Sesungguhnya Aku Percaya Akan Melihat Kebaikan Tuhan Di Negeri Orang Orang Yang Hidup
RSS
Showing posts with label Artikel Rohani. Show all posts
Showing posts with label Artikel Rohani. Show all posts

3 nice stories




1. Suatu kali , semua penduduk desa berdoa memohon hujan.
Pada hari yg sama semua orang berkumpul untuk berdoa
hanya 1 bocah laki2 yg membawa PAYUNG. " ITULAH IMAN "

2. Tiap malam kita tidur , kita tidak tahu bahwa kita masih hidup saat bangun esok hari
tapi kita masih punya rencana untuk besok. " ITULAH HARAPAN

3. Teladan dari seorang bayi berusia 1 tahun.
Ketika anda melemparkannya ke udara , dia TERTAWA karena dia tahu anda
akan menangkapnya. " ITULAH KEPERCAYAAN "

Dengan Iman kita hidup sesuai dengan apa yg kita doakan.

Dengan pengharapan kita akan selalu optimis merencanakan hari depan kita.

Dengan kepercayaan kita tidak perlu kuatir, apapun yg terjadi selalu ada tangan Tuhan yang siap mengangkat hidup kita.
0 comments

Puisi anak terbuang (Ayah...sakit)

"Dan kamu, bapa-bapa, janganlah bangkitkan amarah di dalam hati anak-anakmu, tetapi didiklah mereka di dalam ajaran dan nasihat Tuhan ( Efesus 6: 4 )"




Nama-ku Chris,
Umur-ku tiga tahun,
Mata-ku bengkak…
Aku tidak bisa melihat.

Aku pasti anak yg bodoh,
Aku pasti anak yg nakal,
Apalagi yg dapat membuat,
Ayahku menjadi marah.

Aku berharap, keadaanku lebih baik,
Aku berharap, aku tidak jelek,
Jadi mungkin ibu-ku,
Akan tetap mau memeluk-ku.

Aku tidak bisa melakukan kesalahan,
Aku tidak diperbolehkan bicara sama sekali,
Atau..Aku akan dikurung ,
Sepanjang hari.

Ketika aku bangun, Aku sendirian,
Rumah ini sangat gelap,
Keluarga-ku tidak ada dirumah.

Ketika ibu-ku pulang ke rumah,
Aku mencoba untuk menjadi baik,
Jadi aku mungkin hanya mendapatkan,
Satu cambukan dimalam hari.

Aku barusan mendengar suara mobil,
Ayahku baru pulang,
Dari Diskotik….

Aku mendengar sumpah serapahnya,
Nama-ku dipanggilnya,
Aku menekan diriku sendiri,
Merapat kedinding.

Aku mencoba untuk sembunyi,
Dari mata jahatnya,
Aku sangat ketakutan sekarang,
Aku mulai menangis.

Dia menemukan-ku sedang menangis,
Memanggilku dengan kata-kata buruk,
Dia mengatakan kalau semua itu adalah kesalahan-ku,
Atas penderitaannya dikantor.

Dia menamparku dan memukulku,
Dan berteriak lebih banyak lagi kepada-ku,
Akhirnya aku dapat bebas,
Dan lari menuju kepintu.

Dia sudah mengunci pintunya,
Aku mulai berteriak histeris,
Dia menarik-ku dan melemparkan-ku,
Pada dinding kamar yang keras.

Aku jatuh kelantai,
Dengan tulang yang patah,
Dan ayahku masih melanjutkannya,
Dengan lebih banyak lagi kata kata kotor yang diucapkan.

“Maafkan Aku, Ayah” teriak-ku,
Tetapi itu sudah sangat terlambat,
Wajahnya sudah berubah,
Menjadi bentuk yang tidak bisa terbayangkan.
Penderitaan dan rasa sakit,
Lagi dan lagi…

Oh Tuhan, berikan belas kasihan-Mu,
Oh..Biarlah ini cepat berlalu.
Dan akhirnya Diapun berhenti,
Dan menuju ke pintu kamar,
Ketika aku terbaring disana, tanpa bisa bergerak,
Tergeletak dilantai.


Masih banyak anak anak yang mengalami perlakuan yang tidak wajar dari orangtua yang melahirkan nya sendiri, itulah orangtua didunia ini. Tapi sekalipun ada diantara kita yang mengalami perlakuan yang tidak semestinya dari orangtua kita, jangan kuatir dan takut, kita harus tetap bersyukur, kita punya Bapa Surgawi yang penuh kasih. Didalam Yesaya 49: 15-16 Dia berjanji akan melukiskan kita ditelapak tanganNya, Dia tidak akan pernah melupakan kita sedetikpun.

Ditelapak tanganMu , tertulis namaku
Didalam genggamanMu, Seluruh hidupku
Sungguh bangga ku punya Bapa sepertiMu
Yang tak pernah meninggalkanku....... 0 comments

Saluran Kasih

Ingatlah bahwa Hal hal kecil yang kita lakukan hari ini akan membawa pengaruh besar buat kehidupan seseorang di masa mendatang.

Tuhan selalu merindukan kita anak2 Nya bisa menjadi saluran kasih buat sesamanya. Ibarat pipa yang mengalirkan air ketempat tempat yang membutuhkan, Semakin lancar air yg mengalir keluar semakin banyak air yg bisa disedot pipa tsb. tapi kalo pipa tsb mampet apa jadinya coba... , air yang masuk ke pipa tsb juga tidak akan banyak.

seperti kesaksian yang ingin saya share :

oleh: Woody McKay Jr


Sebagai seorang supir selama beberapa tahun di sekitar awal tahun 1910-an, ayahku menyaksikan majikannya yang kaya raya secara diam-diam memberikan uang kepada banyak orang, dan sadar bahwa mereka tidak akan pernah mampu mengembalikan uang itu.

Ada satu cerita yang menonjol dalam kenanganku di antara banyak cerita yang disampaikan ayahku kepadaku. Pada suatu hari, ayahku mengantar majikannya ke sebuah kota lain untuk menghadiri sebuah pertemuan bisnis. Sebelum masuk ke kota itu, mereka berhenti untuk makan sandwich sebagai ganti santap siang.

Ketika mereka sedang makan, beberapa orang anak lewat, masing-masing menggelindingkan sebuah roda yang terbuat dari kaleng. Salah seorang di antara anak-anak itu pincang. Setelah memperhatikan lebih dekat, majikan ayahku tahu bahwa anak itu menderita club foot. Ia keluar dari mobil dan menghentikan anak itu.

"Apakah kakimu membuatmu susah?" tanya orang itu kepada si anak.

"Ya, lariku memang terhambat karenanya," sahut anak itu. "Dan aku harus memotong sepatuku supaya agak enak dipakai. Tapi aku sudah ketinggalan. Buat apa tanya-tanya?

" "Mm, aku mungkin ingin membantu membetulkan kakimu. Apakah kamu mau?"

"Tentu saja," jawab anak itu. Anak itu senang tetapi agak bingung menjawab pertanyaan itu.

Pengusaha sukses itu mencatat nama si anak lalu kembali ke mobil. Sementara itu, anak itu kembali menggelindingkan rodanya menyusul teman-temannya.


Setelah majikan ayahku kembali ke mobil, ia berkata, "Woody, anak yang pincang itu... namanya Jimmy. Umurnya delapan tahun. Cari tahu di mana ia tinggal lalu catat nama dan alamat orang tuanya. " Ia menyerahkan kepada ayahku secarik kertas bertuliskan nama anak tadi.

"Datangi orang tua anak itu siang ini juga dan lakukan yang terbaik untuk mendapatkan izin dari orang tuanya agar aku dapat mengusahakan operasinya. Urusan administrasinya biar besok saja. Katakan, aku yang menanggung seluruh biayanya.

"Mereka meneruskan makan sandwich, kemudian ayahku mengantar majikannya ke pertemuan bisnis.

Tidak sulit menemukan alamat rumah Jimmy dari sebuah toko obat di dekat situ. Kebanyakan orang kenal dengan anak pincang itu

Rumah kecil tempat Jimmy dan keluarganya tinggal sudah harus di cat ulang dan diperbaiki di sana sini. Ketika memandang ke sekeliling, ayahku melihat baju compang-camping dan bertambal-tambal dijemur di seutas tali di samping rumah. Sebuah ban bekas digantungkan pada seutas tambang pula pada sebuah pohon oak, tampaknya untuk ayunan.


Seorang wanita usia tiga puluh limaan menjawab ketukan pintu dan membuka pintu yang engselnya sudah berkarat. Ia tampak kelelahan, dan tampangnya menunjukkan bahwa hidupnya terlalu keras.

"Selamat siang," ucap ayahku memberi salam. "Apakah Anda ibu Jimmy?"


Wanita itu agak mengerutkan dahinya sebelum menyahut. "Ya. Apakah ia bermasalah?" Matanya menyapu ke arah seragam ayahku yang bagus dan disetrika rapi.

"Tidak, Bu. Saya mewakili seorang yang sangat kaya raya yang ingin mengusahakan kaki anak Anda dioperasi agar dapat bermain seperti teman-temannya. "

"Apa-apaan ini, Bung? Tak ada yang gratis dalam hidup ini."

"Ini bukan main-main. Apabila saya diperbolehkan menerangkannya kepada Anda dan suami Anda, jika ia ada saya kira semuanya akan jelas. Saya tahu ini mengejutkan. Saya tidak menyalahkan bila Anda merasa curiga."

Ia menatap ayahku sekali lagi, dan masih dengan ragu-ragu, ia mempersilahkannya masuk. "Henry," serunya ke arah dapur, "Ke mari dan bicaralah dengan orang ini. Katanya ia ingin menolong membetulkan kaki Jimmy.

"Selama hampir satu jam, ayahku menguraikan rencananya dan menjawab pertanyaan-pertanya an mereka. "Apabila Anda mengizinkan Jimmy menjalani operasi,"

katanya, "Saya akan mengirimkan surat-suratnya untuk Anda tandatangani. Sekali lagi, kami yang akan menanggung seluruh biayanya."

Masih belum bebas dari rasa terkejut, orang tua Jimmy saling memandang di antara mereka. Tampaknya mereka masih belum yakin.

"Ini kartu nama saya. Saya akan menyertakan sebuah surat kalau nanti saya mengirimkan dokumen-dokumen perizinan. Semua yang telah kita bicarakan akan saya tuliskan dalam surat itu. Andai kata masih ada pertanyaan, telepon atau tulis surat ke alamat ini." Tampaknya sedikit banyak ini memberi mereka kepastian. Ayahku pergi. Tugasnya telah ia laksanakan.

Belakangan, majikan ayahku menghubungi walikota, meminta agar seseorang dikirim ke rumah Jimmy untuk meyakinkan keluarga itu bahwa tawaran tersebut tidak melanggar hukum. Tentu saja, nama sang dermawan tidak disebutkan.

