Kisah ini sangat memberkati saya, Agar dalam hidup ini saya mengisi kotak2 Arsip kehidupan kita dengan hal2 yang menyenangkan hati Bapa kita, GBU
Cerita di bawah ini tentang Brian Moore yang berusia 17 tahun, ditulis olehnya sebagai tugas sekolah. Pokok bahasannya tentang sorga itu seperti apa. “Aku membuat mereka terperangah,” kata Brian kepada ayahnya, Bruce. “Cerita itu bikin heboh. Tulisan itu seperti sebuah bom saja. Itulah yang terbaik yang pernah aku tulis.” Dan itu juga merupakan tulisannya yang terakhir.
Orangtua Brian telah melupakan esai yang ditulis Brian ini sampai seorang saudara sepupu menemukannya ketika ia membersihkan kotak loker milik remaja itu di SMA Teays Valley, Pickaway County , Ohio .
Brian baru saja meninggal beberapa jam yang lalu, namun orangtuanya mati-matian mencari setiap barang peninggalan Brian: surat-surat dari teman-teman sekolah dan gurunya, dan PR-nya. Hanya dua bulan sebelumnya, ia telah menulis sebuah esai tentang pertemuannya dengan Tuhan Yesus di suatu ruang arsip yang penuh kartu-kartu yang isinya memerinci setiap saat dalam kehidupan remaja itu. Tetapi baru setelah kematian Brian, Bruce dan Beth, mengetahui bahwa anaknya telah menerangkan pandangannya tentang sorga.
Tulisan itu menimbulkan suatu dampak besar sehingga orang-orang ingin membagikannya. “Anda merasa seperti ada di sana ,” kata pak Bruce Moore. Brian meninggal pada tanggal 27 Mei, 1997, satu hari setelah Hari Pahlawan Amerika Serikat. Ia sedang mengendarai mobilnya pulang ke rumah dari rumah seorang teman ketika mobil itu keluar jalur Jalan Bulen Pierce di Pickaway County dan menabrak suatu tiang. Ia keluar dari mobilnya yang ringsek tanpa cedera namun ia menginjak kabel listrik bawah tanah dan kesetrum.
Keluarga Moore membingkai satu salinan esai yang ditulis Brian dan menggantungkannya pada dinding di ruang keluarga mereka. “Aku pikir Tuhan telah memakai Brian untuk menjelaskan suatu hal. Aku kira kita harus menemukan makna dari tulisan itu dan memetik manfaat darinya,” kata Nyonya Beth Moore tentang esai itu.
Nyonya Moore dan suaminya ingin membagikan penglihatan anak mereka tentang kehidupan setelah kematian. “Aku bahagia karena Brian. Aku tahu dia telah ada di sorga. Aku tahu aku akan bertemu lagi dengannya.”
Inilah esai Brian yang berjudul “Ruangan”.
Di antara sadar dan mimpi, aku menemukan diriku di sebuah ruangan. Tidak ada ciri yang mencolok di dalam ruangan ini kecuali dindingnya penuh dengan kartu-kartu arsip yang kecil. Kartu-kartu arsip itu seperti yang ada di perpustakaan yang isinya memuat judul buku menurut pengarangnya atau topik buku menurut abjad.
Tetapi arsip-arsip ini, yang membentang dari dasar lantai ke atas sampai ke langit-langit dan nampaknya tidak ada habis-habisnya di sekeliling dinding itu, memiliki judul yang berbeda-beda.
Pada saat aku mendekati dinding arsip ini, arsip yang pertama kali menarik perhatianku berjudul “Cewek-cewek yang Aku Suka”. Aku mulai membuka arsip itu dan membuka kartu-kartu itu. Aku cepat-cepat menutupnya, karena terkejut melihat semua nama-nama yang tertulis di dalam arsip itu. Dan tanpa diberitahu siapapun, aku segera menyadari dengan pasti aku ada dimana.
