Efesus 2:10
"Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya"
Ayat diatas begitu kuat berbicara dalam hati saya akhir2 ini. Setiap saya baca seperti nya Allah berbicara dalam hati saya bahwa hidup saya sangat berarti dimata Allah sehingga Allah siapkan suatu pekerjaan baik sebelumnya
mungkin seperti pujian berikut
“Dari semula tlah kau tetapkan hidupku dalam tanganMu, dalam rencanaMu Tuhan, rencana indah tlah kau siapkan bagi masa depanku yang penuh harapan, smua baik…….. smua baik , sgala yang tlah kau perbuat didalam hidupku…………“
dalam setiap hidup kita anak2 Nya, ada rencana Allah yg sempurna yang harus digenapi, kita coba melihat kedalam hidup kita apakah kita sudah menggenapi apa yg Allah mau kita tinggal didalamnya, hidup yg mempermuliakan Allah, hidup yang bukan biasa2 atau mengalir tanpa ada tujuan atau pengharapan. Kita harusnya bersyukur buat karya Allah dalam hidup kita, karena kita sangat berarti dimata Allah sehingga semua pekerjaan itu dipersiapkan Allah jauh2 sebelum kita berada dimuka bumi ini, karena itu jadikan hidup ini berarti juga buat kita , selagi kita diberi nafas berarti pekerjaanNya masih terus harus digenapi dalam hidup ini. Dan setiap jerih payah kita didalam Tuhan tidak akan sia2.
“ Tetaplah menyala nyala dan layanilah Tuhan”
0
comments
Menurut Allah, kamu indah........
Allah suka padamu... 
Kalau Dia punya dompet, pasti fotomu disimpan didalam-nya,
Kalau Dia punya kulkas, fotomu pasti disimpan di pintunya,
Dia mengirim bunga untukmu setiap musim semi dan matahari terbit setiap pagi,
Kalau kamu ingin bicara, Dia pasti mau mendengarkan.Sebenarnya Dia bisa tinggal dimana saja di alam semesta ini,dan Dia memilih hatimu.
Terima saja sobat, Dia tergila-gila padamu! Kayak nya mungkin kamu susah sekali percaya bahwa Allah mengenal namamu.Dia benar benar mengenal namamu (Yes45:3-4) .Tertulis ditelapak tangan-Nya,diucapkan dengan mulut-Nya,Dibisikkan dengan bibir-Nya, Namamu.Hati kita tidak cukup besar untuk memuat semua berkat yang ingin Allah berikan.
Jadi, coba ini
Kalau matahari terbit membuatmu begitu takjub sampai menahan nafas,atau bunga bunga dipadang membuatmu begitu terpesona,sampai tidak bisa berkata kata tetaplah seperti itu.Tidak perlu mengatakan apa-apa dan dengarkan sorga berbisik,"Kau suka itu? Aku melakukannya hanya untukmu"Kalau kita saja suka memberi hadiah hadiah untuk menunjukkan kasihsayang kita,apalagi Dia?
Bisa saja Dia biarkan bumi ini datar dan berwarna abu-abu, tapi Dia tidak begitu.Dipercikan-Nya warna jingga pada matahari terbit,Dan diberi-Nya warna biru pada langit.Dan kalau kamu suka melihat sekawanan angsa yang sedang berkumpul,kamu juga pasti bisa melihatNya.
Apa Dia harus menjadikan bulu ekor musang empuk dan lembutnya?Apa Dia harus membuat burung- burung berkicau?Dan lucunya ayam berjalan tergopoh gopoh.Atau dasyatnya gelegar guntur ? Mengapa Dia memberi aroma bagi bunga?Mengapa Dia memberi rasa pada makanan?Mungkinkah itu semua karena Dia suka sekali melihat raut wajahmu?Jadi berjanjilah, kamu tidak akan lupa, bahwa kamu bukan suatu kebetulan atau kejadian.. kamu adalah karunia bagi dunia.Karya seni sorgawi, tanda tangan Allah.
(Engkau menenunku didalam kandungan ibuku, Mazmur 139:13)
kamu ditenun/rajutNya, Kamu bukan produksi massal, kamu bukan hasil buatan mesin.Kamu dirancang secara khusus, diberi karunia khusus,dan ditempatkan didunia ini dengan penuh kasih..oleh sang Pencipta Agung.