Tidak lama kemudian, dengan surat-surat perizinan yang telah ditandatangani, ayahku membawa Jimmy ke sebuah rumah sakit mewah di negara bagian lain untuk yang pertama dari lima operasi pada kakinya.

Operasi-operasi itu sukses. Jimmy menjadi anak paling disukai oleh para perawat di bangsal ortopedi rumah sakit itu. Air mata dan peluk cium seperti tak ada habisnya ketika ia akhirnya harus meninggalkan rumah sakit itu. Mereka memberikannya sebuah kenang-kenangan, sebagai tanda syukur dan peduli mereka... sepasang sepatu baru, yang dibuat khusus untuk kaki "baru"nya.

Jimmy dan ayahku menjadi sangat akrab karena sekian kali mengantarnya pulang dan pergi ke rumah sakit. Pada kebersamaan mereka yang terakhir, mereka bernyanyi-nyanyi, dan berbincang tentang apa yang akan diperbuat oleh Jimmy dengan kaki yang sudah normal dan sama-sama terdiam ketika mereka sudah sampai ke rumah Jimmy.

Sebuah senyum membanjiri wajah Jimmy ketika mereka tiba di rumah dan ia melangkah turun dari mobil. Orangtua dan dua saudara laki-lakinya berdiri berjajar di beranda rumah yang sudah tua itu. "Diam di sana, " seru Jimmy kepada mereka. Mereka memandang dengan takjub ketika Jimmy berjalan ke arah mereka.Kakinya sudah tidak pincang lagi.

Peluk, cium dan senyum seakan tak ada habisnya untuk menyambut anak yang kakinya telah "dibetulkan" itu. Orang tuanya menggeleng-gelengka n kepalanya sambil tersenyum ketika memandangnya. Mereka masih tidak bisa percaya ada orang yang belum pernah mereka kenal mengeluarkan uang begitu banyak untuk membetulkan kaki seorang anak laki-laki yang juga tidak dikenalnya.

Dermawan yang kaya raya itu melepas kacamata dan mengusap air matanya ketika ia mendengar cerita tentang anak yang pulang ke rumah itu. "Kerjakan satu hal lagi, " katanya, "Menjelang Natal, hubungi sebuah toko sepatu yang baik. Buat mereka mengirimkan undangan kepada setiap anggota keluarga Jimmy untuk datang ke toko mereka dan memilih sepatu yang mereka inginkan. Aku akan membayar semuanya. Dan beritahu mereka bahwa aku melakukan ini hanya sekali. Aku tidak ingin mereka menjadi tergantung kepadaku."

Jimmy menjadi seorang pengusaha sukses sampai ia meninggal beberapa tahun yang lalu.Sepengetahuanku, Jimmy tidak pernah tahu siapa yang membiayai operasi kakinya.

Dermawannya, adalah Mr. HENRY FORD, selalu mengatakan lebih menyenangkan berbuat sesuatu untuk orang yang tidak tahu siapa yang telah melakukannya.

Mat 6 : 3, “Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu

Mat 6 : 4, “Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu”

"Ada kebahagiaan yang kita rasakan dari menolong orang lain" (Paul Newman)





1 comments

SISANYA UNTUK TUHAN


Sering kita tidak pernah bisa memberikan persembahan yang terbaik bagi Tuhan, karena kita tidak pernah sungguh sungguh punya hati yang rindu memberi terbaik buat Tuhan.

sering kita berpikir, jika kita mempunyai uang yang banyak maka kita akan mempersembahkan uang tersebut kepada Tuhan. Jika kita akan mendapat pekerjaan yang baik, kita baru akan mempersembahkan yang lebih baik untuk Tuhan. Tetapi itu hanya impian di siang bolong kita saja. Kita selalu 'berdagang' dengan Tuhan. Dan kenyataannya tidak pernah tercapai keinginan kita tersebut, Karena motivasi kita memberi hanya karena kelebihan kita.
Secara sadar atau tidak sadar sebenarnya kelebihan menurut kita, itu merupakan sisa setelah segala keperluan kita tercukupi. waktu natal di gereja mengadakan acara mengunjungi panti asuhan dan kita jemaat dihimbau untuk mengumpulkan baju bekas untuk dibagikan ke anak anak kurang beruntung tsb. pernah nggak terlintas kita akan memberi pakaian baru yg special untuk mereka... bisa ditebak yang ada dalam pikiran kita adalah membongkar isi lemari kita dan mengeluarkan pakaian yang menurut kita "layak pakai" (second but new one ) untuk diberikan. sebenarnya motivasi kita 'memberi' itu hanya ingin mencari 'tong sampah' yang mau menerima 'pemberian' kita.

Dalam kejadian 4:3-4 , " Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu ". Jelas dikatakan bahwa Kain memberi dr sisa hasil tanahnya, sedangkan Habel memberi persembahan anak sulung kambing domba, yang terbaik dari yang dimilikinya. Firman Tuhan berkata bahwa persembahan Habel diterima sedangkan persembahan Kain di tolak.

Ingat juga kisah janda miskin di Lukas 21:1-4 , Yesus berkata di ayat 4 "Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya.". Tuhan tidak mengukur dari nominal yang janda ini beri, tapi dia melihat kesungguhan janda miskin bahwa dia belajar memberi dari kekurangannya, bahkan untuk keperluan hidupnya sendiri tidak diperdulikannya lagi.

Mari kita belajar memberi dengan motivasi hati yang benar, dengan penuh ucapan syukur karena kebaikan Tuhan dalam hidup kita, yang memuliakan Bapa kita disurga. Bukan memberi karena ada sisa , kita merasa punya kelebihan atau berkecukupan bahkan yang lebih parah lagi karena ingin dilihat baik oleh orang lain...

Seberapa besar kerinduan kita untuk belajar memberi yang terbaik, karena Tuhan juga sudah memberi segalanya buat kita.....
1 comments

LIMA JARI BERDOA

Setiap jari kita dapat menunjukan Doa doa kita untuk orang orang yang ada di kehidupan kita.


JARI JEMPOL

Jari ini adalah jari yang paling dekat dengan anda, ketika anda sedang melipat tangan dan berdoa bagi orang-orang yang sangat akrab dengan anda. Sebutkan nama-nama mereka yang anda kenal dengan baik. bagi CS. Lewis, mendoakan orang-orang yang kita kasihi adalah "A SWEET DUTY".



JARI TELUNJUK

Jari berikut adalah si telunjuk. Doakan bagi mereka yang mengajar. ini termasuk hamba-hamba Tuhan, dosen, dokter dan para pendidik lainnya. mereka butuh dukungan dan hikmat agar dapat menunjukan arah yang tepat bagi mereka yang membutuhkan jasa mereka. Doakanlah mereka selalu.



JARI TENGAH

Ini jari yang paling tinggi, berarti kita harus ingat pada para pemimpin bangsa. doakan presiden hingga para pejabat dibawahnya. doakan para pemimpin organisasi sosial maupun bisnis. Mereka sering mempengaruhi bangsa kita dan membimbing opini publik. mereka sangat butuh bantuan dari-Nya.



JARI MANIS

Jari keempat adalah jari yang paling lemah. nah, guru piano pun biasanya cukup kebingungan ketika berhadapan dengan si jari yang lemah ini. oleh karena itu, mari kita doakan bagi saudara-saudara kita yang lemah, yang sedang terkena musibah dan lain-lain. kita doakan bagi mereka yang dianggap sebagai sampah masyarakat . mereka sangat butuh bantuan dan doa dari anda.



JARI KELINGKING

Jari terakhir ini paling kecil di antara jari -jari manusia. Inilah yang menggambarkan sikap kita yang seharusnya rendah hati saat berhubungan dengan Tuhan dan sesama. jadi, jangan lupakan berdoa bagi diri sendiri agar memiliki buah roh dan meneladani kehidupan YESUS KRISTUS, Tuhan kita. 0 comments

Melihat kebaikan Tuhan

keadaan hidup yang sering kali tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan membuat kita meragukan kebaikan Tuhan dalam hidup ini. Kita selalu melihat sisi buruk dari setiap peristiwa yang membuat kita mulai ragu2 bahwa Tuhan akan campur tangan dalam hidup kita.


Dalam setiap peristiwa selalu ada yang namanya kebaikan Tuhan buat kita anak2Nya. Belajarlah untuk bisa melihat kebaikan Tuhan, Percayalah bahwa Tuhan sanggup memakai apapun juga di sekitar kita untuk menyatakan kebaikanNya. waktu kita bisa mengenal kebaikanNya dalam hidup kita, maka kita pasti akan bisa mempercayaiNya. kalau kita percaya maka kita bisa menikmati semua kebaikan Tuhan itu.


Dalam mazmur 23 Daud menggambarkan kebaikan Tuhan buat dirinya. Daud sangat mengerti kebaikan Tuhan karena dia belajar sejak dari mudanya waktu dia mulai mengembalakan domba2, dia banyak berhadapan dengan musuh2 yang selalu siap berhadapan dengannya, dan dari sana dia belajar mengenal kebaikan Tuhan dalam setiap peristiwa yg dia lalui , hal itu juga yang menuntunnya untuk selalu berani dalam menghadapi lawan2nya, termasuk goliat si raksasa, karena daud sadar selalu ada kebaikan Tuhan.


Ada sebuah artikel yang menggambarkan kebaikan Tuhan buat kita


Ada dua orang bepergian bersama. Mereka membawa seekor keledai untuk membawa barang-barangnya, obor untuk menerangi jalan di malam hari, dan seekor ayam yang merupakan kawan si keledai.


Satu dari pria itu sangat beriman, sedang yang satunya seorang atheis. Sepanjang jalan mereka berbicara mengenai Tuhan. "Tuhan itu baik", kata si pria beriman itu. "Oke kita lihat apakah selama perjalanan ini kau masih dapat berpikir seperti itu", jawab si pria atheis.


Ketika malam tiba, mereka sampai di sebuah desa kecil dan mencari suatu tempat untuk tidur. Mereka mencari ke semua tempat, ternyata tidak seorangpun yang mengijinkan mereka untuk bermalam di rumahnya. Jadi, mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya keluar dari desa, dan memutuskan untuk tidur di luar desa.


"Aku berpikir kau akan berkata bahwa Tuhan itu baik", kata si pria atheis sinis. "Tuhan membuat hal tersebut, karena tempat ini adalah tempat terbaik untuk kita tidur", si pria beriman menjelaskan.


Mereka membangun tenda di sebuah pohon besar, di samping jalan masuk menuju desa dan mengikat keledai mereka dengan jarak sekitar 5 meter dari tenda mereka. Ketika mereka mulai menyalakan obor, mereka mendengar sebuah suara. Seekor singa menyerang keledai mereka, mencabik dan memakannya, lalu mereka memanjat pohon untuk berlindung.