Ruangan tanpa kehidupan ini dengan kartu-kartu arsip yang kecil-kecil merupakan sistem katalog bagi garis besar kehidupanku. Di sini tertulis tindakan-tindakan setiap saat dalam kehidupanku, besar atau kecil, dengan rincian yang tidak dapat dibandingkan dengan daya ingatku. Dengan perasaan kagum dan ingin tahu, digabungkan dengan rasa ngeri, berkecamuk di dalam diriku ketika aku mulai membuka kartu-kartu arsip itu secara acak, menyelidiki isi arsip ini. Beberapa arsip membawa sukacita dan kenangan yang manis; yang lainnya membuat aku malu dan menyesal sedemikian hebat sehingga aku melirik lewat bahu aku apakah ada orang lain yang melihat arsip ini.
Arsip berjudul “Teman-Teman” ada di sebelah arsip yang bertanda “Teman-teman yang Aku Khianati”. Judul arsip-arsip itu berkisar dari hal-hal biasa yang membosankan sampai hal-hal yang aneh. “Buku-buku Yang Aku Telah Baca”. “Dusta-dusta yang Aku Katakan”. “Penghiburan yang Aku Berikan”. “Lelucon yang Aku Tertawakan”. Beberapa judul ada yang sangat tepat menjelaskan kekonyolannya: “Makian Buat Saudara-saudaraku”.
Arsip lain memuat judul yang sama sekali tak membuat aku tertawa: “Hal-hal yang Aku Perbuat dalam Kemarahanku.”, “Gerutuanku terhadap Orangtuaku”. Aku tak pernah berhenti dikejutkan oleh isi arsip-arsip ini. Seringkali di sana ada lebih banyak lagi kartu arsip tentang suatu hal daripada yang aku bayangkan. Kadang-kadang ada yang lebih sedikit dari yang aku harapkan. Aku terpana melihat seluruh isi kehidupanku yang telah aku jalani seperti yang direkam di dalam arsip ini.
Mungkinkah aku memiliki waktu untuk mengisi masing-masing arsip ini yang berjumlah ribuan bahkan jutaan kartu? Namun setiap kartu arsip itu menegaskan kenyataan itu. Setiap kartu itu tertulis dengan tulisan tanganku sendiri. Setiap kartu itu ditanda-tangani dengan tanda tanganku sendiri.
Ketika aku menarik kartu arsip bertanda “Pertunjukan- pertunjukan TV yang Aku Tonton”, aku menyadari bahwa arsip ini semakin bertambah memuat isinya. Kartu-kartu arsip tentang acara TV yang kutonton itu disusun dengan padat, dan setelah dua atau tiga yard, aku tak dapat menemukan ujung arsip itu. Aku menutupnya, merasa malu, bukan karena kualitas tontonan TV itu, tetapi karena betapa banyaknya waktu yang telah aku habiskan di depan TV seperti yang ditunjukkan di dalam arsip ini.
Ketika aku sampai pada arsip yang bertanda “Pikiran-Pikiran yang Ngeres”, aku merasa merinding di sekujur tubuhku. Aku menarik arsip ini hanya satu inci, tak mau melihat seberapa banyak isinya, dan menarik sebuah kartu arsip. Aku terperangah melihat isinya yang lengkap dan persis. Aku merasa mual mengetahui bahwa ada saat di hidupku yang pernah memikirkan hal-hal kotor seperti yang dicatat di kartu itu. Aku merasa marah.