MenurutNya kamu adalah hal terindah yang melesat turun dari puncak dalam sekejap.Menolehlah kepinggir jalan, lihat, Allah sedang bersorak sorak memberimu dukungan dalam lomba lari.Coba lihat ke depan ke garis akhir,lihat Allah sedang bertepuk tangan memuji langkahmu.
Allah ada bagimu Kalau Allah punya kalender, pasti tanggal ulang tahunmu sudah di lingkari.Kalau Dia menyetir mobil, pasti namamu sudah tertulis di bemperNya,Kalau ada pohon di sorga, pasti Dia sudah mengukir namamu dibatangnya.Mungkin kamu tidak mau menggangu Allah dengan lukamu.Tetapi "Dia yang memelihara kamu" ( 1 Petrus 5:7 )
Dia menunggumu, untuk memelukmu. dalam keberhasilan dan kegagalanmu.Bapa Sorgawi sangat menyayangimu dan hanya ingin memberikan kasih-Nya kepadamu.Tanpa dibatasi oleh waktu, Allah melihat kita semua.Gelandangan & anak terlantar, semuanya.Dia melihat kita sebelum kita dilahirkan. Dan Dia suka dengan semua yang dilihatNya.Dengan luapan emosi, penuh kebanggaan, sang Pencipta bintang itu menoleh ke arah kita,satu persatu dan mengatakan "Engkau anakKu, Aku sangat mengasihimu"
Aku tahu, suatu hari nanti, engkau akan berpaling dariKudan menjauh. Tetapi Aku ingin engkau tahu,Aku telah menyediakan jalan pulang bagimu.Kamu telah memikat hati Allah. Dia tidak sanggup hidup tanpamu.Impian Allah, membawamu dengan denganNya.Dan jalan menuju salib, memberitahu kita, sejauh apa jalan yang Allah tempuhuntuk memanggil kita kembali kepadaNya. "Apa yang bisa membuatKu berhenti mengasihimu? "tanya Allah. "Ingin tahu berapa lama kasihKu akan bertahan?Lihat saja, Aku bicara dalam bahasamu,tidur diduniamu, dan merasakan sakitmu.temukan jawabannya diatas kayu salib itu,di atas bukit berbatu itu.Itulah bukti besarnya kasihKu kepadamu"
Masih banyak yang Allah lakukan selain mengampuni kesalahan kita, Dia menghapusnya! kita hanya harus membawa kesalahan kita kepadaNya.Kamu bisa bicara dengan Allah karena Allah pasti mendengarkan.Biar saja air mata menetes dipipimu Ia akan menyekanya.
Dia telah mengutus malaikat malaikat Nya untuk menjagaimu(Maz. 91:11),Roh KudusNya untuk tinggal didalammu. Gereja Nya untuk mendukung mudan pedangNya untuk mempimpin mu.
Sebesar kerinduan mu untuk bertemu dengannya,lebih besar lagi kerinduanNya untuk bertemu denganmu.Kalau kamu menyetuh hati Allah, pakai lah nama sebutan yang paling Ia sukai panggil dia "Bapa"
Menurut Allah, kamu indah !
(by Max Lucado)
0 comments Posted by Susanti Khosya jam 11:58 AM

Kalau Dia punya dompet, pasti fotomu disimpan didalam-nya,
Kalau Dia punya kulkas, fotomu pasti disimpan di pintunya,
Dia mengirim bunga untukmu setiap musim semi dan matahari terbit setiap pagi,
Kalau kamu ingin bicara, Dia pasti mau mendengarkan.Sebenarnya Dia bisa tinggal dimana saja di alam semesta ini,dan Dia memilih hatimu.
Terima saja sobat, Dia tergila-gila padamu! Kayak nya mungkin kamu susah sekali percaya bahwa Allah mengenal namamu.Dia benar benar mengenal namamu (Yes45:3-4) .Tertulis ditelapak tangan-Nya,diucapkan dengan mulut-Nya,Dibisikkan dengan bibir-Nya, Namamu.Hati kita tidak cukup besar untuk memuat semua berkat yang ingin Allah berikan.