"Kau masih berpikir Tuhan itu baik ?", tanya si pria atheis dengan marah. "Jika singa itu tidak membunuh keledai, kita yang akan dimakan oleh singa itu. Tuhan itu baik", jawab pria beriman.


Kemudian mereka mendengar suara ayam mereka. Dari atas pohon, mereka dapat melihat seekor kucing besar menyerang ayam mereka dan mencabiknya. Sebelum pria atheis itu berkata, pria beriman itu berkata, "ayam itu menyelematkan kita sekali lagi, Tuhan itu baik".


Beberapa menit kemudian, angin besar membuat obor mereka mati, obor satu-satunya yang dapat menghangatkan mereka. Sekali lagi, pria atheis itu mengejek sahabatnya, "rupanya kebaikan Tuhan bekerja untuk kita sepanjang malam", pria beriman tidak berkata apa-apa.


Pagi berikutnya, mereka sampai ke desa untuk membeli makanan. Sesampainya di sana, segera mereka mengetahui bahwa pada kemarin malam segerombolan perampok menyerang desa tersebut dan merampok semua yang ada di desa itu.


Mengetahui hal tersebut, pria beriman berkata, "sekarang sudah jelas. Tuhan itu sungguh baik. Jika kita bermalam di sini, kita akan dirampok seperti orang desa lainnya. Jika angin tidak memadamkan obor kita, gerombolan perampok yang berjalan di dekat kita akan melihat kita dan merampok kita juga. Sangat jelas bukan, bahwa Tuhan itu baik".



"Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup! " (Mazmur 27 : 13 ) 0 comments

FORGIVENESS

Kehidupan adalah sederet peristiwa yang bisa membuat kita kecewa dan sakit hati. Namun yang menjadi soal, bila kita merasa sulit untuk mengampuninya, maka bisa dipastikan didalam diri kita akan tumbuh akar yang pahit. Dan lebih buruk lagi, kekecewaan dan kebencian itu bila tak segera dibereskan, selain akan merugikan diri sendiri, pun akan membuat kita hidup diluar kasih karunia Tuhan.

Sebagai anak Tuhan, tentu kita harus benar dalam menyikapi masalah ini. Pertama, jangan pernah merasa layak untuk membenci seseorang. Jangan biarkan orang lain berhasil memenjarakan kita dalam kepahitan hidup, oleh karena kita tidak mau mengampuni kesalahannya. Ingat, bila kita tidak mau mengampuni berarti membuat kita terpenjara terus -menerus dalam kebencian. Kedua, pandanglah persoalan itu dari Kebenaran Firman Tuhan dan bukan dari sikap siapa yang benar dan siapa yang salah.

Marilah kita menyikapinya dimulai dari Hati. Mengapa ? Karena Hati adalah sumber perasaan dan pikiran kita. Banyak emosi orang terganggu karena hatinya tersakiti. Mereka menjadi susah tidur. Pikiran terganggu. Emosi tidak stabil, oleh karena hati menyimpan akar yang pahit. Dan akar pahit itu adalah karena mereka tidak mau mengampuni kesalahan orang lain.

Banyak sumber sakit penyakit juga berawal dari hati yang tdk mau mengampuni. Ia seperti penyakit Kanker yang ganas. Beberapa kesaksian yang kita dengar sangat mencengangkan ketika para dokter belum bisa mendeteksinya secara tepat penyebabnya. Ternyata, banyak orang, ketika mereka mau melepaskan pengampunan, maka sakit-penyakit mereka disebuhkan, termasuk penderita kanker. Luar biasa kuasa pengampunan itu, sesungguhnya. Bacalah kitab Matius fatsal 9 , tentang kisah orang lumpuh yang dibawa kepada Yesus untuk minta kesembuhan . Dan lihatlah Tuhan Yesus lebih dahulu berkata kepada orang itu : “percayalah, dosamu sudah diampuni.” Sesudah diampuni dosanya lalu disembuhkanNya penyakitnya. Jadi disini bisa kita lihat, bahwa pengampunan yang dilepaskan adalah langkah awal untuk mendapat kesembuhan.

Perhatikan juga Injil Markus 11. Disitu Firman Tuhan berbicara tentang doa dan persembahan yang kita naikkan kepada Tuhan akan terhalang, jika kita tidak melepaskan pengampunan. Tuhan Yesus berkata : “ Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."


Berbicara soal pengampunan, sebenarnya Tuhan sendiri sudah memberikan teladan buat kita. Dia tidak bersalah dan berdosa. Tapi Dia mau datang ke dunia yang penuh dengan dosa dan kesalahan. Dia datang untuk mengampuni kesalahan kita. Dia turun dari sorga demi untuk menebus dosa-dosa kita. Dan dengan darahNya yang mahal dia membayar harganya dengan mati di kayu salib. Karena itu, Tuhan juga menuntut kita untuk bisa mengampuni, sama seperti Dia telah melakukannya atas kita. Firman Tuhan dalam matius 6 : 14-15 berkata : “Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga.Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu."

Pengampunan itu bukanlah menghapus dari ingatan setiap peristiwa atas orang-orang yang pernah membuat kita terluka. Tetapi, bagaimana kita memandang persoalan itu tanpa melibatkan emosi kita lagi. Pengampunan itu pun jangan hanya dalam perkataan. Dan jangan pula kita berpura-pura seakan luka tersebut tidak ada, atau masa bodoh dengan luka-luka tsb, atau berpura-pura seakan akan peristiwa tersebut tidak pernah ada. Sebuah pengampunan tetap bisa melihat bekas luka itu seperti adanya. Tetapi emosi kita tdk menjadi negatif. Sebaliknya, kita harus bisa melihat sisi positif dari peristiwa tersebut.

Tentu diperlukan suatu tindakan nyata dalam pengampunan. Termasuk disini, kita mampu mendatangi orang-orang yang pernah menjadi penyebab akar kepahitan kita. Lalu, kita berdamai dengan mereka dan saling mendoakan. Ya, pada mulanya mungkin itu sulit, tetapi percayalah Kuasa Allah yang akan memampukan kita. Mari, mulailah mengampuni............



Terima kasih banyak buat pak Sahala Napitupulu yang sudah banyak membantu mengkoreksi tulisan2 diatas, Tuhan berkati selalu.


Nine Steps to Forgiveness


by Frederic Luskin, Ph.D. (www.learningtoforgive.com)

1. Know exactly how you feel about what happened and be able to articulate what about the situation is not OK. Then, tell a trusted couple of people about your experience.

2. Make a commitment to yourself to do what you have to do to feel better. Forgiveness is for you and not for anyone else.

3. Forgiveness does not necessarily mean reconciliation with the person that hurt you, or condoning of their action. What you are after is to find peace. Forgiveness can be defined as the "peace and understanding that come from blaming that which has hurt you less, taking the life experience less personally, and changing your grievance story."

4. Get the right perspective on what is happening. Recognize that your primary distress is coming from the hurt feelings, thoughts and physical upset you are suffering now, not what offended you or hurt you two minutes - or ten years -ago. Forgiveness helps to heal those hurt feelings.

5. At the moment you feel upset practice a simple stress management technique to soothe your body's flight or fight response.

6. Give up expecting things from other people, or your life , that they do not choose to give you. Recognize the "unenforceable rules" you have for your health or how you or other people must behave. Remind yourself that you can hope for health, love, peace and prosperity and work hard to get them.

7. Put your energy into looking for another way to get your positive goals met than through the experience that has hurt you. Instead of mentally replaying your hurt seek out new ways to get what you want.

8. Remember that a life well lived is your best revenge. Instead of focusing on your wounded feelings, and thereby giving the person who caused you pain power over you, learn to look for the love, beauty and kindness around you. Forgiveness is about personal power.

9. Amend your grievance story to remind you of the heroic choice to forgive.


The practice of forgiveness has been shown to reduce anger, hurt depression and stress and leads to greater feelings of hope, peace, compassion and self confidence. Practicing forgiveness leads to healthy relationships as well as physical health. It also influences our attitude which opens the heart to kindness, beauty, and love.
0 comments

When The Time Comes

Saat ku tak melihat jalanMu,
Saat ku tak mengerti rencanaMu,
Namun tetap kupegang janjiMu,
Pengharapanku hanya padaMu,
Hatiku percaya, selalu ku percaya........

mungkin kita pernah mengalami saat saat dimana kita berdoa, berdoa dan berdoa tapi semuanya berjalan tidak sesuai yang kita inginkan, atau kita sedang mengalami keadaaan yang membuat kita hampir putus asa melihat hidup kita, trus apakah kita patut kecewa, marah sama Tuhan atas semua yang terjadi…

Banyak hal hal yang memang nggak perlu untuk dimengerti buat kita, Tuhan Cuma ingin kesetiaan kita dalam mengikuti semua yg Dia sedang kerjakan dalam hidup kita, modal kita Cuma percaya dan berharap terus, dan lihat bagaimana Tuhan membuat semuanya seperti mimpi buat kita…

Firman Tuhan berkata “sejauh langit diatas bumi sedemikian jauhnya pikiran Allah diatas pikiran kita”, saat kita memikirkan hari ini, Tuhan sudah berada di masa depan kita, luar biasa bukan…

Ketika saatNya tiba Allah bertindak dalam kehidupan kita, tidak ada seorangpun yang mampu menahannya, seperti kesaksian berikut yang sangat menginspirasi saya dan mungkin semua orang yang menyaksikannya.

Seorang kontestan di Britain's Got Talent episode 11 April 2009 (acara sejenis dengan America 's Got Talent) yang ditayangkan di Inggris, sosok “Susan boyle” , utk gambaran seorang penyanyi sangatlah jauh dari penampilan luar SUSAN BOYLE. Teman-teman bisa lihat sendiri, umur yang sudah tua (untuk memulai karir di musik, 47 tahun). Gendut pula, ... lihat saja dagunya yang berlipat.. Diperburuk dengan rambut keriting yang jauh dari gambaran sentuhan hair stylist plus bonus alis yang sangat tebal bagaikan alis Leonid Brezhnev, mantan Presiden Uni Sovyet. Dan lengkap sudah gambaran 'ugly' dengan penampilan baju yang sangat out of fashion. Dan Susan Boyle dengan berani mendaftarkan dirinya sebagai peserta Britain 's Got Talent ,yang seolah tidak tahu diri sekali lagi dicemooh penonton, ketika dia berkata ingin menjadi penyanyi profesional seperti Elaine Page



Dengan kepala tegak Susan melangkah ke stage, dan siap untuk ditanya-tanya juri. OMG !!... menjawab pertanyaan juri aja nggak lancar. Simon Cowell (juri yang paling killer) bertanya "Berapa umurmu?" Jawaban "47 tahun" membuat seluruh penonton yang hadir bergumam "ooooohh....". Dan tayangan televisi menunjukkan betapa hampir semua orang di ruangan itu sinis dan mencibir kepadanya. Termasuk ke 3 juri, yang sepertinya berniat mendengarkan Susan bernyanyi dengan setengah hati. Everybody judge Susan by her performance.