Satu pikiran menguasai otakku: Tak ada seorangpun yang boleh melihat isi kartu-kartu arsip in! Tak ada seorangpun yang boleh memasuki ruangan ini! Aku harus menghancurkan arsip-arsip ini! Dengan mengamuk bagai orang gila aku mengacak-acak dan melemparkan kartu-kartu arsip ini. Tak peduli berapa banyaknya kartu arsip ini, aku harus mengosongkannya dan membakarnya. Namun pada saat aku mengambil dan menaruhnya di suatu sisi dan menumpuknya di lantai, aku tak dapat menghancurkan satu kartupun. Aku mulai menjadi putus asa dan menarik sebuah kartu arsip, hanya mendapati bahwa kartu itu sekuat baja ketika aku mencoba merobeknya. Merasa kalah dan tak berdaya, aku mengembalikan kartu arsip itu ke tempatnya. Sambil menyandarkan kepalaku di dinding, aku mengeluarkan keluhan panjang yang mengasihani diri sendiri.
Dan kemudian aku melihatnya. Kartu itu berjudul “Orang-orang yang Pernah Aku Bagikan Injil”. Kotak arsip ini lebih bercahaya dibandingkan kotak arsip di sekitarnya, lebih baru, dan hampir kosong isinya. Aku tarik kotak arsip ini dan sangat pendek, tidak lebih dari tiga inci panjangnya. Aku dapat menghitung jumlah kartu-kartu itu dengan jari di satu tangan. Dan kemudian mengalirlah air mataku. Aku mulai menangis. Sesenggukan begitu dalam sehingga sampai terasa sakit. Rasa sakit itu menjalar dari dalam perutku dan mengguncang seluruh tubuhku. Aku jatuh tersungkur, berlutut, dan menangis. Aku menangis karena malu, dikuasai perasaan yang memalukan karena perbuatanku. Jajaran kotak arsip ini membayang di antara air mataku. Tak ada seorangpun yang boleh melihat ruangan ini, tak seorangpun boleh.
Aku harus mengunci ruangan ini dan menyembunyikan kuncinya. Namun ketika aku menghapus air mata ini, aku melihat Dia.
Oh, jangan! Jangan Dia! Jangan di sini. Oh, yang lain boleh asalkan jangan Yesus! Aku memandang tanpa daya ketika Ia mulai membuka arsip-arsip itu dan membaca kartu-kartunya. Aku tak tahan melihat bagaimana reaksi-Nya. Dan pada saat aku memberanikan diri memandang wajah-Nya, aku melihat dukacita yang lebih dalam dari pada dukacitaku. Ia nampaknya dengan intuisi yang kuat mendapati kotak-kotak arsip yang paling buruk.
Mengapa Ia harus membaca setiap arsip ini? Akhirnya Ia berbalik dan memandangku dari seberang di ruangan itu. Ia memandangku dengan rasa iba di mata-Nya. Namun itu rasa iba, bukan rasa marah terhadapku. Aku menundukkan kepalaku, menutupi wajahku dengan tanganku, dan mulai menangis lagi. Ia berjalan mendekat dan merangkulku. Ia seharusnya dapat mengatakan banyak hal. Namun Ia tidak berkata sepatah katapun. Ia hanya menangis bersamaku.
Kemudian Ia berdiri dan berjalan kembali ke arah dinding arsip-arsip. Mulai dari ujung yang satu di ruangan itu, Ia mengambil satu arsip dan, satu demi satu, mulai menandatangani nama-Nya di atas tanda tanganku pada masing-masing kartu arsip. “Jangan!” seruku bergegas ke arah-Nya. Apa yang dapat aku katakan hanyalah “Jangan, jangan!” ketika aku merebut kartu itu dari tangan-Nya. Nama-Nya jangan sampai ada di kartu-kartu arsip itu. Namun demikian tanpa dapat kucegah, tertulis di semua kartu itu nama-Nya dengan tinta merah, begitu jelas, dan begitu hidup. Nama Yesus menutupi namaku. Kartu itu ditulisi dengan darah Yesus! Ia dengan lembut mengambil kembali kartu-kartu arsip yang aku rebut tadi. Ia tersenyum dengan sedih dan mulai menandatangani kartu-kartu itu. Aku kira aku tidak akan pernah mengerti bagaimana Ia melakukannya dengan demikian cepat, namun kemudian segera menyelesaikan kartu terakhir dan berjalan mendekatiku. Ia menaruh tangan-Nya di pundakku dan berkata, “Sudah selesai!”