Jadi, coba ini
Kalau matahari terbit membuatmu begitu takjub sampai menahan nafas,atau bunga bunga dipadang membuatmu begitu terpesona,sampai tidak bisa berkata kata tetaplah seperti itu.Tidak perlu mengatakan apa-apa dan dengarkan sorga berbisik,"Kau suka itu? Aku melakukannya hanya untukmu"Kalau kita saja suka memberi hadiah hadiah untuk menunjukkan kasihsayang kita,apalagi Dia?
Bisa saja Dia biarkan bumi ini datar dan berwarna abu-abu, tapi Dia tidak begitu.Dipercikan-Nya warna jingga pada matahari terbit,Dan diberi-Nya warna biru pada langit.Dan kalau kamu suka melihat sekawanan angsa yang sedang berkumpul,kamu juga pasti bisa melihatNya.
Apa Dia harus menjadikan bulu ekor musang empuk dan lembutnya?Apa Dia harus membuat burung- burung berkicau?Dan lucunya ayam berjalan tergopoh gopoh.Atau dasyatnya gelegar guntur ? Mengapa Dia memberi aroma bagi bunga?Mengapa Dia memberi rasa pada makanan?Mungkinkah itu semua karena Dia suka sekali melihat raut wajahmu?Jadi berjanjilah, kamu tidak akan lupa, bahwa kamu bukan suatu kebetulan atau kejadian.. kamu adalah karunia bagi dunia.Karya seni sorgawi, tanda tangan Allah.
(Engkau menenunku didalam kandungan ibuku, Mazmur 139:13)
kamu ditenun/rajutNya, Kamu bukan produksi massal, kamu bukan hasil buatan mesin.Kamu dirancang secara khusus, diberi karunia khusus,dan ditempatkan didunia ini dengan penuh kasih..oleh sang Pencipta Agung.
MenurutNya kamu adalah hal terindah yang melesat turun dari puncak dalam sekejap.Menolehlah kepinggir jalan, lihat, Allah sedang bersorak sorak memberimu dukungan dalam lomba lari.Coba lihat ke depan ke garis akhir,lihat Allah sedang bertepuk tangan memuji langkahmu.
Allah ada bagimu Kalau Allah punya kalender, pasti tanggal ulang tahunmu sudah di lingkari.Kalau Dia menyetir mobil, pasti namamu sudah tertulis di bemperNya,Kalau ada pohon di sorga, pasti Dia sudah mengukir namamu dibatangnya.Mungkin kamu tidak mau menggangu Allah dengan lukamu.Tetapi "Dia yang memelihara kamu" ( 1 Petrus 5:7 )
Dia menunggumu, untuk memelukmu. dalam keberhasilan dan kegagalanmu.Bapa Sorgawi sangat menyayangimu dan hanya ingin memberikan kasih-Nya kepadamu.Tanpa dibatasi oleh waktu, Allah melihat kita semua.Gelandangan & anak terlantar, semuanya.Dia melihat kita sebelum kita dilahirkan. Dan Dia suka dengan semua yang dilihatNya.Dengan luapan emosi, penuh kebanggaan, sang Pencipta bintang itu menoleh ke arah kita,satu persatu dan mengatakan "Engkau anakKu, Aku sangat mengasihimu"
Aku tahu, suatu hari nanti, engkau akan berpaling dariKudan menjauh. Tetapi Aku ingin engkau tahu,Aku telah menyediakan jalan pulang bagimu.Kamu telah memikat hati Allah. Dia tidak sanggup hidup tanpamu.Impian Allah, membawamu dengan denganNya.Dan jalan menuju salib, memberitahu kita, sejauh apa jalan yang Allah tempuhuntuk memanggil kita kembali kepadaNya. "Apa yang bisa membuatKu berhenti mengasihimu? "tanya Allah. "Ingin tahu berapa lama kasihKu akan bertahan?Lihat saja, Aku bicara dalam bahasamu,tidur diduniamu, dan merasakan sakitmu.temukan jawabannya diatas kayu salib itu,di atas bukit berbatu itu.Itulah bukti besarnya kasihKu kepadamu"
Masih banyak yang Allah lakukan selain mengampuni kesalahan kita, Dia menghapusnya! kita hanya harus membawa kesalahan kita kepadaNya.Kamu bisa bicara dengan Allah karena Allah pasti mendengarkan.Biar saja air mata menetes dipipimu Ia akan menyekanya.