Susan menyanyikan "I DREAMED A DREAM" dari Les Miserables. Begitu intro musik yang bak orkestra mengalun.... Susan mulai membuka mulutnya..

"I dreamed a dream in time gone by
When hope was high and life worth living
I dreamed that love would never die
I dreamed that God would be forgiving
.....
I had a dream my life would be
So different from the hell I'm living
So different now from what it seemed
Now life has killed the dream I dreamed"

Tiba-tiba seisi ruangan terdiam. Terkesima. Terpukau. Tanpa kecuali. Penonton dan ke 3 juri hanya bisa mengangakan mulutnya. Ternyata dibalik penampilan luar Susan yang 'buruk' tersimpan vocal yang luar biasa bening dan indah. Senyuman yang mencibir berganti menjadi mulut yang terbuka karena terperanjat. Speechless. Oh my God.... oh my God... it's so beautiful. (bisa didengarkan di http://www.youtube.com/watch?v=9lp0IWv8QZY)

Ingin tahu fenomena yang lebih dahsyat lagi? Kecanggihan teknologi membuat klip Susan disaksikan orang sejagad raya. 48 jam setelah penampilannya, sudah 4 juta orang yang menyaksikannya di YouTube.. Dan sekarang dikatakan sudah hampir 100 juta orang menontonnya di YouTube. Bandingkan dengan 18 juta orang yang menonton victory speech Obama di hari inaugurasinya. Bukankah ini sangat fenomenal? Semua orang dengan rajin menshare video ini ke teman-teman mereka di jejaring dunia maya. Dan lihatlah di bagian comment mereka, betapa banyak orang yang beroleh pengharapan lewat penampilan Susan

Susan adalah seorang pengangguran, dan berumur tidak muda lagi. Dia adalah seorang churchgoer yang taat, dan melayani sebagai volunteer di gerejanya. Banyak orang yang melihat dia sebagai pengangguran, tapi saya percaya seorang yang bekerja sukarela melayani Tuhan di rumah Tuhan, di mata Tuhan bukanlah seorang pengangguran. Dan Tuhan berjanji tidak pernah menahan upah dari orang yang layak menerimanya. "Mereka akan menjadi milik kesayanganKu sendiri, firman Tuhan semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia." (Maleakhi 3:17)

Dari dulu Susan bermimpi menjadi seorang penyanyi profesional, tetapi ia tidak dapat mewujudkannya. Terjadi penundaan. Kenapa? Karena ia mendedikasikan hidupnya untuk merawat ibunya yang sudah tua. Sehingga ia hanya bisa membatasi penampilan menyanyinya hanya di gereja sebagai anggota choir, dan di karaoke. Padahal menurut saya itu budaya yang tidak lazim di dunia Barat yang sangat individual, yang biasa mengirim orang tua mereka yang sudah lanjut usia ke panti jompo. Saya percaya Susan mengebelakangkan keinginannya menjadi penyanyi profesional yang didambakannya karena mengasihi dan ingin berbakti kepada orang tuanya.. Firman Tuhan berkata, "Tetapi jika ada seorang yang tidak memeliharakan sanak saudaranya, apalagi seisi rumahnya, orang itu lebih buruk dari orang yang tidak beriman." (1 Timotius 5:8)

Susan mengikuti talent show ini karena ingin memenuhi pesan & harapan ibunya yang meninggal 2 tahun yang lalu. Ibunya, Bridget, ingin Susan melakukan sesuatu dalam hidupnya. Susan memenuhi pesan ibunya karena ia menghormatinya. "Hormatilah ayahmu dan ibumu supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan Tuhan, Allahmu, kepadamu." (Keluaran 20:12)

Tuhan tidak pernah berhutang kepada orang yang melakukan kebenaran firmanNya. Dan itu terbukti kan ? Susan sendiri tidak pernah menyesal dengan apa yang dilakukannya sebelumnya dalam hidupnya, walaupun ia mengalami penundaan puluhan tahun. Susan percaya bahwa umurnya yang sudah matang dan pengalaman hidupnya adalah assetnya yang terbesar. Semua yang sudah dia lalui dalam hidupnya memberikan iman dalam kemampuannya. Dan ia berkata “I think I am ready for it.”

Saat ia ready, dan bernyanyi di Britain 's Got Talent, sebenarnya Susan sedang MENYANYIKAN KEHIDUPANNYA. "I dreamed a dream" adalah nyanyian tentang mimpi-mimpinya yang tertunda dan harapan-harapannya. . Itu yang menyebabkan penampilannya saat itu berbeda dari yang lain. Memukau semua orang dalam ruangan itu, dan memukau setiap orang yang menyaksikan videonya, termasuk saya.

You see.... apa yang Susan tabur itu yang Susan tuai. Di balik kemuliaan besar yang dia terima sekarang pasti ada penderitaan besar sebelumnya. (Sanggupkah teman-teman membayangkan seseorang yang unknown before mendadak 5x lebih populer dibanding Presiden Obama di YouTube dalam tempo seketika? Dan kelipatan ini kemungkinan akan semakin bertambah.)

Seperti yang Susan katakan, apa yang dia alami dalam hidupnya, segala penderitaan dan penundaan membuat imannya semakin bertambah. Dan Tuhan yang besar memang sanggup mewujudkan mimpinya,yang bagi orang lain adalah impossible. Terbiasa dicemooh sejak masa kecil, (bahkan sampai menjelang menyanyi I Dreamed A Dream di pentas Britain's Got Talent dia masih mengalaminya) , tidak mengurungkan niatnya untuk mewujudkan mimpinya.

Bahkan baru-baru ini terungkap, 2 bulan yang lalu, bulan February 2009, Susan ditolak oleh pimpinan choir Cantilena Choir di Livingston, saat ia ingin bergabung. Saat ini sang pemimpin choir hanya bisa berkata, "It was a shock when I saw her on the television.

Apapun yang terjadi dengan kehidupan kita, sehingga tdk berjalan sesuai yg kita harapkan, tetap percaya bahwa Allah pegang kendali kehidupan kita…, jangan pernah berkecil hati

“Ia membuat segalanya indah pada waktuNya” 0 comments

Life is Beautiful....




Itu sebuah judul film lama yg sangat melekat di ingatan saya, film yang memenangkan academy awards th 99, Life is beutiful / La vie est belle , film yg layak ditonton , sangat memberikan aura positif untuk kehidupan kita, bahwa seperti itulah harusnya kehidupan dijalani, bukan melihat keadaan kita tapi bagaimana kita melakukan peran hidup dengan benar... (untuk yg belum tau silahkan menonton dulu...hehe )

Jadikan setiap hari kita hari yang menyenangkan dan mengucap syukurlah bukan untuk apa yang sudah kita peroleh, tapi untuk kasihNya yg selalu ada buat kita.

ada suatu kisah yang ingin saya share kan disini sbb :

Seorang anak laki2 tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang bertuliskan: 'Saya buta, tolong saya.' Hanya ada beberapa keping uang di dalam topi itu.

Seorang pria berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari sakunya dan menjatuhkannya ke dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan, membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang ia baru tulis. Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang memberi uang ke anak tuna netra ini.

Sore itu pria yang telah mengubah kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi. Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, 'Apakah bapak yang telah mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?'

Pria itu berkata, 'Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang kamu telah tulis dengan cara yang berbeda.' Apa yang ia telah tulis adalah: 'Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya.' Bukankah tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja?

Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta.. Tetapi, tulisan yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua lebih efektif?

Bersyukurlah untuk segala yang kita miliki. Berpikirlah dari sudut pandang yang berbeda dan positif. Ajaklah orang-orang lain menuju hal-hal yang baik dengan hikmat.

Kalau mungkin hari ini kita belum mampu membeli makanan yg enak, nikmati aja makanan yg ada pada kita seakan kita nggak akan pernah lagi menikmati makanan yg seperti itu...hehe
keadaan nya masih sama tapi sikap hati kita yg berbeda membuat hidup selalu indah.

setiap hari kita pasti akan mengalami keunikan hal-hal yang mungkin nggak akan kita lihat lagi di hari2 yg lain, dimana suatu saat kita pasti merindukannya....itulah sebuah anugrah Allah yg gratis buat setiap kita, karena itu bersyukurlah.....

Buat saya pribadi hidup yang indah itu bukan karena kita bisa mencapai semua yg kita mau, tapi hidup dengan pimpinan Tuhan setiap hari membuat kita mengalami pengalaman2 yang tidak bisa dunia berikan buat kita

Jalani hidup ini tanpa dalih dan mengasihi tanpa rasa sesal.. Ketika hidup memberi engkau 100 alasan untuk menangis, tunjukkan pada hidup bahwa engkau memiliki 1000 alasan utk tersenyum , tunjukan pada dunia bahwa selalu ada harapan jika kita berjalan bersama Tuhan.


" Tangan kuat yang memegangku, selalu menuntunku, ku tak mau jalan sendiri...., Yesus kuperlu kasihMu, kuperlu kuasaMu, sampai akhir hidupku...." 1 comments

The power of proclamation

Banyak diantara kita anak anak Tuhan yang tidak menyadari potensi yang tersedia untuk setiap kita bahwa dengan memperkatakan firman bisa mengubah keadaan kita, tidak peduli apapun yang sedang kita hadapi.

Beberapa waktu lalu saya tanpa sengaja sebetulnya sedang melihat suatu acara tv yang lagi banyak ditonton , acara "The master" , pertunjukan sulap dengan trik2 yang cukup memukau, tapi yang saya ingin sharingkan bukan sulapnya tapi ada suatu pelajaran yang cukup bagus yg saya tonton waktu itu, si rommy rafael mempertontonkan suatu adegan dimana dia taruh gelas berisi air dimeja dan dia bilang sama penonton agar meneriaki gelas tsb dalam hati tapi keras2 dengan ucapan "pecah..pecah...terus menerus" dan apa yg terjadi pelan2 gelas tsb mulai retak dan airnya mulai mengalir keluar sampai benar2 pecah gelas tsb.

Diakhir pertunjukan tsb si rommy berkata "berhati2 lah dengan setiap ucapan kita"
saya berpikir org dunia aja bisa mengerti bahwa ucapan itu memberi dampak buat sekeliling kita, apalagi kita anak2 Tuhan, dimana Tuhan taruh Roh Nya didalam diri kita untuk membantu kita dalam kekurangan kita, waktu kita memperkatakan FirmanNya maka Roh itu membantu menjadikan perkataan kita itu nyata dan terwujud.