Aku bangkit berdiri, dan Ia menuntunku ke luar ruangan itu. Tidak ada kunci di pintu ruangan itu. Masih ada kartu-kartu yang akan ditulis dalam sisa kehidupanku.
“Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” (Yohanes 3:16)
Sharingkan kisah ini buat setiap orang supaya Arsip “Orang-Orang yang Aku Bagikan Injil” milikku akan makin bertambah besar, bagaimana dengan milik anda?
0
comments
Kau sentuh hatiku
Bapa, ini aku..
AnakMu yang hilang telah kembali
Aku ada disini Bapa
Engkau telah memanggil aku
Menyeret aku dari kegelapan
Memungut aku dari sampah dunia ini
Betapa kotornya aku ini
Kutak pernah layak bagiMu
Betapa kumenyadari kebaikanMu
Engkau selalu menyertaiku
Kau telah menyelamatkan aku
Tak sekejabpun mataMu lepas dariku
Kau telah menyentuh hatiku
Kau basuh dengan kasihMu
Menjadikannya baru
Bapa, ini aku..
Aku disini sendiri
Dalam kelamnya duniaku
Dalam sesaknya hidupku
Kesedihan menyelimuti aku
Kesepian menyiksaku
Aku haus KasihMu yang sempurna
Dengan sisa nafasku kupanggil NamaMu
Kau rangkul aku
Kau genggam tanganku
Kau peluk diriku
Kutau hidupku ditanganMu
Kutau rencanaMu ada dalam hidupku
Kutau KasihMu besar padaku
Bapa, Ampuni aku..
Ajarku lebih lagi
Ajarku mengerti Segala tujuan hidupku
Bawaku lebih lagi dekat padaMu
Tunjukan arahku
Agar aku tahu kemana langkahku
Kau yang membentuk aku
Hanya Kau yang tahu
Tujuanku berada didunia ini
Rancangan terbaik ada padaMu
Kemenangan ditanganku
Kau disisiku, siapakah lawanku?
Bapa, ini aku
Yang telah kau rancangkan kehidupannya
Bahkan sebelum semua ini ada
Engkau telah menuliskan hidupku
Rancangan luar biasa kau tuliskan
Dengan kasihMu engkau membentukku
Kasih sayangMu dalam nafasku
RohMu mengalir dalam darahKu
Tak ada alasan aku lari lagi
Bapa, ini aku..
Ampuni segala kesalahanku
Hapus kenangan burukku
Lupakan masa laluku
Baharui hatiku
Bentuk aku menjadi baru
Yang layak dihadapanMu
Berkilau bagai emas murni
Bapa...
Betapa kumengasihiMu...
Hidupku ditanganMu
Special thanks utk Daniel yg udah kirimin syair ini ya, GBU Always.... 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 3:13 PM
AnakMu yang hilang telah kembali
Aku ada disini Bapa
Engkau telah memanggil aku
Menyeret aku dari kegelapan
Memungut aku dari sampah dunia ini
Betapa kotornya aku ini
Kutak pernah layak bagiMu
Betapa kumenyadari kebaikanMu
Engkau selalu menyertaiku
Kau telah menyelamatkan aku
Tak sekejabpun mataMu lepas dariku
Kau telah menyentuh hatiku
Kau basuh dengan kasihMu
Menjadikannya baru
Bapa, ini aku..
Aku disini sendiri
Dalam kelamnya duniaku
Dalam sesaknya hidupku
Kesedihan menyelimuti aku
Kesepian menyiksaku
Aku haus KasihMu yang sempurna
Dengan sisa nafasku kupanggil NamaMu
Kau rangkul aku
Kau genggam tanganku
Kau peluk diriku
Kutau hidupku ditanganMu
Kutau rencanaMu ada dalam hidupku
Kutau KasihMu besar padaku
Bapa, Ampuni aku..