Dia telah mengutus malaikat malaikat Nya untuk menjagaimu(Maz. 91:11),Roh KudusNya untuk tinggal didalammu. Gereja Nya untuk mendukung mudan pedangNya untuk mempimpin mu.
Sebesar kerinduan mu untuk bertemu dengannya,lebih besar lagi kerinduanNya untuk bertemu denganmu.Kalau kamu menyetuh hati Allah, pakai lah nama sebutan yang paling Ia sukai panggil dia "Bapa"
Menurut Allah, kamu indah !
(by Max Lucado)
0 comments Posted by Susanti Khosya jam 11:58 AM
Tak bersalah
Aku baru masuk kuliah saat bertemu dengan Keluarga White. Mereka sangat berbeda dengan keluargaku, namun aku langsung merasa betah bersama mereka.
Aku dan Jane White berteman di sekolah, dan keluarganya menyambutku-orang luar-seperti sepupu jauh.
Dalam keluargaku, jika ada masalah, menyalahkan orang itu selalu penting. "Siapa yang melakukan ini ?" ibuku membentak melihat dapur berantakan. "lni semua salahmu, Katharine," ayahku berkeras jika kucing berhasil keluar rumah atau mesin cuci piring rusak. Sejak kami kecil, aku dan saudara-saudaraku saling mengadu. Kami menyiapkan kursi untuk si Terdakwa di meja makan. Tapi Keluarga White tidak mencemaskan siapa berbuat apa.Mereka merapikan yang berantakan dan melanjutkan hidup mereka. lndahnya hal ini kusadari penuh pada musim panas ketika Jane meninggal.
Keluarga White memiliki enam anak: tiga lelaki, tiga perempuan. Satuputranya meninggal saat masih kecil, mungkin karena itulah kelima yang tersisa menjadi dekat.Di bulan Juli, aku dan tiga putri White memutuskan berjalan-jalan naik mobil dari rumah mereka di Florida ke New York. Dua yang tertua, Sarah dan Jane, adalah mahasiswa, dan yang terkecil, Amy, baru menginjak enam belas tahun. Sebagai pemilik SIM baru yang bangga, Amy gembira ingin melatih keterampilan mengemudinya selama perjalanan itu.Dengan tawanya yang lucu, ia memamerkan SIM-nya kepada siapa saja yang ditemuinya.
Kedua kakaknya ikut mengemudikan mobil pada bagian pertama perjalanan, tapi saat mereka tiba di daerah yang berpenduduk jarang, mereka membolehkan Amy mengemudi. Di suatu tempat di South Carolina, kami keluar dari jalan tol untuk makan. Setelah makan, Amy mengemudi lagi. Ia tiba di perempatan dengan tanda stop untuk mobil dari arah kami. Entah ia gugup atau tidak memperhatikan atau tidak melihat tandanya tak akan ada yang tahu. Amy terus menerjang perempatan tanpa berhenti. Pengemudi trailer semi-traktor besar itu tak mampu mengerem pada waktunya, dan menabrak kendaraan kami. Jane langsung meninggal.
Aku selamat hanya dengan sedikit memar. Hal tersulit yang kulakukan adalah menelepon Keluarga White dan memberitakan kecelakaan itu dan bahwa Jane meninggal. Sesakit apa pun perasaanku kehilangan seorang sahabat, aku tahu bagi mereka jauh lebih pedih kehilangan anak. Saat suami-istri White tiba di rumah sakit, mereka mendapatkan dua putri mereka di sebuah kamar.Kepala dibalut perban; kaki Amy digips. Mereka memeluk kami semua dan menitikkan air mata duka dan bahagia saat melihat putri mereka. Mereka menghapus air mata kedua putrinya dan menggoda Amy hingga tertawa sementara ia belajar menggunakan kruknya. Kepada kedua putri mereka, dan terutama kepada Amy, berulang-ulang mereka hanya berkata, "Kami gembira kalian masih hidup."Aku tercengang. Tak ada tuduhan. Tak ada tudingan.
Kemudian, aku menanyakan Keluarga White mengapa mereka tak pernah membicarakan fakta bahwa Amy yang mengemudi dan melanggar rambu-rambu lalu lintas. Bu White berkata, "Jane sudah tiada, dan kami sangat merindukannya.Tak ada yang dapat kami katakan atau perbuat yang dapat menghidupkannya kembali. Tapi hidup Amy masih panjang. Bagaimana ia bisa menjalani hidup yang nyaman dan bahagia jika ia merasa kami menyalahkannya atas kematian kakaknya?"