Memproklamasikan Firman artinya kita menyetujui atau memberikan pengakuan ttg hal yang sama seperti yang Tuhan katakan dalam firmanNya, ada kesepakatan dalam setiap perkataan kita. Bil 14:28 berkata "Demikianlah Firman Tuhan, bahwasanya seperti yang kamu katakan dihadapan Ku , demikianlah akan Kulakukan kepadamu"
kita harus percaya bahwa waktu kita melepaskan Firmah Allah melalui mulut kita maka kita akan melepaskan otoritas dari Firman itu dalam situasi yang kita ingin ubah, baik itu situasi dalam kehidupan kita pribadi, dalam gereja, bahkan dalam situsi negara kita sekalipun.

Mungkin waktu kita memperkatakan Firman pada kali pertama tdk ada sesuatu yang berubah dalam situasi yang sedang kita alami, perkatakan terus Firman iu sampai menjadi bagian dalam pikiran kita, waktu kita ucapkan Firman berkali2 bersama dengan Roh kudus maka perubahan dalam alam Roh akan nyata

Banyak ayat2 Firman Tuhan yang bisa mulai kita hafalkan, dan harus mulai belajar diperkatakan, saya punya ayat favorite yang selalu saya perkatakan, didalam roma 8:28 dan maz 27:13 ,
setiap pagi sebelum saya berangkat beraktivitas, saya ucapkan nggak hanya sekali tapi berkali kali dengan iman, dan saya melihat bagaimana Allah melakukan pembelaan atas hidup saya setiap hari, saya percaya nggak hanya untuk saya pembelaan Allah ini tapi bagi setiap kita anakNya yang dikasihiNya, amien. 1 comments

Hari Aku Bertemu Daniel

Kisah Daniel ini saya dapat dr email (Thanks ya sylvi atas kiriman emailnya.. ) dan sangat mengispirasi saya tentang panggilan Tuhan dalam hidup kita


Hari itu dingin, tak biasa untuk bulan Mei. Musim semi sudah tiba dan segala sesuatunya hidup beraneka warna. Tapi, arus dingin dari utara membawa dinginnya musim salju kembali ke Indiana. Aku duduk bersama dua orang teman di jendela bergambar dalam rumah makan yang ganjil di pojok taman kota. Makanan dan temanku terasa istimewa hari itu. saat kami sedang mengobrol,perhatianku tertarik keluar, ke seberang jalan. Di situ tampak seorang lelaki yang kelihatannya menggendong seluruh barang miliknya dipunggung. Ia membawa tanda kusam yang bertuliskan, "Saya mau bekerja untuk dapat makan." Hatiku trenyuh. Aku mengalihkan perhatian kedua temanku padanya dan melihat bahwa orang di sekitar kami berhenti makan untuk melihat ke arahnya. Banyak kepala bergerak dalam campuran sedih dan tak percaya.

Kami meneruskan makan, tapi bayangannya tak menghilang dari pikiranku. Kami menyelesaikan makan siang dan kemudian berpisah. Ada hal yang harus kukerjakan dan aku pun bergegas hendak menyelesaikannya. Aku menoleh ke arah taman kota, mencari pengunjung aneh itu dengan setengah hati. Aku merasa takut, tahu bahwa kalau aku melihatnya lagi, aku merasa harus menanggapinya. Aku menyusuri kota dan tak melihatnya. Aku berbelanja dan kembali ke mobil. Dari lubuk hatiku, Roh Tuhan terus berbicara padaku: "Jangan kembali ke kantor sampai setidaknya mengelilingi taman sekali lagi."

Begitulah, dengan sedikit ragu, aku menuju kembali ke kota. Saat aku mengitari tikungan taman ketiga, aku melihatnya. Ia sedang berdiri di tangga depan gereja, memeriksa isi tasnya. Aku berhenti dan memandang, merasa terpanggil untuk berbicara padanya, tapi juga ingin terus melanjutkan perjalanan. Tempat parkir kosong di pojok mungkin sebuah tanda dari Tuhan :undangan untuk parkir. Aku memarkirkan mobil, turun, dan menghampiri pengunjung kota terbaru itu.

"Mencari pastor, Pak?" tanyaku.
"Tidak juga," sahutnya. "cuma istirahat."
"Bapak sudah makan hari ini?"
"Oh saya makan sedikit tadi pagi."
"Bapak mau makan siang dengan saya?"
"Apakah Bapak punya pekerjaan untuk saya?"
"Tak ada," sahutku. "Aku datang dari kota di sini untuk bekerja, tapi saya ingin mengajak Bapak makan siang."
"Baiklah," sahutnya sambil tersenyum. selagi ia mulai mengumpulkan barang-barangnya, aku bertanya basa-basi."Bapak hendak ke mana?"
"St. Louis."
"Asalnya dari mana?"
"Oh, dari mana-mana; kebanyakan dari Florida."
"Sudah berapa lama Bapak berjalan?"
"Empat belas tahun," begitu jawabnya.

Aku tahu aku telah berkenalan dengan orang yang tidak biasa. Kami duduk berseberangan dalam rumah makan yang sama dengan yang kutinggalkan beberapa menit sebelumnya. Rambutnya panjang lurus, dan janggut gelapnya dicukur rapi. Kulitnya terbakar matahari, dan wajahnya sedikit lebih tua dari usianya yang 38 tahun. Matanya berwarna gelap, tapi jernih, dan cara bicaranya fasih dan jelas dan mencengangkan. Ia membuka jaketnya dan terlihat kaos merah terang bertuliskan, "Yesus adalah Cerita Tanpa Akhir."

Lalu, cerita Daniel mulai terungkap. Ia mengalami hidup yang kasar. Ia membuat beberapa pilihan salah dan menuai akibatnya. Empat belas tahun yang lalu, selagi berkelana melintasi negeri, ia berhenti di pantai di Daytona. Ia mencoba bekerja bersama beberapa orang yang sedang mendirikan tenda besar dan beberapa peralatan. Konser, pikirnya. Ia boleh bekerja, tapi tendanya bukan untuk konser, melainkan misa kebaktian, dan dalam kebaktian itu ia melihat kehidupan dengan lebih jelas. Ia menyerahkan hidupnya pada Tuhan."Tak ada yang sama sejak itu," katanya.

"Saya merasa Tuhan menyuruhku terus berjalan, jadi saya teruskan sampai 14 tahun sekarang." "Pernah merasa ingin berhenti?" tanyaku."Kadang-kadang, kalau pas sangat sulit. Tapi, Tuhan telah memberikan panggilan ini. Saya membagi-bagikan Alkitab. Itu isi tas saya. Saya bekerja untuk membeli makanan dan Alkitab dan saya berikan Alkitab itu saat Roh-Nya menuntun saya."
Aku duduk tercengang. Temanku yang tunawisma ini ternyata bukan tak punya rumah. Ia sedang menjalani misi dan hidup seperti ini sebagai pilihan. Pertanyaan berkobar di dalam kalbuku selama beberapa saat, lantas aku bertanya :
"Seperti apa rasanya?"
"Apa?"
"Berjalan-jalan di kota membawa semua milik Bapak di punggung dan menunjukkan tanda itu?"
"Oh, awalnya terasa memalukan. Orang pasti menatap dan berkomentar. Pernah ada orang melemparkan roti yang sudah setengah habis dan memberi isyarat yang menyatakan bahwa saya sama sekali tidak diinginkan di sekitar situ. Tapi, kemudian saya merasa rendah hati ketika saya sadar bahwa Tuhan menggunakan saya untuk menyentuh kehidupan dan mengubah cara pikir orang tentang orang-orang seperti saya."

Cara pikirku juga berubah. Kami menyelesaikan makanan penutup dan mengumpulkan barang-barangnya. Di luar pintu ia berhenti. Ia berbalik menghadapku dan berkata, "Marilah, hai orang yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. Sebab ketika Aku lapar, kamu memberi Aku makan; ketika Aku haus, kamu memberi Aku minum; ketika Aku seorang asing, kamu memberi Aku tumpangan."

Aku merasa seakan kami berdiri di tanah suci. "Bapak mau tambahan Alkitab?" tanyaku.
Ia bilang ia ingin punya buku terjemahan tertentu. Mudah dibawa dan tak terlalu berat. Buku itu adalah buku kesukaannya.
"Saya sudah membaca Alkitab 14 kali," katanya.
"Saya tidak tahu apakah kami punya buku terjemahan itu, tapi kita bisa mampir di gereja kami dan melihat-lihat." Aku berhasil menemukan sebuah Alkitab yang cocok untuk teman baruku, dan ia kelihatan sangat berterima-kasih."
Dari sini Bapak mau ke mana?" tanyaku."
Saya menemukan sebuah peta kecil di belakang kupon taman hiburan ini."
"Bapak ingin bekerja di situ untuk sementara?"
"Tidak, cuma saya ingin ke sana saja. Saya rasa ada orang di bawah bintang di sana yang membutuhkan Alkitab, jadi saya akan ke situ." Ia tersenyum, dan kehangatan jiwanya memancarkan ketulusan misinya.

Aku mengantarkannya kembali ke taman kota tempat kami bertemu dua jam sebelumnya, dan selagi kami di mobil, hari mulai hujan. Kami parkir dan menurunkan barang-barangnya.

"Bapak mau mengisi buku tanda tangan saya?" tanyanya. "Saya suka mengumpulkan pesan dari orang yang saya temui." Aku menulis dalam buku kecilnya bahwa pengabdiannya pada panggilannya telah menyentuh hidupku. Aku mendorongnya untuk tetap tabah. Dan aku meninggalkannya sebait ayat, Yeremia 29:11. "Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan."
"Terima Kasih," katanya. "Saya tahu kita baru berkenalan dan sebenarnya masih belum kenal betul, tapi saya mengasihimu."
"Saya tahu," kataku. "Saya juga mengasihimu."
"Tuhan itu baik"
"Ya, benar. Kapan terakhir kali Bapak dipeluk?" tanyaku."
Wah, sudah lama sekali," sahutnya.

Jadi di tikungan jalanan yang sibuk dalam hujan gerimis, aku dan teman baruku berpelukan, dan aku merasakan di dalam diriku aku sudah berubah. Ia memanggul tasnya, menyunggingkan senyum kemenangan dan berkata,
"Sampai ketemu di Yerusalem Baru."
"Aku pasti ke sana!" begitu jawabku.

Ia memulai kembali perjalanannya. Ia pergi dengan tandanya bergantung pada gulungan kasur dan tumpukan Alkitabnya. Ia berhenti, berbalik dan berkata, "Kalau Bapak melihat sesuatu yang mengingatkan Bapak pada saya, Bapak mau mendoakan saya?"
"Pasti," aku berseru kembali."
Tuhan memberkatimu!"
"Tuhan memberkatimu!"