Ajarku lebih lagi
Ajarku mengerti Segala tujuan hidupku
Bawaku lebih lagi dekat padaMu
Tunjukan arahku
Agar aku tahu kemana langkahku
Kau yang membentuk aku
Hanya Kau yang tahu
Tujuanku berada didunia ini
Rancangan terbaik ada padaMu
Kemenangan ditanganku
Kau disisiku, siapakah lawanku?
Bapa, ini aku
Yang telah kau rancangkan kehidupannya
Bahkan sebelum semua ini ada
Engkau telah menuliskan hidupku
Rancangan luar biasa kau tuliskan
Dengan kasihMu engkau membentukku
Kasih sayangMu dalam nafasku
RohMu mengalir dalam darahKu
Tak ada alasan aku lari lagi
Bapa, ini aku..
Ampuni segala kesalahanku
Hapus kenangan burukku
Lupakan masa laluku
Baharui hatiku
Bentuk aku menjadi baru
Yang layak dihadapanMu
Berkilau bagai emas murni
Bapa...
Betapa kumengasihiMu...
Hidupku ditanganMu
Special thanks utk Daniel yg udah kirimin syair ini ya, GBU Always.... 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 3:13 PM
Asuransi Terbaik Di Dunia
TRAKTAT: ASURANSI
Anda bingung menentukan asuransi mana yang ingin dibeli?
Kami ingin menawarkan sebuah perusahaan asuransi yang pasti
tidak mengecewakan. Berikut fiturnya:
PERUSAHAAN ASURANSI INI MENJAMIN:
Kehidupan
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia
telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang
yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal. (Yohanes 3:16)
Kesehatan
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan
segala penyakitmu (Mazmur 103:3)
Pakaian
Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang
percaya!(Lukas 12:28)
Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19 )
Kenyamanan
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yohanes 14:1)
Persahabatan
Dan ketahuilah "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:20)
Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan
kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh
dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)
Rumah yang abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku
mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yohanes 14:2)
ALASAN-ALASAN UNTUK IKUT ASURANSI INI:
1. Adalah perusahaan asuransi paling tua di dunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai
kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area yang kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Aset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.
PREMI
Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus
telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian Allah
I Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu
muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
PROSEDUR APLIKASI
Kisah Para Rasul 5:8
Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis
dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan
menerima karunia Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 16:31
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat! .."
Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar oleh YESUS. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 3:04 PM
Anda bingung menentukan asuransi mana yang ingin dibeli?
Kami ingin menawarkan sebuah perusahaan asuransi yang pasti
tidak mengecewakan. Berikut fiturnya:
PERUSAHAAN ASURANSI INI MENJAMIN:
Kehidupan
Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia
telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang
yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal. (Yohanes 3:16)
Kesehatan
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan
segala penyakitmu (Mazmur 103:3)
Pakaian
Jadi, jika rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api demikian didandani Allah, terlebih lagi kamu, hai orang yang kurang
percaya!(Lukas 12:28)
Kebutuhan Sehari-hari
Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus (Filipi 4:19 )
Kenyamanan
"Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. (Yohanes 14:1)
Persahabatan
Dan ketahuilah "Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." (Matius 28:20)
Kedamaian
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan
kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh
dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. (Yohanes 14:27)
Rumah yang abadi
Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Jika tidak demikian, tentu Aku
mengatakannya kepadamu. Sebab Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. (Yohanes 14:2)
ALASAN-ALASAN UNTUK IKUT ASURANSI INI:
1. Adalah perusahaan asuransi paling tua di dunia.
2. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mengasuransikan berbagai
kehilangan dalam api zaman akhir.
3. Satu-satunya perusahaan asuransi yang mencakup area yang kekekalan.
4. Kebijakannya tidak pernah berubah.
5. Manajemennya tidak pernah berganti.
6. Aset perusahaan terlalu banyak untuk dihitung.
7. Satu-satunya perusahaan asuransi yang membayarkan premi anda.
PREMI
Roma 5:8
Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus
telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa.