Mereka benar. Amy lulus kuliah dan menikah beberapa tahun yang lalu. Ia bekerja sebagai guru sekolah anak luar biasa. Putrinya sendiri sudah dua, yang tertua bernama Jane. Aku belajar dari Keluarga White bahwa menyalahkan sebenarnya tidak penting. Bahkan, kadang-kadang, tak ada gunanya sama sekali.
Source: Unknown. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 10:17 AM
Aku dan Jane White berteman di sekolah, dan keluarganya menyambutku-orang luar-seperti sepupu jauh.
Dalam keluargaku, jika ada masalah, menyalahkan orang itu selalu penting. "Siapa yang melakukan ini ?" ibuku membentak melihat dapur berantakan. "lni semua salahmu, Katharine," ayahku berkeras jika kucing berhasil keluar rumah atau mesin cuci piring rusak. Sejak kami kecil, aku dan saudara-saudaraku saling mengadu. Kami menyiapkan kursi untuk si Terdakwa di meja makan. Tapi Keluarga White tidak mencemaskan siapa berbuat apa.Mereka merapikan yang berantakan dan melanjutkan hidup mereka. lndahnya hal ini kusadari penuh pada musim panas ketika Jane meninggal.
Keluarga White memiliki enam anak: tiga lelaki, tiga perempuan. Satuputranya meninggal saat masih kecil, mungkin karena itulah kelima yang tersisa menjadi dekat.Di bulan Juli, aku dan tiga putri White memutuskan berjalan-jalan naik mobil dari rumah mereka di Florida ke New York. Dua yang tertua, Sarah dan Jane, adalah mahasiswa, dan yang terkecil, Amy, baru menginjak enam belas tahun. Sebagai pemilik SIM baru yang bangga, Amy gembira ingin melatih keterampilan mengemudinya selama perjalanan itu.Dengan tawanya yang lucu, ia memamerkan SIM-nya kepada siapa saja yang ditemuinya.
Kedua kakaknya ikut mengemudikan mobil pada bagian pertama perjalanan, tapi saat mereka tiba di daerah yang berpenduduk jarang, mereka membolehkan Amy mengemudi. Di suatu tempat di South Carolina, kami keluar dari jalan tol untuk makan. Setelah makan, Amy mengemudi lagi. Ia tiba di perempatan dengan tanda stop untuk mobil dari arah kami. Entah ia gugup atau tidak memperhatikan atau tidak melihat tandanya tak akan ada yang tahu. Amy terus menerjang perempatan tanpa berhenti. Pengemudi trailer semi-traktor besar itu tak mampu mengerem pada waktunya, dan menabrak kendaraan kami. Jane langsung meninggal.
Aku selamat hanya dengan sedikit memar. Hal tersulit yang kulakukan adalah menelepon Keluarga White dan memberitakan kecelakaan itu dan bahwa Jane meninggal. Sesakit apa pun perasaanku kehilangan seorang sahabat, aku tahu bagi mereka jauh lebih pedih kehilangan anak. Saat suami-istri White tiba di rumah sakit, mereka mendapatkan dua putri mereka di sebuah kamar.Kepala dibalut perban; kaki Amy digips. Mereka memeluk kami semua dan menitikkan air mata duka dan bahagia saat melihat putri mereka. Mereka menghapus air mata kedua putrinya dan menggoda Amy hingga tertawa sementara ia belajar menggunakan kruknya. Kepada kedua putri mereka, dan terutama kepada Amy, berulang-ulang mereka hanya berkata, "Kami gembira kalian masih hidup."Aku tercengang. Tak ada tuduhan. Tak ada tudingan.
Kemudian, aku menanyakan Keluarga White mengapa mereka tak pernah membicarakan fakta bahwa Amy yang mengemudi dan melanggar rambu-rambu lalu lintas. Bu White berkata, "Jane sudah tiada, dan kami sangat merindukannya.Tak ada yang dapat kami katakan atau perbuat yang dapat menghidupkannya kembali. Tapi hidup Amy masih panjang. Bagaimana ia bisa menjalani hidup yang nyaman dan bahagia jika ia merasa kami menyalahkannya atas kematian kakaknya?"