Dan itulah saat terakhir aku melihatnya. Akhir sore itu saat aku meninggalkan kantor, angin bertiup kencang. Angin dingin berhembus keras di dalam kota. Aku mengenakan pakaian tebal dan bergegas ke mobil. Saat aku duduk dan meraih rem tangan, aku melihatnya sepasang sarung tangan kerja warna coklat yang usang ditaruh dengan rapi pada gagang rem. Aku memungutnya dan memikirkan temanku dan bertanya-tanya apakah tangannya akan tetap hangat tanpa sarung tangan itu. Aku teringat kata-katanya: "Kalau Bapak melihat sesuatu yang mengingatkan Bapak pada saya, Bapak mau mendoakan saya?"

Hari ini sarung tangannya ada di atas mejaku di kantor. Mereka menolongku melihat dunia dan manusianya dengan cara baru, dan mereka menolongku mengingat dua jam bersama temanku yang unik dan mendoakan misinya.
"Sampai ketemu di Yerusalem Baru," katanya.
Ya, Daniel, kita pasti bertemu.

Tuhan memanggil setiap orang dengan misi berbeda. Kita hidup terbentuk oleh kebudayaan, dan terutama kebiasaan, sehingga hal-hal yang di mata kita kurang lazim, dengan segera kita menghakiminya tanpa bertanya atau takut akan Tuhan yang menciptakan dan memanggil orang dengan cara berlainan dari kita, latar belakang kita dan kenormalan kita.

Bersyukur ada sekelumit kisah Daniel yang kiranya dapat mengubah cara pikir kita, sehingga saya nggak usah repot-repot “membela diri” dengan penampilan saya, penolakan undangan-undangan yang diajukan kepada saya, cara kami melayani, visi yang sedang kami jalani. Dengan mengatakan hal ini, tidak berarti kami mau menutupi (jika ada) kesalahan dengan mengatasnamakan “panggilan yang berbeda” – bukan, tetapi hanya ingin memberi fakta adanya perbedaan-perbedaan di dunia ini.

Tidak semua hamba Tuhan harus berdiri di mimbar, tetapi hamba Tuhan setia seperti Daniel, panggungnya/mimbarnya adalah dunia terbuka, di taman-taman, di dekat daerah sampah, di jalanan, di kota-kota dari jalan ke jalan disertai terik matahari yang menyengat, salju yang dingin membeku, atau hujan deras yang dapat membuatnya menggigil atau demam. Di sanalah Tuhan menyuruhnya berkhotbah dengan memberikan Alkitab – hanya ke tempat dan kepada orang yang Tuhan tuntun. Jadi tidak ada seorang pun yang meniru gaya Daniel hanya untuk sekedar meniru, tetapi masing-masing dipanggil sebagaimana Tuhan taruh dalam hatinya.

1 comments

Dia selalu ada bagi kita

Ada sebuah suku pada bangsa Indian yang memiliki cara yang unik untuk mendewasakan anak laki-laki dari suku mereka.

Jika seorang anak laki-laki tersebut dianggap sudah cukup umur untuk di dewasakan, maka anak laki-laki tersebut akan di bawa pergi oleh seorang pria dewasa yang bukan sanak saudaranya, dengan mata tertutup.

Anak laki-laki tersebut di bawa jauh menuju hutan yang paling dalam. Ketika hari sudah menjadi sangat gelap, tutup mata anak tersebut akan dibuka, dan orang yang menghantarnya akan meninggalkannya sendirian. Ia akan dinyatakan lulus dan diterima sebagai pria dewasa dalam suku tersebut jika ia tidak berteriak atau menangis hingga malam berlalu.

Malam begitu pekat, bahkan sang anak itu tidak dapat melihat telapak tangannya sendiri, begitu gelap dan ia begitu ketakutan. Hutan tersebut mengeluarkan suara-suara yang begitu menyeramkan, auman serigala, bunyi dahan bergemerisik, dan ia semakin ketakutan, tetapi ia harus diam, ia tidak boleh berteriak atau menangis, ia harus berusaha agar ia lulus dalam ujian tersebut.

Satu detik bagaikan berjam-jam, satu jam bagaikan bertahun-tahun, ia tidak dapat melelapkan matanya sedetikpun, keringat ketakutan mengucur deras dari tubuhnya.

Cahaya pagi mulai tampak sedikit, ia begitu gembira, ia melihat sekelilingnya, dan kemudian ia menjadi begitu kaget, ketika ia mengetahui bahwa ayahnya berdiri tidak jauh dibelakang dirinya, dengan posisi siap menembakan anak panah, dengan golok terselip dipinggang, menjagai anaknya sepanjang malam, jikalau ada ular atau binatang buas lainnya, maka ia dengan segera akan melepaskan anak panahnya, sebelum binatang buas itu mendekati anaknya. Sambil berdoa agar anaknya tidak berteriak atau menangis.

Dalam mengarungi kehidupan ini, sepertinya Tuhan "begitu kejam" melepaskan anak-anakNya kedalam dunia yang jahat ini. Terkadang kita tidak dapat melihat penyertaanNya, namun satu hal yang pasti.. !
DIA setia,DIA mengasihi kita,dan DIA selalu ada bagi kita…

Seperti di Maz 23 dikatakan bahwa sekalipun kita berjalan dalam lembah kekelaman tidak perlu takut karena Tuhan slalu beserta kita, gada dan tongkatnya yg akan melindungi kita senantiasa, GBU



1 comments

Arti Kemurahan

Anak lelaki itu duduk membungkuk.

Tatapannya menantang dan tangannya dikepalnya.

"Ayo, berikan pada saya."

Sang kepala sekolah melihat ke bawah, ke arah si pemberontak muda ini.

"Sudah sesering apa kamu berada di sini?"

Anak lelaki itu mendengus menantang.

"Kelihatannya belum cukup sering."

Kepala Sekolah melihat anak itu dengan tatapan aneh.

"Dan tiap kali kamu ke sini, kamu selalu dihukum. Benar, bukan?"

"Ya, saya sudah dihukum berkali-kali, jika itu yang Bapak maksud."

Dia membusungkan dadanya yang kecil.

"Ayo. Saya bisa menghadapi hukuman apapun yang Bapak berikan. Saya selalu mampu."

“Dan tidak pernah sekalipun pikiran mengenai hukuman yang akan menantimu terlintas di kepalamu tiap kali kamu ingin melanggar peraturan lagi, benar tidak?"

"Ya. Saya selalu melakukan apa yang ingin saya lakukan. Tidak ada satupun yang bisa kalian lakukan untuk menyetop saya."

Kepala Sekolah menoleh kepada guru anak itu yang berdiri di sampingnya.

"Apa yang dia lakukan kali ini?"

"Berkelahi. Dia menarik si Tommy kecil dan memasukkan kepalanya ke kotak pasir."
Kepala Sekolah menoleh kembali ke arah si anak.

"Mengapa kamu lakukan itu? Apa yang diperbuat si kecil Tommy kepadamu sampai kau lakukan ha itu?"

“Dia tidak berbuat apa-apa. Saya hanya tidak suka melihat cara dia memandang saya, sama seperti saya tidak suka cara Bapak melihat saya! Dan jika saya pikir saya dapat melakukannya, saya akan memasukkan kepala anda ke sesuatu juga."

Si guru menjadi tegang dan mulai bangkit berdiri saat Kepala Sekolah menatapnya sejenak, melarangnya untuk bertindak.

Kepala Sekolah berpikir sejenak sambil melihat anak itu.

Lalu beliau berkata pelan, "Hari ini, anak muda, kamu harus belajar mengenai kemurahan."

"Kemurahan? Bukankah itu yang kalian orang tua lakukan sebelum makan? (Berdoa, atau 'saying grace', red). Saya tidak butuh kemurahan apapun."

"Oh, kamu butuh."

Kepala Sekolah mempelajari wajah anak kecil itu dan berbisik.
"Oh ya, kamu benar-benar butuh kemurahan.."

Si anak terus saja memandang marah saat Kepala Sekolah melanjutkan, "Definisi singkat 'Kemurahan' adalah ‘Kebaikan yang tidak sepantasnya diberikan’. Kamu tidak pantas untuk mendapatkannya, hal itu adalah hadiah dan selalu diberikan dengan cuma-cuma. 'Kemurahan' berarti kamu tidak akan mendapat apa yang sepantasnya kamu terima."

Anak kecil itu menampakkan kesan bingung.

"Bapak tidak akan memukul saya? Bapak akan membiarkan saya pergi dari sini begitu saja?"

Kepala Sekolah memandang anak yang pantang menyerah itu.

"Ya, saya akan mengijinkan kamu pulang begitu saja."

Si anak menyelidiki wajah Kepala Sekolah, "Tidak ada hukuman sama sekali? Meskipun saya sudah menyakiti si Tommy dan memasukkan kepalanya ke kotak pasir?"

"Oh, hukuman pasti ada. Apa yang kamu lakukan itu salah dan perbuatan kita selalu ada
konsekuensinya. Hukumannya ada. 'Kemurahan' bukan alasan untuk melakukan hal yang salah."

"Tuh kan ," dengus si anak saat dia menyerahkan tangannya untuk dipukul.

"Ayo, lakukan saja sekarang."

Kepala Sekolah mengangguk kepada Guru.

"Tolong bawa ke sini ikat pinggangnya."

Si Guru memberikan ikat pinggang kepada Kepala Sekolah, yang kemudian melipatnya dengan hati-hati, dan menyerahkannya kembali ke si Guru. Dia memandang si anak saat berkata, "Hitung pukulan-pukulannya."

Dia keluar dari belakang mejanya dan berjalan lurus ke arah si anak.

Dengan lembut ditekuknya tangan si anak yang terjulur ke depan untuk menunggu pukulan-pukulan tersebut. Lalu dia berbalik ke arah si Guru dengan menjulurkan tangannya
sendiri. Satu kata keluar dari mulutnya dengan pelan.

"Mulai."

Ikat pinggang itu melecut tangan Kepala Sekolah yang terjulur. Krek! Anak kecil itu meloncat 2 meter ke udara. Wajahnya diliputi kekejutan.

"Satu," bisiknya. Krek!

"Dua."

Suaranya naik satu oktaf. Krek!

"Tiga."

Dia tidak dapat mempercayai hal ini. Krek!

"Empat."

Air mata mulai menggenangi mata si pemberontak cilik.
"OK, stop! Sudah cukup!" Krek!

Ikat pinggang melecut tangan yang saat itu sudah mati rasa. Krek!

Si anak meringis tiap kali lecutan menghantam, air mata kini mengaliri wajahnya. Krek! Krek! "Tolong berhenti," ratap si bekas pemberontak, "Stop! Saya yang lakukan kenakalan itu, saya yang harusnya dilecut. Stop! Tolong hentikan."

Tetap saja lecutan demi lecutan datang, Krek! Krek!, yang satu menyusul yang sebelumnya.
Akhirnya berakhir juga semuanya.

