggup!" kata jam dengan penuh antusias.
Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali setiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa karena ternyata selama satu tahun penuh dia telah berdetak tanpa henti. Dan itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31,104,000 kali.
Ada kalanya kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun.
Jangan berkata "tidak" sebelum Anda pernah mencobanya.
0 comments Posted by Susanti Khosya jam 11:31 AM
Ketekunan Adalah kekuatan Anda
Apa yang anda raih sekarang adalah hasil dari usaha-usaha kecil yang anda lakukan terus menerus.
keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja.
Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha.
Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya.
Jangan hanya berhenti dilangkah pertama, Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada disini sekarang.
Setiap langkah menaikkan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.
Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah2 kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali.
Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha2 anda. ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar2 berasal dari hati anda.
GBU 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:29 AM
keberhasilan bukan sesuatu yang turun begitu saja.
Bila anda yakin pada tujuan dan jalan anda, maka anda harus memiliki ketekunan untuk tetap berusaha.
Ketekunan adalah kemampuan anda untuk bertahan ditengah tekanan dan kesulitan. Anda harus tetap mengambil langkah selanjutnya.
Jangan hanya berhenti dilangkah pertama, Memang semakin jauh anda berjalan, semakin banyak rintangan yang menghadang. Bayangkan, andai saja kemarin anda berhenti, maka anda tidak berada disini sekarang.
Setiap langkah menaikkan nilai diri anda. Apapun yang anda lakukan, jangan sampai kehilangan ketekunan anda. Karena ketekunan adalah daya tahan anda.
Pepatah mengatakan bahwa ribuan kilometer langkah dimulai dengan satu langkah. Sebuah langkah besar sebenarnya terdiri dari banyak langkah2 kecil. Dan langkah pertama keberhasilan harus anda mulai dari rumah anda. Rumah anda yang paling baik adalah hati anda. Itulah sebaik baiknya tempat untuk memulai dan untuk kembali.
Karena itu mulailah kemajuan anda dengan memajukan hati anda, kemudian pikiran anda dan usaha2 anda. ketekunan hadir bila apa yang anda lakukan benar2 berasal dari hati anda.
GBU 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:29 AM
Selalu Ada Sisi Baik
Jadilah pihak yang selalu optimis dan berusaha untuk melihat kesempatan di setiap kegagalan. Jangan bersikap pesimis yang hanya melihat kegagalan disetiap kesempatan. Orang optimis melihat donat,sedangkan orang pesimis hanya melihat lubang donat saja.
Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi anda jika saja anda mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk anda.
Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah anda bisa melihat bintang.
**************************************************************
Suatu hari, Presiden Theodore Roosevelt pergi berburu. Seekor beruang tertangkap dan diikat agar presiden dapat menembaknya, namun Presiden Roosevelt tidak mau membunuh beruang itu. Kisah ini menjadi terkenal ketika dilaporkan di surat kabar dan digambar dalam bentuk kartun.
Seorang laki2 bernama Morris Mitchom memiliki toko permen dan alat2 tulis. Istrinya yang bernama Rose kadang2 membuat boneka beruang kecil yang diletakkan di jendela toko mereka. Morris melihat kartun beruang di koran dan mendapatkan ide. Dia minta istrinya membuat beberapa beruang khusus seperti yang ada dalam gambar kartun itu.
Lalu Morris menulis surat yang ditujukan ke gedung putih, menanyakan apakah beruang baru itu boleh diberi nama seperti nama Presiden. Presiden membalas surat itu, "Saya pikir nama saya tidak begitu berharga dalam bisnis beruang, tapi anda boleh saja menggunakannya".
Maka Morris meletakkan beruang-beruang baru itu dijendela tokonya, disebelah gambar kartun. Boneka beruang itu dinamai dengan nama panggilan Presiden Roosevelt, Teddy dan sampai sekarang boneka beruang tersebut terkenal dengan nama "Teddy Bear".
GBU
*****************************************************************
Wisdom of the day
Pengalaman bukan apa yang terjadi pada anda,
melainkan
apa yang anda lakukan atas apa yang terjadi pada anda
(Aldous Huxley) 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:07 AM
Anda dapat mengembangkan keberhasilan dari setiap kegagalan. Keputusasaan dan kegagalan adalah dua batu loncatan menuju keberhasilan. Tidak ada elemen lain yang begitu berharga bagi anda jika saja anda mau mempelajari dan mengusahakannya bekerja untuk anda.
Pandanglah setiap masalah sebagai kesempatan. Hanya bila cuaca cukup gelaplah anda bisa melihat bintang.
**************************************************************
Suatu hari, Presiden Theodore Roosevelt pergi berburu. Seekor beruang tertangkap dan diikat agar presiden dapat menembaknya, namun Presiden Roosevelt tidak mau membunuh beruang itu. Kisah ini menjadi terkenal ketika dilaporkan di surat kabar dan digambar dalam bentuk kartun.
Seorang laki2 bernama Morris Mitchom memiliki toko permen dan alat2 tulis. Istrinya yang bernama Rose kadang2 membuat boneka beruang kecil yang diletakkan di jendela toko mereka. Morris melihat kartun beruang di koran dan mendapatkan ide. Dia minta istrinya membuat beberapa beruang khusus seperti yang ada dalam gambar kartun itu.