Mereka benar. Amy lulus kuliah dan menikah beberapa tahun yang lalu. Ia bekerja sebagai guru sekolah anak luar biasa. Putrinya sendiri sudah dua, yang tertua bernama Jane. Aku belajar dari Keluarga White bahwa menyalahkan sebenarnya tidak penting. Bahkan, kadang-kadang, tak ada gunanya sama sekali.
Source: Unknown. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 10:17 AM
Terima kasih Tuhan
Aku bermimpi suatu hari aku pergi ke surga dan seorang malaikat menemaniku dan menunjukkan keadaan di surga. Kami berjalan memasuki suatu ruang kerja penuh dengan para malaikat. Malaikat yang mengantarku berhenti di depan ruang kerja pertama dan berkata, 'Ini adalah Seksi Penerimaan. Di sini, semua permintaan yang ditujukan pada Allah diterima.'Aku melihat-lihat sekeliling tempat ini dan aku dapati tempat ini begitu sibuk dengan begitu banyak malaikat yang memilah-milah seluruh permohonan yang tertulis pada kertas dari manusia di seluruh dunia.
Kemudian aku dan malaikat-ku berjalan lagi melalui koridor yang panjang, lalu sampailah kami pada ruang kerja kedua. Malaikat-ku berkata, 'Ini adalah Seksi Pengepakan dan Pengiriman. Di sini kemuliaan dan berkat yang diminta manusia diproses dan dikirim ke manusia-manusia yang masih hidup yang memintanya.'
Aku perhatikan lagi betapa sibuknya ruang kerja itu. Ada banyak malaikat yang bekerja begitu keras karena ada begitu banyaknya permohonan yang dimintakan dan sedang dipaketkan untuk dikirim ke bumi.
Kami melanjutkan perjalanan lagi hingga sampai pada ujung terjauh koridor panjang tersebut dan berhenti pada sebuah pintu ruang kerja yang sangat kecil. Yang sangat mengejutkan aku, hanya ada satu malaikat yang duduk di sana, hampir tidak melakukan apa pun. 'Ini adalah Seksi Pernyataan Terima Kasih', kata Malaikatku pelan. Dia tampak malu.
'Bagaimana ini? Mengapa hampir tidak ada pekerjaan di sini?' tanyaku.
' Menyedihkan', Malaikat-ku menghela napas.
' Setelah manusia menerima berkat yang mereka minta, sangat sedikit manusia yang mengirimkan pernyataan terima kasih'.
'Bagaimana manusia menyatakan terima kasih atas berkat Tuhan?', tanyaku..
'Sederhana sekali', jawab Malaikat. 'Cukup berkata, 'Terima kasih, Tuhan.'
'Lalu, berkat apa saja yang perlu kita syukuri', tanyaku.
Malaikat-ku menjawab,
'Jika engkau mempunyai makanan di lemari es, pakaian yang menutup tubuhmu, atap di atas kepalamu dan tempat untuk tidur, maka engkau lebih kaya dari 75% penduduk dunia ini.
'Jika engkau memiliki uang di bank, di dompetmu, dan uang-uang receh, maka engkau berada di antara 8% kesejahteraan dunia.
'Dan jika engkau mendapatkan pesan ini di komputer mu, engkau adalah bagian dari 1% di dunia yang memiliki kesempatan itu.
Juga.... 'Jika engkau bangun pagi ini dengan lebih banyak kesehatan daripada kesakitan ... engkau lebih diberkati daripada begitu banyak orang di dunia ini yang tidak dapat bertahan hidup hingga hari ini.
'Jika engkau tidak pernah mengalami ketakutan dalam perang, kesepian dalam penjara, kesengsaraan penyiksaan, atau kelaparan yang amat sangat Maka engkau lebih beruntung dari 700 juta orang di dunia'.
'Jika engkau dapat menghadiri Gereja atau pertemuan religius tanpa ada ketakutan akan penyerangan, penangkapan, penyiksaan, atau kematian...
maka engkau lebih diberkati daripada 3 milyar orang di dunia.
'Jika orangtuamu masih hidup dan masih berada dalam ikatan pernikahan ... maka engkau termasuk orang yang sangat jarang.