Kepala Sekolah berdiri dengan kening yang berkilauan oleh keringat dan butiran keringat menetes dari wajahnya. Dia berlutut dengan perlahan-lahan. Dia mempelajari wajah si anak sesaat, lalu mengulurkan tangannya yang bengkak untuk mengelus wajah si anak yang tengah menangis. Lalu dia mengucapkan kata ini dengan lembut, "Kemurahan."

Itulah yang Yesus telah perbuat untuk kita. 0 comments

Asuransi Terbaik Di Dunia

TRAKTAT: ASURANSI
Anda bingung menentukan asuransi mana yang ingin dibeli?
Kami ingin menawarkan sebuah perusahaan asuransi yang pasti
tidak mengecewakan. Berikut fiturnya:


PERUSAHAAN ASURANSI INI MENJAMIN:

Kehidupan
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia
telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang
yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal. (Yohanes 3:16)

Kesehatan
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan
segala penyakitmu (Mazmur 103:3)

Pakaian
Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang
percaya!(Lukas 12:28)

Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19 )

Kenyamanan
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yohanes 14:1)

Persahabatan
Dan ketahuilah "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:20)

Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan
kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh
dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)

Rumah yang abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku
mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yohanes 14:2)


ALASAN-ALASAN UNTUK IKUT ASURANSI INI:

1. Adalah perusahaan asuransi paling tua di dunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai
kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area yang kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Aset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.

PREMI
Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus
telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.

Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian Allah

I Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu
muliakanlah Allah dengan tubuhmu!

PROSEDUR APLIKASI
Kisah Para Rasul 5:8
Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis
dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan
menerima karunia Roh Kudus.

Kisah Para Rasul 16:31
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat! .."

Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar oleh YESUS. 0 comments

Pintu tanpa pegangan


Kita tentu pernah melihat lukisan Yesus sedang mengetuk pintu. Digambarkan suasananya sedang temaram, langit berwarna biru tua menunjukkan hari hampir gelap.Tangan kiri Tuhan Yesus membawa lentera dan tangan kananNya terangkat setinggi bahu dengan jari-jari menyentuh daun pintu berwarna kecoklatan. Di bagian bawah pintu dipenuhi semak belukar,menunjukkan pintu itu tidak dibuka untuk waktu yang cukup lama.

Lukisan yang terkenal ini, aslinya dibuat oleh seorang seniman bernama William Holman Hunt sekitar tahun 1905. Bila kita mengamati lukisan itu dengan teliti, pintu yang diketuk oleh Yesus sama sekali tidak ada pegangan pintunya. Apakah pelukisnya kelupaan? Mengapa tidak ada gagang pintunya? Pintu itu adalah hati kita. Lukisan pintu itu dibuat tanpa pegangan karena pintu itu hanya bisa dibuka dari dalam, oleh si pemilik hati.

Kalau hari ini kita masih terikat dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak berkenan kepada Tuhan dan kita merasa tidak mampu melepaskannya, ada satu jalan keluar : bukalah pintu hatimu. Sudah terlalu lama Yesus berdiri di depan pintu dan mengetuk,tapi kita tidak memberikan tanggapan. Ia terus mengetuk melalui kotbah-kotbah hari Minggu, melalui saudara seiman yang sering menelpon, melalui lagu dan renungan yang kita baca dan kita dengar.
Jangan tunda lagi, pintu itu hanya bisa dibuka oleh kita sendiri.Segera buka hati dan biarkan Yesus masuk dan tinggal dalam kehidupan kita.
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."
(Wahyu 3 : 20)
0 comments

Bagaimana kalau Allah punya Telepon ?

Bayangkan bila kita pada saat berdoa kita mendengar jawaban ini:
"Terima kasih Anda telah menghubungi Rumah Bapa. Pilihlah salah satu:...

tekan 1 untuk meminta;
tekan 2 untuk mengucap syukur;
tekan 3 untuk mengeluh;
tekan 4 untuk permintaan lainnya."

Atau, bagaimana jika Allah memohon maaf seperti ini: "Saat ini semua malaikat sedang membantu yang lain. Tetaplah menunggu. Panggilan Anda akan dijawab sesuai urutannya."

Bisakah Anda bayangkan bila pada saat Anda berdoa, Anda mendapat respons seperti ini: "Jika Anda mau bicara dengan Gabriel, tekan 1; dengan Mikhail, tekan 2;
dengan malaikat lainnya, tekan 3." "Jika Anda ingin mendengar nyanyian raja Daud saat menunggu, tekan 4."
"Untuk mengetahui apakah orang yang Anda kasihi akan dipanggil ke Rumah Bapa, masukkan nomor KTPnya.""Untuk pesan di tempat di Rumah Bapa, tekanlah Y,O,H,A,N,E,S dan tekan 3,1,6.
Untuk jawaban pertanyaan tentang dinosaurus, umur bumi, dan dimanabahtera Nuh berada, silahkan tunggu sampai Anda tiba disini."

Atau bisa juga Anda mendengar ini: "Komputer kami menunjukkan bahwa Anda telah satu kali menelepon hari ini, silahkan mencoba kembali esok hari." "Kantor ini ditutup pada hari Minggu, silahkan menelpon lagi pada hari Senin setelah pukul 9 pagi."

Namun, puji Tuhan, Allah mengasihi kita, Anda dapat menelponnya setiap saat!Anda hanya perlu memanggil sekali dan Dia mendengar Anda, karena Yesus, Anda tak akan pernah mendengar nada sibuk.

Tuhan menerima panggilan dan tahu siapa pemanggilnya secara pribadi.
Ketika Anda memanggil, Tuhan menjawab;
Anda menangis minta tolong dan Dia akan berkata: "Ini Aku" (Yesaya 58:9)

Ketika Anda memanggil, gunakan "Nomor Telepon Darurat" di bawah ini:

* Saat berduka cita, putar Yohanes 14
* Ketika dikecewakan sesama, putar Mazmur 27
* Jika Anda ingin berbuah, putar Yohanes 15
* Ketika Anda berdosa, putar Mazmur 51
* Ketika Anda khawatir, putar Matius 6:19-34
* Ketika Anda dalam bahaya, putar Mazmur 91
* Ketika Tuahn terasa jauh, putar Mazmur 139
* Ketika iman Anda perlu dikuatkan, putar Ibrani 11
* Ketika Anda merasa sendiri dan takut, putar Mazmur 23
* Ketika hidup Anda sedang dalam kepahitan, putar 1 Korintus13
* Untuk rahasia kebahagiaan Paulus, putar Kolose 3: 12-17
* Untuk arti kekristenan, putar 1 Korintus 5:15-19
* Ketika Anda merasa kecewa dan ditinggalkan, putar Roma 8:31-39
* Ketika Anda menginginkan kedamaian dan ketenangan, putar Matius 11:25-30
* Ketika dunia terlihat lebih besar dari Tuhan, putar Mazmur 90
* Ketika Anda ingin jaminan kekristenan, putar Roma 8:1-30
* Ketika Anda berangkat kerja atau berpergian, putar Mazmur 121
* Untuk penemuan/kesempatan besar, putar Yesaya 55
* Ketika Anda membutuhkan keberanian untuk suatu tugas, putar Yosua 1
* Supaya Anda dapat bergaul dengan baik terhadap sesama, putar Roma 12
* Ketika Anda memikirkan kekayaaan, putar Markus 10
* Saat Anda mengalami depresi, putar Mazmur 27
* Jika Anda kesulitan keuangan, putar Mazmur 37
* Jika Anda kehilangan kepercayaan terhadap orang,putar 1 Korintus 13
* Jika orang di sekitar kita tampak berlaku tidak baik, putar Yohanes 15
* Jika Anda putus asa dengan pekerjaan, putar Mazmur 126
* Ketika Anda menemukan dunia mengecil dan Anda merasa besar, putar Mazmur 19

Nomor-nomor tersebut dapat langsung dihubungi. Operator tidak diperlukan. Seluruh saluran ke Surga terbuka 24 jam sehari! Dan, yang penting, bagikan daftar telepon ini kepada orang-orang di sekeliling kita. Siapa tahu mungkin mereka sedang membutuhkannya.

God Bless u... 0 comments

Fireman

Stop telling God how big your storm is. Instead tell your storm how big your GOD is.

In Phoenix, Arizona, a 26-year-old mother stared down at her 6 year old son, who was dying of terminal leukemia. Although her heart was filled with sadness, she also had a strong feeling of determination. Like any parent, she wanted her son to grow up and fulfill all his dreams.
Now that was no longer possible. The leukemia would see to that. But she still wanted her son's dreams to come true.
She took her son's hand and asked, "Billy, did you ever think about what you wanted to be once you grew up? Did you ever dream and wish what you would do with your life?" Mommy, "I always wanted to be a fireman when I grew up." Mom smiled back and said, "Let's see if we can make your wish come true." Later that day she went to her local fire department in Phoenix, Arizona, where she met Fireman Bob, who had a heart as big as Phoenix. She explained her son's final wish and asked if it might be possible to give her six-year-old son a ride around the block on a fire engine. Fireman Bob said, "Look, we can do better than that. If you'll have your son ready at seven o'clock Wednesday morning, we'll make him an honorary fireman for the whole day. He can come down to the fire station, eat with us, go out on all the fire calls, the whole nine yards! And if you'll give us! his sizes, we'll get a real fire uniform for him, with a real fire hat-not a toy one-with the emblem of the Phoenix Fire Department on it, a yellow slicker like we wear and rubber boots. They're all manufactured right here in Phoenix, so we can get them fast." Three days later Fireman Bob picked up Billy, dressed him in his fire uniform and escorted him from his hospital bed to the waiting hook and ladder truck. Billy got to sit on the back of the truck and help steer it back to the fire station. He was in heaven. There were three fire calls in Phoenix that day and Billy got to go out on all three calls. He rode in the different fire engines, the paramedic's van, and even the fire chief's car. He was also video taped for the local news program. Having his dream come true, with all the love and attention that was lavished upon him, so deeply touched Billy that he lived three months longer than any doctor thought possible. One night all of his vital signs began to drop dramatically and the head nurse, who believed in the hospice concept that no one should die alone, began to call the family members to the hospital. Then she remembered the day Billy had spent as a fireman, so she called the Fire Chief and asked if it would be possible to send a fireman in uniform to the hospital to be with Billy as he made his transition. The chief replied, "We can do better than that. We'll be there in five minutes. Will you please do me a favour? When you hear the sirens screaming and see the lights flashing, will you announce over the PA system that there is not a fire? It's just the fire department coming to see one of its finest members one more time. And will you open the window to his room ? About five minutes later a hook and ladder truck arrived at the hospital and extended its ladder up to Billy's third floor open window 16 firefighters climbed up the ladder into Billy's room. With his mother's permission, they hugged him and held him and told him how much they loved him. With his dying breath, Billy looked up at the fire chief and said, "Chief, am I really a fireman now?"
"Billy, you are, and the Head Chief, God, is holding your hand," the chief said. With those words, Billy smiled and said, "I know, He's been holding my hand all day, and the angels have been singing.." He closed his eyes one last time.