Efesus 2:8
Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil
usahamu, tetapi pemberian Allah
I Korintus 6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu
muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
PROSEDUR APLIKASI
Kisah Para Rasul 5:8
Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis
dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan
menerima karunia Roh Kudus.
Kisah Para Rasul 16:31
"Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat! .."
Semua premi untuk aplikasi ini telah dibayar oleh YESUS. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 3:04 PM
I Always Love You
I Always Love You
Kejadian ini terjadi saat gempa di china baru baru ini , Ketika para penolong menemukan dia, ibu ini sudah meninggal, tergencet rumahnya yang runtuh akibat gempa di China. Melalui semua reruntuhan, orang-orang dapat melihat postur tubuhnya: kedua lututnya di bawah, tubuh atasnya ke depan dengan kedua tangannya menahan tubuhnya, seperti sedang berdoa sujud ke atas langit. Tim penolong menjulurkan tangannya ke dalam melalui reruntuhan untuk memasti-kan kematiannya. Ia berteriak lagi dan ia mengetukkan bata-bata yang lepas dengan peralatannya, tak ada tanggapan dari dalam Tim penolong bergerak menuju bangunan berikutnya yang runtuh. Namun pemimpin tim itu pasti merasakan keanehan dalam postur wanita yang telah tewas itu. Ia berjalan kembali, memeriksa kembali dan berteriak kepada anggota timnya: 'Kembalilah, ada seorang bayi yang masih hidup di bawah ibu ini!' Setelah mencoba dengan susah payah, mereka dengan hati-hati menyingkirkan reruntuhan di sekeliling jenazah wanita itu. Di sana terbaring di bawah tubuh wanita itu seorang bayi yang dibungkus dengan rapi, sekitar empat atau lima bulan usianya. Karena perlindungan ibunya, bayi itu tidak terluka sedikitpun. Bayi itu masih tidur ketika ia dikeluarkan. Wajah bayi yang penuh kedamaian itu sungguh menenteramkan orang-orang yang memandangnya. Dokter dipanggil untuk mengadakan pemeriksaan rutin terhadap bayi itu dan menemukan sebuah telpon seluler di bawah selimutnya. Dokter melihat layar HP itu dan terlihat sebuah pesan yang berbunyi: 'Bayiku yang tercinta, apabila engkau dapat bertahan hidup, ingatlah Aku selalu mengasihimu! ' Bahkan dokter itu yang telah terbiasa melihat kehidupan dan kematian tanpa sadar menitikkan air matanya. HP itu diperlihatkan kepada orang-orang di sekitar itu dan mereka yang membacanya menangis. Betapa luar biasanya kasih seorang ibu. Di tengah-tengah badai goncangan gempa ia tidak memikirkan dirinya lagi, bahkan mengorbankan dirinya agar bayinya selamat...