Lalu Morris menulis surat yang ditujukan ke gedung putih, menanyakan apakah beruang baru itu boleh diberi nama seperti nama Presiden. Presiden membalas surat itu, "Saya pikir nama saya tidak begitu berharga dalam bisnis beruang, tapi anda boleh saja menggunakannya".
Maka Morris meletakkan beruang-beruang baru itu dijendela tokonya, disebelah gambar kartun. Boneka beruang itu dinamai dengan nama panggilan Presiden Roosevelt, Teddy dan sampai sekarang boneka beruang tersebut terkenal dengan nama "Teddy Bear".
GBU
*****************************************************************
Wisdom of the day
Pengalaman bukan apa yang terjadi pada anda,
melainkan
apa yang anda lakukan atas apa yang terjadi pada anda
(Aldous Huxley) 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:07 AM
Kekuatan pujian
Ini kisah nyata tentang seorang penyanyi terkenal di Eropa ,Wanita bersuara bagus.
Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada,birama,dan hal lain dibidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika istrinya menyanyi.
Kalau istrinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti : bagian depan kurang tinggi, lain kali berkata bagian ini kurang pelan. Kali lain dia mengkritik "bagian akhir harusnya kres"..naik sedikit. Selalu ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau istrinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya wanita itu malas menyanyi. Dia berkeputusan "wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran..."
Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu istrinya bersuara bagus dan dia selalu memuji istrinya kalau bernyanyi.
Suatu ketika istrinya bertanya, "Pak, bagaimana laguku?"
Dia menjawab antusias, "Ma, saya ini selalu ingin pulang karena mau dengar engkau menyanyi"
Lain kali dia berkata, "Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah denganmu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi,lagumulah yang terngiang-ngiang"
Istrinya sangat bersukacita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih, dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan volume pertama dan ternyata disambut baik masyarakat.
Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.
Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan,bentakan.kecaman,amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.
GBU 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 8:31 AM
Dia bersuamikan seorang pemusik dan seorang pengarang lagu. Begitu pandainya sang suami ini tentang lagu, nada,birama,dan hal lain dibidang musik, sehingga dia selalu menemukan apa yang harus dikoreksi ketika istrinya menyanyi.
Kalau istrinya menyanyi, selalu saja ada komentar dan kritik seperti : bagian depan kurang tinggi, lain kali berkata bagian ini kurang pelan. Kali lain dia mengkritik "bagian akhir harusnya kres"..naik sedikit. Selalu ada komentar pedas yang dia lontarkan kalau istrinya menyanyi dan bersenandung. Akhirnya wanita itu malas menyanyi. Dia berkeputusan "wah, tidak usah menyanyi saja, jika semua salah. Malah kadang menjadi pertengkaran..."
Singkat cerita, karena suatu musibah, sang suami meninggal dan lama setelah itu si wanita menikah dengan seorang tukang ledeng. Tukang ledeng ini tidak tahu menahu soal musik. Yang ia tahu istrinya bersuara bagus dan dia selalu memuji istrinya kalau bernyanyi.
Suatu ketika istrinya bertanya, "Pak, bagaimana laguku?"
Dia menjawab antusias, "Ma, saya ini selalu ingin pulang karena mau dengar engkau menyanyi"
Lain kali dia berkata, "Ma, kalau saya tidak menikah dengan engkau, mungkin saya sudah tuli karena dentuman, bunyi gergaji, bunyi cericit drat pipa ledeng, gesekan pipa ledeng dan bunyi pipa lainnya yang saya dengar sepanjang hari kalau saya bekerja. Sebelum saya menikah denganmu, saya sering mimpi dan terngiang-ngiang suara gergaji yang tidak mengenakkan itu ketika tidur. Sekarang setelah menikah dan sering mendengar engkau menyanyi,lagumulah yang terngiang-ngiang"
Istrinya sangat bersukacita, tersanjung. Hal itu membuat dia gemar bernyanyi, bernyanyi dan bernyanyi. Mandi bernyanyi, masak dia bernyanyi dan tanpa disadarinya dia berlatih, berlatih, dan berlatih. Suaminya mendorong hingga dia mulai merekam dan mengeluarkan volume pertama dan ternyata disambut baik masyarakat.
Wanita ini akhirnya menjadi penyanyi terkenal, dan terkenal bukan pada saat suaminya ahli musik, tetapi suaminya seorang tukang ledeng, yang memberinya sedikit demi sedikit pujian ketika dia menyanyi.
Sedikit pujian memberikan penerimaan. Sedikit pujian memberikan rasa diterima, memberikan dorongan semangat untuk melakukan hal yang baik dan lebih baik lagi. Sedikit pujian dapat membuat seseorang bisa meraih prestasi tertinggi. Omelan,bentakan.kecaman,amarah atau kritik sesungguhnya tidak akan banyak mengubah.
GBU 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 8:31 AM
Subscribe to:
Posts (Atom)