Stop telling God how big your storm is. Instead tell your storm how big your GOD is 0 comments

Iman & Biji sesawi










Bulan April 2007 lalu orang tua tmn saya pergi ke Israel , lalu pulang dari sana membawa biji khusus yang sering disebutkan di firman Tuhan, yaitu biji Sesawi.

Saya coba lihat di wiki dan ini penjelasannya:
Mustard seeds are the proverbially small seeds of the various mustard plants. The seeds are about 1 mm in diameter, and may be colored from yellowish white to black. They are important spices in many regional cuisines. The seeds can come from three different plants: black mustard (B. nigra), brown Indian mustard (B. juncea), and white or yellow mustard (B. hirta/Sinapis alba). In the Indian subcontinent they are often used whole, and are quickly fried in oil until they pop to impart a flavor to the oil.



Kandungan nutrisinya per 100 g (3.5 oz)

Energy 470 kcal 1960
kJ Carbohydrates 34.94 g
- Sugars 6.79 g
- Dietary fiber 14.7 g
Fat 28.76 g
- saturated 1.46 g
- monounsaturated 19.83 g
- polyunsaturated 5.39 g
Protein 24.94 g
Water 6.86 g
Vitamin A equiv. 3 ìg 0%
Thiamin (Vit. B1) 0.543 mg 42%
Riboflavin (Vit. B2) 0.381 mg 25%
Niacin (Vit. B3) 7.890 mg 53%
Vitamin B6 0.43 mg 33%
Folate (Vit. B9) 76 ìg 19%
Vitamin B12 0 ìg 0%
Vitamin C 3 mg 5%
Vitamin E 2.89 mg 19%
Vitamin K 5.4 ìg 5%
Calcium 521 mg 52%
Iron 9.98 mg 80%
Magnesium 298 mg 81%
Phosphorus 841 mg 120%
Potassium 682 mg 15%
Sodium 5 mg 0%
Zinc 5.7 mg 57%


Banyak juga kandungannya dan dari biji ini bisa tumbuh menjadi pohon besar. Satu bagian firman Tuhan yang menggunakan perumpaan biji sesawi


Matius 13:31 31 Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi, yang diambil dan ditaburkan orang di ladangnya.


Saya memperhatikan dengan seksama, panjang biji sesawi ini kurang dari 0,5 cm dan satu biji yang saya ukur sekitar 4,5 mm. Foto di atas menunjukkan perbandingan antara tutup lensa kamera nikon D50 saya (warna hitam, hanya ujungnya saja yang kelihatan) dan biji sesawi serta perbandingannya dengan ukuran panjang 1 cm.

Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.


Sebesar apa iman kita? Kita masing-masing yang tahu, yang pasti cukup iman sebesar biji ini saja, kita dapat melakukan hal yang mustahil.











0 comments

KEMATIAN


PENJELASAN YANG MENYENANGKAN! !!

Seorang pasien berpaling menghadap dokternya, selagi dokter itu bersiap untuk pergi, "Dokter, Aku takut mati. Ceritakan apa yang ada disebelah sana "


Dengan lembut, dokter itu berkata, "Saya tidak tahu."
"Anda tidak tahu? Anda, seorang Kristen, tidak tahu apa yang ada disebelah sana ? "

Dokter itu sedang memegang gagang pintu kamar disebelah sana terdengar suara garukan dan keluhan, begitu pintu itu dibukanya, seekor anjing menerobos masuk dan lompat kearahnya dengan antusias dan senang sekali.

Menoleh kearah sang pasien, dokter berkata, "Anda lihat anjing saya? ia belum pernah masuk ruangan ini sebelumnya ia tidak tahu ada apa didalamnya. Ia tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa tuannya ada didalam, dan ketika pintu dibuka, ia langsung masuk tanpa takut. Saya hanya tau sedikit tentang ada apa di sebelah kematian tapi saya tahu benar tentang satu hal... saya tahu Tuhan saya ada disana dan itu cukup."

0 comments

Mulailah hal kecil, Biarkan Tuhan Menumbuhkannya

Adalah mudah untuk dilumpuhkan oleh keadaan ketika kita menghadapi tantangan. Saya tahu itu. Saya mengalaminya sepanjang hidup saya. Anda pasti bertanya-tanya : Apa yang saya lakukan? Bagaimana saya bisa menggapai sesuatu dari tempat dimana saya berada saat ini ke tempat tujuan baru? Saya tidak tahu pasti bagaimana melakukan semua ini! Saya ketakutan setengah mati!.

Saya memikirkan bahwa saya harus menjadi seorang yang kaya atau terkenal atau dikuasai kecantikan atau memiliki talenta yang ajaib atau punya keberanian yang mengagumkan atau impian indah lainnya dan menunggu pencari bakat talenta "menemukan" diri saya untuk membuat sesuatu dalam kehidupan saya. Saya juga mempersalahkan diri saya dalam banyak kesempatan karena orang lain yang saya anggap lebih sukses karena mereka terlihat bisa mendapatkan semua harapan mereka.

Namun kebenarannya adalah, jika kita ingin melakukan sesuatu dalam kehidupan kita, untuk membuat satu tanda, maka kita tidak dapat menunggu sesuatu yang besar itu muncul, membunyikan loncengnya, dan menawarkan pada kita anggur Tanah Perjanjian. Kita harus membuat satu awalan.

Jadi, mulailah dari tempat dimana anda berada saat ini. Jangan melihat ke bagian belakang textbook anda, dan jangan membuat permintaan yang tidak beralasan terhadap diri anda - seperti mengatakan pada diri anda untuk melakukan semuanya dengan sempurna pada kesempatan pertama. Ambillah langkah kecil dengan arah yang benar, bahkan jika langkah anda kelihatan tidak pasti dan tidak meyakinkan.

Bicara soal melangkah dalam iman, beberapa tahun yang lalu saya mengikuti lari 5K. Saya hanya berlatih sekitar dua minggu, dimana saya menempati posisi 12... dari 13 orang di kelompok usia saya dan menempati posisi 182 dari peserta secara keseluruhan. OK, jadi melihat hasilnya sungguh membuat saya tertekan, saya akui itu. Pada mulanya saya merasa malu karena saya tidak bisa melakukan sesuatu yang lebih baik dari itu, lalu kemudian saya mulai berpikir tentang usia saya dan betapa tuanya saya sekarang ini. Berhenti Sampai Disitu!!. Saya harus mengatakan pada diri saya sendiri. Saya telah kehilangan maksud dari semua lombanya. Ini tidaklah selalu soal kemenangan. Ini tentang keluar dari keadaan itu dan mencoba melakukansesuatu.

Banyak dalam kehidupan ini bicata tentang menunjukkan diri. Demikian juga dengan perjalanan keKristenan kita.

Maksud saya, pada kenyataannya, benarkah Musa adalah orang terbaik yang harus membawa orang Israel keluar dari penjajahan Mesir? Bertahun-tahun sebelum Tuhan berbicara padanya melalui semak yang terbakar, Musa membunuh seorang Mesir dan Firaun menjadi murka karenanya. Jika anda adalah Firaun, maukah anda berbicara dengan seorang mantan musuh? Ditambah lagi, dia tidak punya kepercayaan diri yang cukup mengenai kemampuannya.

Bagaimana dengan Gideon? Dia bersembunyi di tempat pemerasan anggur ketika malaikat datang memberikan pesan yang memberi semangat dan membawa perintah langsung dari Tuhan.

Dan Ester, dia adalah seorang Yahudi, dan seperti seperti takdir, sepanjang bersama dengan bangsanya, dia siap mati sekali raja menemukan kebangsaan aslinya.

Semua orang ini tidaklah "pantas atau cocok" untuk tugas pekerjaannya, tidak juga jika kita men-cek resume atau curriculum vitae mereka, namun ketika Tuhan memanggil mereka dengan perintah : "Ikutlah Aku", mereka melakukannya. Sudah pasti mereka takut. Sebagian tersungkur seperti batu. Sebagian lainnya bahkan mempertanyakan logika pertimbangan Tuhan itu. Namun meski merasa terintimidasi, dan meski dengan kekurangan mereka, mereka semua memutuskan untuk mempercayai Tuhan untuk menggenapi sesuatu proyek yang tidak bisa dilakukan secara alami.

Deklarasi mereka menjadi terkenal, termasuk pada kita, adalah sesuatu hal yang sama : mereka membuat diri mereka siap pakai bagi Tuhan, mempercayai bahwa ketika mereka melangkah dalam iman, bahkan dalam langkah pertama mereka, Tuhan akan melakukan sisanya untuk mereka.

Saya belum lama ini mendengar definisi luar biasa untuk kata-kata : "keberanian". Mungkin seperti saya, anda datang pada kesimpulan yang salah bahwa keberanian berarti anda tidak takut. Namun penulis Bruce Wilkinson mengatakan bahwa keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, namun lebih kepada melakukan tekanan meski diliputi rasa takut.

Jika kita menunggu hingga kita tidak takut lagi, kita akan kehilangan kesempatan. Jalani ketakutan. Jalani dengan kaki yang bergetar dan kerongkongan kering. Siapa yang peduli jika anda tidak mengetahui bagaimana melakukannya? Lakukan saja sesuatu!. Lakukan sebanyak yang anda tahu bagaimana melakukannya, dan percayai Tuhan untuk sisanya.

Kita tidak tahu apa yang kehidupan akan kita bawa, kita tidak bisa memastikan hari esok, namun kita dapat membuat pengaruh sekarang dimana kita berada hari ini dengan men-set pikiran kita untuk melakukan hal yang baik, sesuatu dari Tuhan, bagaimanapun besar atau kecilnya pekerjaan itu.

Ingatlah aturan umum tentang kebesaran : jika anda ingin melakukan sesuatu yang besar, pertama anda harus melakukan sesuatu yang kecil. Jika anda ingin melakukan sesuatu yang hebat, peluangnya adalah ketika anda mengerjakan dengan baik sesuatu yang kecil terlebih dahulu.


Anda sepertinya tidak akan melakukan semua itu dalam satu hari, seperti yang saya sering pikir.

Mulai dari yang kecil, dan saksikan langkah Tuhan didalamnya. Ketika kita dipercaya dalam perkara kecil, Tuhan memberi kita yang besar. Jadi tanamkan bibit yang kecil dalam kehidupan anda, dan saksikan bibit itu akan bertumbuh hingga adanya panen raya kala anda mempercayai Tuhan.


0 comments