Jika engkau masih bisa mencintai ... maka engkau termasuk orang yang besar, Karena cinta adalah berkat Tuhan yang tidak didapat dari manapun
'Jika engkau dapat menegakkan kepala dan tersenyum, maka engkau bukanlah seperti orang kebanyakan, engkau unik dibandingkan dari semua (mereka) yang berada dalam keraguan dan keputusasaan.
'Jika engkau dapat membaca pesan ini, maka engkau menerima berkat ganda, yaitu bahwa seseorang yang mengirimkan ini padamu berpikir bahwa engkau orang yang sangat istimewa baginya, dan bahwa, engkau lebih diberkati daripada lebih dari 2 juta orang di dunia yang bahkan tidak dapat membaca sama sekali'.
Nikmatilah hari-harimu, hitunglah berkat yang telah Tuhan anugerahkan kepadamu. Dan jika engkau berkenan, kirimkan pesan ini ke semua teman-teman-mu untuk mengingatkan mereka betapa diberkatinya kita semua. 'Dan ingatlah tatkala Tuhanmu menyatakan bahwa, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Aku akan menambahkan lebih banyak nikmat kepadamu.'
Ditujukan pada : Departemen Pernyataan Terima Kasih.
'Terima kasih, Tuhan! Terima kasih, Tuhan, atas anugerahmu berupa kemampuan membagi pesan ini dan memberikannya kepada begitu banyak teman-teman yang istimewa untuk saling berbagi'. 1 comments Posted by Susanti Khosya jam 9:53 AM
God's Cake
Kadang kita bertanya dlm hati & menyalahkan Tuhan , "apa yg telah saya lakukan sampai saya harus mengalami ini semua ?" atau "kenapa Tuhan membiarkan ini semua terjadi pada saya ?"
Here is a wonderful explanation. ..
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, " Tentu saja, I love your cake." "Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan. "Yaiks," ujar anaknya. "Bagaimana dgn telur mentah ?" "You're kidding me, Mom." "Mau coba tepung terigu atau baking soda ?" "Mom, semua itu menjijikkan. " Lalu Ibunya menjawab, "ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."
Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Proses membuat Iman kita menjadi bertumbuh, dan membuat kita mengerti apa yg Tuhan sedang rancangkan dalam hidup kita, tidak ada yg membuat kita kuatir selama hidup kita diolah oleh koki yg handal, pasti menghasilkan sebuah hasil yg bisa dinikmati
Tuhan memeberkati. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 8:30 AM
Here is a wonderful explanation. ..
Seorang anak memberitahu ibunya kalau segala sesuatu tidak berjalan seperti yang dia harapkan. Dia mendapatkan nilai jelek dalam raport, putus dengan pacarnya, dan sahabat terbaiknya pindah ke luar kota. Saat itu ibunya sedang membuat kue, dan menawarkan apakah anaknya mau mencicipinya, dengan senang hati dia berkata, " Tentu saja, I love your cake." "Nih, cicipi mentega ini," kata Ibunya menawarkan. "Yaiks," ujar anaknya. "Bagaimana dgn telur mentah ?" "You're kidding me, Mom." "Mau coba tepung terigu atau baking soda ?" "Mom, semua itu menjijikkan. " Lalu Ibunya menjawab, "ya, semua itu memang kelihatannya tidak enak jika dilihat satu per satu. Tapi jika dicampur jadi satu melalui satu proses yang benar, akan menjadi kue yang enak."
Tuhan bekerja dengan cara yang sama. Seringkali kita bertanya kenapa Dia membiarkan kita melalui masa-masa yang sulit dan tidak menyenangkan. Tapi Tuhan tahu jika Dia membiarkan semuanya terjadi satu persatu sesuai dengan rancanganNya, segala sesuatunya akan menjadi sempurna tepat pada waktunya. Kita hanya perlu percaya proses ini diperlukan untuk menyempurnakan hidup kita.
Proses membuat Iman kita menjadi bertumbuh, dan membuat kita mengerti apa yg Tuhan sedang rancangkan dalam hidup kita, tidak ada yg membuat kita kuatir selama hidup kita diolah oleh koki yg handal, pasti menghasilkan sebuah hasil yg bisa dinikmati
Tuhan memeberkati. 0 comments Posted by Susanti Khosya jam 8:30 AM
Subscribe to:
Posts (Atom)