Itu kasih seorang ibu kepada anak yg dilahirkannya, apalagi kasih Bapa disurga yg menciptakan kita , seperti yang tertulis di yesaya 49 : 15,16
"Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 2:07 PM
Kejadian ini terjadi saat gempa di china baru baru ini , Ketika para penolong menemukan dia, ibu ini sudah meninggal, tergencet rumahnya yang runtuh akibat gempa di China. Melalui semua reruntuhan, orang-orang dapat melihat postur tubuhnya: kedua lututnya di bawah, tubuh atasnya ke depan dengan kedua tangannya menahan tubuhnya, seperti sedang berdoa sujud ke atas langit. Tim penolong menjulurkan tangannya ke dalam melalui reruntuhan untuk memasti-kan kematiannya. Ia berteriak lagi dan ia mengetukkan bata-bata yang lepas dengan peralatannya, tak ada tanggapan dari dalam Tim penolong bergerak menuju bangunan berikutnya yang runtuh. Namun pemimpin tim itu pasti merasakan keanehan dalam postur wanita yang telah tewas itu. Ia berjalan kembali, memeriksa kembali dan berteriak kepada anggota timnya: 'Kembalilah, ada seorang bayi yang masih hidup di bawah ibu ini!' Setelah mencoba dengan susah payah, mereka dengan hati-hati menyingkirkan reruntuhan di sekeliling jenazah wanita itu. Di sana terbaring di bawah tubuh wanita itu seorang bayi yang dibungkus dengan rapi, sekitar empat atau lima bulan usianya. Karena perlindungan ibunya, bayi itu tidak terluka sedikitpun. Bayi itu masih tidur ketika ia dikeluarkan. Wajah bayi yang penuh kedamaian itu sungguh menenteramkan orang-orang yang memandangnya. Dokter dipanggil untuk mengadakan pemeriksaan rutin terhadap bayi itu dan menemukan sebuah telpon seluler di bawah selimutnya. Dokter melihat layar HP itu dan terlihat sebuah pesan yang berbunyi: 'Bayiku yang tercinta, apabila engkau dapat bertahan hidup, ingatlah Aku selalu mengasihimu! ' Bahkan dokter itu yang telah terbiasa melihat kehidupan dan kematian tanpa sadar menitikkan air matanya. HP itu diperlihatkan kepada orang-orang di sekitar itu dan mereka yang membacanya menangis. Betapa luar biasanya kasih seorang ibu. Di tengah-tengah badai goncangan gempa ia tidak memikirkan dirinya lagi, bahkan mengorbankan dirinya agar bayinya selamat...
Itu kasih seorang ibu kepada anak yg dilahirkannya, apalagi kasih Bapa disurga yg menciptakan kita , seperti yang tertulis di yesaya 49 : 15,16
"Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.
Lihat, Aku telah melukiskan engkau di telapak tangan-Ku; tembok-tembokmu tetap di ruang mata-Ku." 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 2:07 PM
Pintu tanpa pegangan

Kita tentu pernah melihat lukisan Yesus sedang mengetuk pintu. Digambarkan suasananya sedang temaram, langit berwarna biru tua menunjukkan hari hampir gelap.Tangan kiri Tuhan Yesus membawa lentera dan tangan kananNya terangkat setinggi bahu dengan jari-jari menyentuh daun pintu berwarna kecoklatan. Di bagian bawah pintu dipenuhi semak belukar,menunjukkan pintu itu tidak dibuka untuk waktu yang cukup lama.
0
comments
Posted by
Susanti Khosya
jam
3:52 PM
Lukisan yang terkenal ini, aslinya dibuat oleh seorang seniman bernama William Holman Hunt sekitar tahun 1905. Bila kita mengamati lukisan itu dengan teliti, pintu yang diketuk oleh Yesus sama sekali tidak ada pegangan pintunya. Apakah pelukisnya kelupaan? Mengapa tidak ada gagang pintunya? Pintu itu adalah hati kita. Lukisan pintu itu dibuat tanpa pegangan karena pintu itu hanya bisa dibuka dari dalam, oleh si pemilik hati.
Kalau hari ini kita masih terikat dengan kebiasaan-kebiasaan buruk yang tidak berkenan kepada Tuhan dan kita merasa tidak mampu melepaskannya, ada satu jalan keluar : bukalah pintu hatimu. Sudah terlalu lama Yesus berdiri di depan pintu dan mengetuk,tapi kita tidak memberikan tanggapan. Ia terus mengetuk melalui kotbah-kotbah hari Minggu, melalui saudara seiman yang sering menelpon, melalui lagu dan renungan yang kita baca dan kita dengar.
Jangan tunda lagi, pintu itu hanya bisa dibuka oleh kita sendiri.Segera buka hati dan biarkan Yesus masuk dan tinggal dalam kehidupan kita.
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suaraKu dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku akan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."
(Wahyu 3 : 20)
Subscribe to:
Posts (Atom)
